Roti Gambang Antar Ibu di Tangerang Juarai Program Dukung Ibu Berwirausaha

Oleh Liputan6.com pada 16 Jun 2021, 09:32 WIB
Diperbarui 16 Jun 2021, 09:32 WIB
Roti Gambang Antar Ibu di Tangerang Juarai Program Dukung Ibu Berwirausaha
Perbesar
Roti gambang Nostalgia. (dok. Instagra @roti.gambang.nostalgia/https://www.instagram.com/p/CD3u6ltHoQ_/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta - Bisnis roti gambang jadi pilihan Happy Natalia saat memutuskan untuk berwirausaha. Warga Tangerang itu melanjutkan usaha keluarga yang dirintis sejak 1972.

Roti Gambang Nostalgia mengandalkan resep turun-temurun agar hasilnya tetap konsisten. Roti gambang itu mempertahankan gula semut sebagai pemanis agar cita rasanya tidak kemanisan dan mengeluarkan aroma yang khas. Tetapi, inovasi juga diterapkan dengan memperkenalkan rasa baru, seperti penggunaan kopi dan green tea, agar tetap sesuai dengan masa kini.

"Produk Roti Gambang Nostalgia tanpa pengawet, low sugar, tidak keras. Selain itu bentuknya unik karena mini, umumnya besar," kata Happy dalam rilis yang diterima Liputan6.com, beberapa waktu lalu.

Untuk meningkatkan omset, Happy pun mendaftar dalam program Dukung Ibu Berwirausaha yang digelar Infina dan Habitat yang bekerja sama dengan Bukalapak dan Kelarboss. Program yang dimulai sejak akhir April 2021 itu memberi kesempatan bagi 100 ibu terpilih untuk mengembangkan usahanya di era modern.

Selama program berlangsung, mereka bersedia dibimbing secara intensif, terutama soal digital, melalui berbagai program pelatihan marketing dan operasional. Di akhir program Infina dan Habitat memilih tiga UMKM yang memiliki ketekunan, disiplin, dan kemajuan signifikan, baik dalam hal pemasaran maupun operasional.

Bisnis roti gambang milik Happy termasuk salah satu pemenang. Dua lainnya adalah The Halsens Store yang dimiliki Lenny Herlina, dan Nur Aini, pemilik UMKM Food Pereng. Para pemenang berhak mendapatkan hadiah berupa uang tunai untuk tambahan modal bagi usaha mereka. 

 

Kemampuan Digital Semakin Penting

Roti Gambang Antar Ibu di Tangerang Juarai Program Dukung Ibu Berwirausaha
Perbesar
Salah satu pemenang Dukung Ibu Berwirausaha. (dok. Infina)

Program pelatihan berlangsung secara daring. Sebanyak 250 ibu mendaftarkan diri dalam program tersebut, tetapi panitia membatasi kuota hanya untuk 100 orang.

Dalam pelatihan itu, para peserta dari berbagai wilayah di Indonesia difasilitasi ilmu, kuota influencer marketing untuk memasarkan produk mereka, serta uang tunai. Tak hanya ilmu mengelola bisnis yang didapat setiap peserta, tetapi juga disiplin yang dibangun selama sebulan penuh. 

Hal itu bisa menjadi modal kuat untuk terus konsisten menjaga dan mengembangkan usaha. Di sisi lain, ada jejaring baru yang terbina di antara para pemilik UMKM. Direktur Marketing Infina Rachel Octavia menjelaskan dalam berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait, harus memiliki visi yang sama untuk mendukung dan memberdayakan UMKM Indonesia. 

"Dalam segi pemasaran digital yang mumpuni untuk bisa bersaing sehat di ranah digital, maupun dalam segi operasional yang harus dilakukan secara disiplin dan konsistensi sehingga mampu mendapatkan penghasilan optimal untuk kesejahteraan keluarga," jelasnya.

 

 

 

Cikal Bakal Kolaborasi

Ilustrasi bisnis
Perbesar
Ilustrasi bisnis kreatif (sumber: Pixabay)

Infina sebagai platform pemasaran berharap program tersebut menjadi cikal bakal kolaborasi dengan berbagai komunitas dan lembaga yang memiliki mimpi untuk mendukung UMKM naik kelas, terutama secara digital.

"Kami percaya bahwa dengan bergandengan tangan, kita akan menjadi semakin kuat dalam memajukan UKM & UMKM Indonesia bersama-sama dengan para influencer Indonesia. Ini adalah ruang saling bantu yang bertujuan memajukan ekonomi Indonesia," kata Oktora Irahadi, CEO Infina.

Sementara, Direktur Nasional Habitat Indonesia, Susanto mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan cara mereka mengapresiasi perjuangan ibu dalam menopang kehidupan keluarga. Tren teknologi digital merupakan kunci berwirausaha saat ini, temasuk bagi keluarga yang berpenghasilan rendah agar tetap bisa memiliki mata pencaharian dimulai dari rumah.

"Pelatihan yang sama sudah dilakukan di berbagai daerah dan telah membantu banyak ibu-ibu menjadi wirausaha yang berhasil," ujar Susanto. (Muhammad Thoifur)

Bisnis yang Terpuruk di Era Digital

Banner Infografis Terpuruk di Era Digital
Perbesar
Banner Infografis Terpuruk di Era Digital

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓