Liverpool Tak Lagi Masuk Daftar Warisan Dunia UNESCO

Oleh Putu Elmira pada 26 Jul 2021, 07:30 WIB
Diperbarui 26 Jul 2021, 07:30 WIB
Ilustrasi Liverpool, Inggris
Perbesar
Ilustrasi Liverpool, Inggris. (dok. Unsplash.com/@lrb22)

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool resmi kehilangan status Warisan Dunia UNESCO. Hal tersebut terjadi setelah komite PBB menemukan pembangunan yang mengancam tepi laut kota di Inggris ini.

Dilansir dari BBC, Minggu, 25 Juli 2021, keputusan itu dibuat menyusul pemungutan suara rahasia oleh komite UNESCO pada pertemuan di China. UNESCO menyebut, pembangunan, termasuk rencana stadion baru Everton FC, telah mengakibatkan "kerusakan serius" dari situs bersejarah tersebut.

Keputusan tersebut digambarkan sebagai "tidak dapat dipahami" oleh Wali Kota Liverpool Joanne Anderson. "Situs Warisan Dunia kami tidak pernah dalam kondisi yang lebih baik setelah diuntungkan dari ratusan juta Pound sterling investasi di lusinan bangunan terdaftar dan ranah publik," katanya.

Joanne melanjutkan, ia akan bekerja dengan pemerintah untuk memeriksa apakah kota tersebut dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut. Ini datang "satu dekade setelah UNESCO terakhir mengunjungi kota untuk melihatnya dengan mata kepala sendiri".

Wali Kota Wilayah Kota Liverpool Steve Rothera menyampaikan keputusan itu adalah "langkah mundur yang tidak mencerminkan kenyataan dari apa yang terjadi di lapangan". "Tempat-tempat seperti Liverpool tidak boleh dihadapkan dengan pilihan biner antara mempertahankan status warisan atau meregenerasi komunitas tertinggal dan kekayaan pekerjaan dan peluang yang menyertainya," jelasnya.

Kim Johnson dari Partai Buruh, anggota parlemen untuk Liverpool Riverside, mengatakan ia tetap bangga dengan kotanya dan yang telah dilakukan. "Orang-orang datang ke sini karena ini kota yang luar biasa dan, sementara saya kecewa, sebagai kota kami tangguh dan kami akan selalu melawan," tuturnya.

Pemerintah menyebut sangat kecewa dan percaya Liverpool masih layak mendapatkan status Warisan Dunia UNESCO. Hal ini mengingat peran penting yang dimainkan dermaga bersejarah dan kota yang lebih luas sepanjang sejarah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kehilangan Status Warisan Dunia UNESCO

Ilustrasi Albert Dock, Liverpool, Inggris
Perbesar
Ilustrasi Albert Dock, Liverpool, Inggris. (dok. Unsplash.com/@marcuslcramer)

Liverpool menjadi situs ketiga yang kehilangan status Warisan Dunia sejak daftar pada 1978. Sedangkan dua lainnya adalah Suaka Oryx Arab Oman pada 2007 dan Lembah Dresden Elbe di Jerman pada 2009.

Mengumumkan keputusan itu, ketua komite mengatakan 20 suara telah diberikan. Hasil ini dengan 13 mendukung penghapusan kota, lima menentang proposal dan dua surat suara tidak sah.

Pemimpin Demokrat Liberal Liverpool Richard Kemp menjelaskan itu adalah "hari yang memalukan" bagi kota itu. "Tanpa diragukan lagi, akan memengaruhi pariwisata dan investasi ke dalam kita," katanya.

Liverpool dianugerahi Warisan Dunia UNESCO pada 2004 sebagai pengakuan atas dampak sejarah dan arsitekturnya. Kota ini bergabung dengan destinasi-destinasi lainnya, termasuk Taj Mahal, Piramida Mesir dan Katedral Canterbury.

Penganugerahan ini mengakui sejarahnya sebagai pusat perdagangan utama selama Kerajaan Inggris dan landmark arsitekturnya. Namun, sebuah laporan pada Juni oleh Komite Warisan Dunia menyebut pembangunan di tepi laut kota telah mengakibatkan "kehilangan atribut yang tidak dapat diubah".

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Investasi

Ilustrasi Liverpool, Inggris
Perbesar
Ilustrasi Liverpool, Inggris. (dok. Unsplash.com/@rwarburton)

Ini merujuk pada proyek Liverpool Waters dan stadion baru Everton, yang sedang dibangun di Bramley Moore Dock. Chris Capes, direktur pengembangan untuk Peel L&P's Liverpool Waters, mengatakan ia kecewa "terutama mengingat investasi besar yang telah dimasukkan kota untuk melindungi dan meningkatkan situs warisannya".

Everton telah setuju untuk menginvestasikan hingga 55 juta Pound sterling atau setara Rp1 triliun untuk "melestarikan, memulihkan, dan merayakan aset warisan" daerah tersebut sebagai bagian dari rencana stadionnya. Proyek mereka disetujui setelah dua konsultasi publik, dengan survei kedua menarik lebih dari 40 ribu orang.

Klub menemukan 98 persen orang mendukung desain stadion yang diusulkan, sementara 96 persen mendukung rencana klub untuk fitur bersejarah di situs. Sebelumnya, Situs Warisan Dunia membentang dari tepi laut kota yang terkenal, melalui distrik komersial bersejarah, hingga St George's Hall.

Liverpool adalah salah satu dari sekitar 30 Situs Warisan Dunia di Inggris, bersama dengan Stonehenge dan Giant's Causeway. Setelah Perang Dunia Kedua, Royal Albert Dock di kota ini menjadi koleksi tunggal terbesar dari bangunan terdaftar Kelas I di negara ini.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India

Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Waspada Mutasi Covid-19 Kombinasi Varian Inggris-India. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya