Ada Bakso Dicampur Rujak Buah di Warung Pinggir Jalan Bogor

Oleh Liputan6.com pada 23 Jun 2021, 15:01 WIB
Diperbarui 23 Jun 2021, 15:01 WIB
Ada Bakso Dicampur Rujak Buah di Warung Pinggir Jalan Bogor
Perbesar
Potret wujud bakso yang dicampur dengan rujak. (Tangkapan Layar YouTube Sobat Kuliner)

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha kuliner terus berinovasi menyajikan menu yang bisa menarik pelanggannya. Salah satunya dilakoni warung Bakso dan Mie Ayam Langensari yang berada di pinggir Jalan Pahlawan, Citeureup, Bogor. Pemiliknya mencampurkan bakso dengan rujak buah.

Agung Widayat, selaku peracik rujak, menjelaskan menu itu merupakan hasil kolaborasi dengan saudaranya yang menjual bakso di tempat yang sama. "Kebetulan keluarga saya mempunyai keahlihan berdagang. Saudara kandung saya berjualan bakso dan saya berjualan rujak, jadi kita coba untuk kombinasikan antara bakso dan rujak serta menghasilkan luar biasa," kata Agung kepada Liputan6.com Selasa, 22 Juni 2021.

Hasil kolaborasi itu menjadi menu terbaru di warung bakso tersebut. Dinamakan Ngebajak Mas Boy, nama menu merupakan singkatan dari Ngebakso Rujak Mas Boy.

Selain mi, bihun, dan bakso, di dalam mangkok juga terdapat beragam buah-buahan yang biasa dipakai ngerujak, seperti mangga muda, nanas, kedondong, dan jambu air. Bahkan, ada bumbu rujak dimasukkan di dalamnya.

Agung mengaku ia dan saudaranya selalu menggunakan bahan segar dalam jualannya. Buah-buahan ia beli di pasar, sedangkan daging sapi diperolehnya dari RPH Bogor. Ia jamin semuanya halal.

"Setiap harinya ganti," ia menjelaskan

Menu bakso rujak itu ternyata baru dijual terbatas. Agung menerangkan ia hanya menawarkan kepada keluarga dan kenalannya lantaran masih tahap uji coba.

.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berapa Harganya?

Ada Bakso Dicampur Rujak Buah di Warung Pinggir Jalan Bogor
Perbesar
Warung Bakso dan Mie Ayam Langen Sari yang menjual bakso rujak berada di pinggir Jalan Pahlawan, Bogor. (Tangkapan Layar YouTube Sobat Kuliner)

"Kami masih tahap uji coba karena masih meracik bumbu supaya pas di lidah dan diterima oleh masyarakat, khususnya pecinta kuliner bakso," Agung menjelaskan.

Ia mengaku sejauh ini respons konsumen untuk bakso rujaknya positif. Ia pun sering menawari konsumen yang datang ke warungnya untuk mencicipi menu tersebut sekaligus mendapatkan masukan terkait rasa bakso tersebut.

Ia menargetkan dalam dua minggu ke depan, menu bakso rujak itu akan diperkenalkan secara resmi. Harganya Rp17 ribu per porsi.

"Ssemoga masyarakat menerima rasa dari menu terbaru ini, dan saya akan bekerja keras bersama saudara saya untuk menu baru ini supaya diterima oleh masyarakat," kata Agung.

Selain menu bakso rujak, warung bakso itu juga tetap melayani pesanan bakso dan mi ayam dengan harga Rp10 ribu per porsi. "Untuk bahan mi-nya, kami membuat sendiri dengan racikan keluarga kami yang dipastikan terjaga kualitasnya," ujarnya.

Bagaimana dengan rasanya? Food vlogger Pras yang memiliki chanel Youtube Sobat Kuliner mengatakan rasanya gado-gado, antara gurih, segar, dan manis.

"Jika ditambah dengan sambal bakso, rasanya lebih mantap," kata Pras dalam video berdurasi 12 menit 30 detik.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Janji Tingkatkan Higienitas

Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi sarung tangan karet. (dok. unplash/@nate_dumlao)

Pras menambahkan, rasa kuah bakso yang dicampur rujak mengingatkannya dengan rasa makanan Thailand. "Kita cobain dari buah kesukaan saya yaitu mangga muda. Rasanya seperti makanan di Thailand, ternyata enak banget. Lanjut kita cobain bakso bersama kuahnya, aduh baksonya empuk banget ketika digigi, beraroma daging. Mantap banget,"kata dia.

Agung mengatakan meski warung pinggir jalan, pihaknya menyiapkan tempat cuci tangan dan memberlakukan protokol kesehatan. Pengunjung disediakan hand sanitizer di meja, dan diminta memakai masker bila tak sedang makan.

Sementara, ia juga mengakui akan meningkatkan standar higienitas lantaran tak menggunakan sarung tangan saat melayani pesanan pelanggan. "Pada saat itu kami tidak memakai sarung tangan, namun kami sudah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum meracik bakso. Kami juga akan lebih menjaga kualitas tempat kami untuk ke depannya dan kami akan memakai sarung tangan," kata Agung. (Muhammad Thoifur)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diplomasi Indonesia via Jalur Kuliner

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner
Perbesar
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya