Desa Tetebatu Lombok Timur Wakili Indonesia di Best Tourism Village UNWTO 2021

Oleh Asnida Riani pada 31 Jul 2021, 21:00 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 21:12 WIB
Wisata NTB
Perbesar
Desa Tetebatu, Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (dok. Instagram @jobbaman/https://www.instagram.com/p/CQ3Q2PTlOAL/)

Liputan6.com, Jakarta - Desa Tetebatu di Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi wakil Indenesia di ajang Best Tourism Village UNWTO 2021. Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, mengatakan bahwa pihaknya telah melampirkan dokumen persyaratan lomba yang pendaftarannya akan ditutup pada 31 Agustus 2021 itu.

Menurut Yusron, berdasarkan keterangan pada Liputan6.com, baru-baru ini, tim Kabupaten Lombok Timur telah menyiapkan berbagai kelengkapan data, beserta sederet film pendek yang menggambarkan daya tarik objek wisata Tetebatu.

Semangat serupa juga disampaikan pengamat pariwisata, Taufan Rahmadi. Ia mendukung upaya pemerintah daerah, serta Dinas Pariwisata NTB dan Kabupaten Lombok Timur menjaga kepercayaan yang diamanahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

"NTB, khususnya Pemkab Lombok Timur, 100 persen siap menjadikan Desa Tetebatu yang terbaik. Kami yakin karena telah menyiapkannya jauh-jauh hari. Kemenparekraf harus dukung ini, tidak ada alasan untuk tidak mengikutsertakan Tetebatu di kompetisi ini," katanya.

Menurut Penggagas dan Ketua Asosiasi Desa Wisata NTB, Ahyak Aminudin, kawasan Tetebatu pantas jadi wakil Indonesia dalam kompetisi pariwisata skala internasional tersebut. Selain alamnya yang indah, Tetebatu menyimpan banyak sejarah.

"Tetebatu dikenal pertama kali masyarakat dunia berkat salah seorang wisatawan asal Belanda tahun 1965. Bangunan tempat tinggalnya di Tetebatu jadi tonggak berdirinya puluhan homestay di sekitar desa penyangga," urainya.

"Pondok Soejono jadi motivasi pertama masyarakat desa mengembangkan Tetebatu jadi desa wisata. Tetebatu juga jadi pusat akomodasi wisatawan asing yang singgah di Lombok Timur. Kini bisa kita lihat kemajuan Tetebatu yang jadi motivator berdirinya puluhan desa wisata di sekitarnya," jelas Ahyak.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Penopang Kunjungan Turis Asing

Wisata NTB
Perbesar
Desa Tetebatu, Masbagik, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (dok. Instagram @canafotografia/https://www.instagram.com/p/B5ZAa4fAB8_/)

Ahyak menyambung bahwa Desa Tetebatu terus berkembang dengan desa penyangga lain, seperti Desa Tetebatu Selatan, Desa Kembang Kuning, dan Desa Jeruk Manis. Empat desa wisata, dengan Desa Tetebatu sebagai ikon, jadi penopang utama kunjungan wisatawan asing, khususnya dari Belanda dan Jerman.

"Dengan berbagai keunggulan dan keindahannya, kami berharap Desa Tetebatu bisa menjadi pemenang di ajang lomba dunia ini," pungkas Ahyak.

Yusron mengatakan, "Kami juga berterima kasih pada Deputi Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Bapak Vinsensius Jamadu yang telah memastikan Desa Tetebatu jadi salah satu dari dua desa wisata lain yang mewakili Indonesia. Semoga bisa jadi momentum kebangkitan pariwisata Indonesia di tengah pandemi," harapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Apa Itu Best Tourism Village UNWTO 2021?

Kemenparekraf
Perbesar
Masyarakat memulai gerakan BISA di Desa Tetebatu (istimewa)

Melansir laman UNWTO, Sabtu (31/7/2021), Best Tourism Village UNWTO 2021 merupkan "pencarian contoh terbaik dari desa-desa yang memanfaatkan kekuatan pariwisata untuk memberi kesempatan dan melindungi komunitas, tradisi, dan warisan lokal mereka." Identifikasinya mengambil pendekatan inovatif dan transformatif untuk pariwisata yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dengan visi menjadikan pariwisata sebagai kekuatan positif untuk transformasi, pembangunan desa, dan kesejahteraan masyarakat, kompetisi ini bertujuan memaksimalkan kontribusi sektor pariwisata dalam mengurangi ketidaksetaraan regional dan memerangi depopulasi pedesaan.

Hal ini juga bermaksud memajukan peran pariwisata dalam menilai dan menjaga desa-desa wisata dengan lanskap, sistem pengetahuan, keanekaragaman hayati dan budaya, nilai-nilai dan kegiatan lokal, termasuk keahlian memasak.

Negara anggota UNWTO dapat mengajukan hingga tiga desa untuk dinilai oleh komite. Desa-desa terpilih akan diumumkan pada Oktober 2021, pada sesi ke-24 Majelis Umum UNWTO di Marrakesh, Maroko.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan

Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Perbesar
Infografis: 4 Unsur Wisata Ramah Lingkungan atau Berkelanjutan
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya