Peringkat Restoran Cepat Saji yang Penuhi Kesejahteraan Hewan

Oleh Komarudin pada 20 Jul 2021, 21:02 WIB
Diperbarui 20 Jul 2021, 21:02 WIB
Ilustrasi restoran cepat saji KFC (AP/Michael Dwyer)
Perbesar
Ilustrasi restoran cepat saji KFC (AP/Michael Dwyer)

Liputan6.com, Jakarta - Organisasi nirlaba, World Animal Protection, memeringkat restoran cepat saji di Inggris dengan indikator kesejahteraan hewan yang dipelihara untuk diambil dagingnya. KFC menempati peringkat teratas, sementara Subway, Starbucks, Domino, dan McDonald's tertinggal jauh di belakang.

Dalam laporan yang berjudul "Pecking Order," peringkat restoran cepat saji secara global dan lokal ini dtetapkan berdasarkan komitmen, ambisi, dan transparansi seputar kesejahteraan ayam dalam rantai pasokan mereka. KFC adalah satu-satunya merek yang mencapai status "terkemuka" dengan skor keseluruhan 92 persen. Sementara, Nando berpredikat "baik" dengan 78 persen, melansir laman huffingtonpost, Selasa (20/7/2021).

Burger King dan Pizza Hut sama-sama dinilai “membuat kemajuan” dengan skor masing-masing 70 persen dan 67 persen. Sedangkan, Starbucks dan Subway berada di peringkat terbawah tabel dengan 0 (nol) persen dan penilaian “sangat buruk."

Sebagian besar daging ayam yang disajikan gerai makanan cepat saji masih berasal dari hewan yang hidup di lingkungan sempit dan tandus tanpa sinar matahari, kata organisasi tersebut. Banyak hewan menderita kepincangan dan kulitnya rusak.

Metode pertanian intensif sering bergantung pada penggunaan antibiotik rutin sebagai "perbaikan cepat" untuk menjaga hewan yang stres dan sakit tetap hidup. World Animal Protection mengatakan, kerja KFC dengan Better Chicken Commitment (BCC), seperangkat standar untuk kesejahteraan hewan, dengan laporan kinerja dan standarnya jadi pembeda dari gerai lain.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bekerja Terbuka dan Transparan

Ilustrasi pizza
Perbesar
Ilustrasi pizza (Dok.Unsplash)

Ketika dihubungi tentang laporan "Pecking Order," Domino's mengatakan, mereka mendukung tujuan BCC dan bahwa banyak dari proses pemenuhan, atau dalam beberapa kasus, melebihi persyaratannya.

"Kami senang melihat laporan tersebut mengakui upaya kami untuk memberi pengayaan lingkungan sesuai standar BCC," kata seorang juru bicara. "Kami berkomitmen untuk bekerja secara terbuka dan transparan, termasuk mendukung pemasok kami untuk memastikan bahwa mereka meningkatkan standar kesejahteraan hewan."

Kepala Kampanye Global, World Animal Protection, Jonty Whittleton, mengatakan, banyak restoran merek besar yang menolak miliaran hewan. Mereka tak memberi berkesempatan hewan untuk melihat sinar matahari agar sehat dan berperilaku alamiah.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kehidupan yang Layak

Ilustrasi ayam goreng KFC
Perbesar
Ilustrasi (iStock)

Whittleton mengatakan, Covid-19 telah mengajarkan kita bahwa kesejahteraan hewan dan kesehatan manusia saling terkait, dan tidak boleh ada "bisnis seperti biasa." Motif komersial mendorong kekejaman dan penderitaan, dan ini harus diakhiri.

“Semakin banyak orang tertarik secara aktif pada etika makanan mereka, semakin banyak perusahaan yang bersedia bertindak. Kini saatnya perubahan nyata terjadi, dan perusahaan yang gagal mengikuti tuntutan pasar tidak hanya menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan hewan, tapi juga mempertaruhkan reputasi mereka," tuturnya.

World Animal Protection menyerukan pada perusahaan-perusahaan global ini untuk memimpin dan memastikan bahwa setiap ayam yang disajikan di restoran mereka dijamin kehidupan yang layak.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19

Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Cara Aman Pesan Makanan via Online dari Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya