Mengenal Jinwar, Desa Khusus Perempuan di Suriah

Oleh Komarudin pada 23 Jul 2021, 07:02 WIB
Diperbarui 23 Jul 2021, 07:02 WIB
Jinwar
Perbesar
Jinwar, desa khusus wanita yang berdiri di Suriah (dok.jineoloji.org)

Liputan6.com, Jakarta - Adalah Jinwar, desa khusus perempuan di Suriah. Akibat konflik di negara itu, sekelompok perempuan melarikan diri dari kekacauan dan akhirnya menetap di wilayah tersebut.

Dibangun selama dua tahun terakhir, desa kecil ini dihuni hanya oleh perempuan. Sesuai aturan, laki-laki tidak bisa tinggal di sana, dilansir dari laman Independent, Kamis, 22 Juli 2021.

Mural dan patung perempuan bekerja tersebar di sekitar lokasi, sementara di tengah desa ada taman bunga. Semua itu sangat kontras dengan desa-desa di sekitarnya

Beberapa tahun lalu, seluruh wilayah itu ada dalam bayang-bayang Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Ribuan orang Yazidi dibantai, dan ribuan perempuan diculik kelompok itu untuk dijadikan budak seks.

Menghadapi gelombang kebrutalan ini, banyak perempuan Kurdi angkat senjata melawan kelompok ekstremis. Kisah para wanita ini kemudian menarik perhatian dunia.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tak Perlu Laki-Laki

Mengintip Suasana Keseharian Raqqa, Bekas Ibu Kota ISIS di Suriah
Perbesar
Seorang perempuan berjalan melewati boneka-boneka yang dipajang di kota Raqqa, bekas ibu kota ISIS, di Suriah utara pada 20 Desember 2020. Raqqa menjadi saksi terusirnya anggota kelompok ekstremis oleh Pasukan Demokratik Suriah pada Oktober 2017 lalu. (Photo by Delil SOULEIMAN / AFP)

Para pendiri Jinwar melihat desa mereka sebagai kelanjutan dari "revolusi wanita." Jinwar dibangun sebagai tempat perempuan melepaskan diri dari peran berorientasi keluarga yang diberikan masyarakat patriarki kepada mereka.

Zainab Gavary adalah salah satunya. Dia menikah ketika masih muda, tetapi suaminya meninggal tidak lama kemudian.

"Tidak perlu laki-laki di sini. Hidup kami baik-baik saja," kata warga berusia 28 tahun itu. "Tempat ini hanya untuk wanita yang ingin mandiri.”

Desa ini berjarak beberapa mil dari Qamishli, sebuah kota di wilayah mayoritas Kurdi di timur laut Suriah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tempat Berlindung

Penduduk di Jinwar
Perbesar
Penduduk di Jinwar sedang bertani (dok.instagram/@jinwar.jinwar/https://www.instagram.com/p/CQL_aHiDe9W/Komarudin)

Jinwar juga merupakan tempat perlindungan bagi wanita yang membutuhkan dukungan, terutama mereka yang kehilangan orang yang dicintai dalam perang. Amira Muhammad, miasalnya.

Suaminya terbunuh saat melawan ISIS lebih dari setahun lalu. Dia dipaksa untuk kembali tinggal dengan orang tuanya dan menjadi sepenuhnya tergantung pada mereka.

"Saya datang ke sini karena saya memiliki lima anak dan saya tidak memiliki penghasilan atau rumah untuk ditinggali," katanya. "Di sini mereka memberikan banyak manfaat, seperti pendidikan untuk anak-anak dan biaya hidup mereka. Ini adalah desa yang bagus, dan yang terpenting, anak-anak saya menyukainya.”

Di tempat itu mereka bertani, dan menjual hasil panen. Kelompok itu juga bergiliran memasak dan makan semua makanan mereka bersama di dapur umum yang besar. Ada hewan untuk dirawat dan sekolah untuk anak-anak.

Desa ini secara teratur menerima pengunjung dari daerah setempat, yang datang untuk mempelajari ide-ide di balik proyek tersebut. Di Jinwar, selain para janda akibat perang, ada juga perempuan yang bercerai, dan yang memilih untuk hidup jauh dari laki-laki.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pemerintah Suriah Ambil Alih Aleppo

Infografis Pemerintah Suriah Ambil Alih Aleppo
Perbesar
Aleppo, Kota Terbesar Kedua di Suriah Diambil Alih Rezim Assad (Liputan6.com/Trieyas)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya