Siapa yang Paling Berhak Dapat Sandaran Tangan di Kursi Tengah Penumpang Pesawat?

Oleh Liputan6.com pada 22 Jun 2021, 09:02 WIB
Diperbarui 22 Jun 2021, 09:02 WIB
Japan Airlines Tambahkan Simbol Bayi pada Kursi Penumpang yang Membawa Anak
Perbesar
Ilustrasi bayi di pesawat. (dok. unsplash/Novi Thedora)

Liputan6.com, Jakarta - Tak banyak orang yang suka mendapat kursi tengah saat menjadi penumpang pesawat. Salah satu alasannya adalah terasa lebih sempit karena diapit kanan dan kiri. Belum lagi soal sandaran tangan yang kerap jadi rebutan. Tapi, siapa sebenarnya yang paling berhak atas sandaraan tangan itu?

Perdebatan panjang tentang siapa yang berhak mendapat sandaran tangan tengah dalam penerbangan akhirnya terpecahkan. Melansir The Sun, Rabu, 16 Juni 2021, menurut pakar perjalanan Rosie Panter, orang yang duduk di kursi tengahlah yang harus mendapatkan kedua sandaran tangan tengah.

Itu karena orang di sebelah jendela memiliki dinding untuk bersandar. Sedangkan, penumpang di sebelah lorong memiliki sandaran tangan luar untuk bersandar. Sementara, sandaran tangan ibarat kemewahan bagi penumpang yang duduk di kursi tengah

"Penumpang kursi lorong memiliki kebebasan untuk meregangkan kaki mereka dan naik dan turun sesuka mereka, sementara penumpang kursi jendela memiliki kemewahan melihat ke luar jendela, melamunkan tujuan liburan mereka, atau meringkuk untuk mengistirahatkan kepala mereka di sisi pesawat untuk menikmati mata tertutup, tanpa risiko penumpang harus memanjat mereka saat mereka tidur," kata Rosie kepada Cosmopolitan.

Meski begitu, pakar perilaku Judi James sebelumnya mengatakan kepada Sun Online Travel bahwa perebutan sandaran tangan tidak akan pernah berakhir. Pasalnya, pertikaian untuk ruang sudah tertanam dalam diri kita sebagai manusia.

"Ruang adalah sesuatu yang diperebutkan oleh manusia dan hewan – itu adalah hal yang paling memicu," katanya.

"Makanya, orang yang tembok kebunnya kalau setengah sentimeter ke kanan bisa berkelahi dengan tetangganya selama bertahun-tahun. Kita tidak bisa menghindari menjadi teritorial," tambahnya.

"Kita bahkan mengadopsi kepemilikan pribadi atas hal-hal yang sebenarnya bukan milik kita, seperti kursi kita di kantor, atau kursi kita di pesawat."

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Area V Terbalik

Ilustrasi kursi pesawat.
Perbesar
Ilustrasi kursi pesawat. (dok. SnockSnap/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Menurut Judi, alasan kita sangat peduli dengan tempat ini khususnya karena memiliki efek langsung pada kepercayaan diri tubuh kita. Ia menyebut kepercayaan diri secara langsung terkait dengan ruang di bawah ketiak.

"V terbalik (posisi lengan) yang kita miliki di bawah ketiak kita ketika siku kita diarahkan menjauh dari tubuh memberi kita kepercayaan diri," ujar dia.

Ia melanjutkan, saat seseorang dipaksa tidak menggunakan lengan atau mengempitkan siku ke arah tubuh, orang itu akan merasa lebih kecil secara fisik. Maka, Anda merasa lebih memegang kendali saat meletakkan siku di sandaran lengan.

"Jika dipaksa untuk tidak menggunakan lengan anda dan harus membawa siku ke arah tubuh Anda, Anda akan merasa lebih kecil secara fisik," sambung dia.

"Ini pada gilirannya membuat Anda merasa seolah-olah Anda telah ditundukkan, dan tidak ada yang suka dikunci oleh orang asing."

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hal Lain yang Tidak Boleh Dilakukan Penumpang

Kursi Terisi Penuh, Penumpang Pesawat Maskapai Thailand Gagal Jaga Jarak
Perbesar
Ilustrasi suasana kabin pesawat yang penuh penumpang. (dok. Pexels/Dinny Mutiah)

Sandaran tangan bukan satu-satunya etiket pesawat yang kerap dilanggar. Baru-baru ini, seorang pramugari membagikan daftar semua hal yang tidak boleh dilakukan penumpang di dalam pesawat, termasuk aturan alas kaki dan etiket kursi.

Dani, yang bekerja sebagai pramugari Emirates, mengatakan aturan pertama adalah jangan pernah pergi ke toilet tanpa memakai sepatu. Hal itu perlu diingat karena toilet jarang dibersihkan di antara perputaran penerbangan.

Melepas sepatu selama penerbangan juga dikatakannya tidak aman. Dalam keadaan darurat, penumpang dapat dipaksa berjalan menyusuri lorong dengan pecahan kaca dan puing-puing, sesuatu yang lebih sulit dilakukan tanpa sepatu.

Dani juga memperingatkan penumpang untuk tidak pernah menggunakan meja nampan dan TV tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Hal itu perlu dilakukan karena alasan kebersihan yang serupa. (Jihan Karina Lasena)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat

Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 6 Cara Hindari Covid-19 Saat Bepergian dengan Pesawat. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓