Atlet Olimpiade Tokyo 2020 Asal AS Diasingkan Usai Dituding Lakukan Pelecehan Seksual

Oleh Putu Elmira pada 29 Jul 2021, 10:12 WIB
Diperbarui 30 Jul 2021, 21:42 WIB
Alasan Mengapa ‘Speak Up’ Tak Mudah untuk Korban Pelecehan Seksual
Perbesar
Ilustrasi pelecehan seksual. (Foto: Unsplash.com/m t Elgassier).

Liputan6.com, Jakarta - Seorang atlet anggar tim Olimpiade Tokyo 2020 dari Amerika Serikat dihadapkan dengan tudingan pelecehan seksual. Atlet AS bernama Alen Hadzic itu kini tengah diselidiki setelah adanya tiga tuduhan pelecehan seksual yang dilaporkan US Center for SafeSport.

Dilansir dari Independent, Kamis (29/7/2021), akibat hal tersebut, atlet AS ini awalnya diskors dari pertandingan internasional. Namun, Hadzic diizinkan bertanding di Olimpiade usai mengajukan banding atas keputusan awal.

Alih-alih melarangnya, tim anggar AS menciptakan yang disebut "rencana keselamatan". Langkah ini untuk memastikan atlet berusia 29 tahun itu dipisahkan dari atlet perempuan.

Hadzic terbang dengan pesawat yang terpisah dari timnya, tinggal di hotel bukannya di kampung atlet Olimpiade. Tak hanya itu, Hadzic juga tidak dapat berlatih bersama rekan timnya yang perempuan.

Ia sebelumnya menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Pengacara Hadzic mengklarifikasi kepada The New York Times bahwa ia tidak dituntut secara pidana atau perdata dengan ketidakpantasan seksual.

Atlet AS ini juga mengajukan banding atas "rencana keselamatan". Hal tersebut mendorong seluruh anggota tim anggar AS untuk menandatangani surat yang menuntut agar rencana itu tetap berlaku.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tudingan Pelecehan Seksual

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi kekerasan seksual. (dok. Pexels/Josie Stephens)

Surat itu menyatakan bahwa Hadzic telah "dilindungi berulang kali" dan berargumen bahwa Hadzic "tidak boleh diizinkan mewakili AS karena dia sedang diselidiki untuk beberapa tuduhan penyerangan seksual," menurut laporan oleh Buzzfeed.

Dilansir dari Buzzfeednews, Kamis (29/7/2021), enam pemain anggar perempuan, termasuk dua atlet Olimpiade, menulis kepada komite Olimpiade bahwa Hadzic tidak boleh mewakili AS karena tengah diselidiki terkait tudingan pelecehan seksual. Kehadirannya di Olimpiade, kata mereka, adalah "penghinaan langsung" kepada sesama atlet dan menempatkan mereka dalam risiko.

"Kami sangat prihatin dengan dampak potensi kehadiran Mr. Hadzic pada atlet Tim USA lainnya," tulis mereka pada 20 Mei.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dugaan

Kekerasan Seksual
Perbesar
Ilustrasi Kekerasan Seksual Credit: pexels.com/pixabay

Dua bulan kemudian, Hadzic adalah salah satu dari 24 pemain anggar Olimpiade di Tokyo. Hal ini yang membuat rekan satu timnya kecewa.

"Kami kesal karena ini bukan hal yang harus kami tangani," kata seorang pemain anggar Olimpiade yang mengajukan keluhan terhadap Hadzic yang menuduh perilaku predator kepada BuzzFeed News dari Tokyo. "Dia telah dilindungi berulang kali."

Keluhan tentang dugaan perilaku Hadzic bukan rahasia lagi di komunitas anggar. Hasil wawancara dengan 30 pemain anggar dan pejabat AS saat ini dan mantan atlet, termasuk tiga perempuan yang secara resmi menuduh Hadzic lakukan pelecehan seksual, serta sejumlah dokumen yang diperoleh BuzzFeed News, menunjukkan pola dugaan pelecehan seksual dan perilaku kekerasan kembali ke 2010 ketika dia adalah mahasiswa tahun pertama di Columbia University.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual

INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Perbesar
INFOGRAFIS: 6 Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual (Liputan6.com / Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya