Turis ke Thailand dengan Pesawat Harus Bayar Biaya Karantina Sendiri Mulai 1 Juli 2021

Oleh Putu Elmira pada 14 Jun 2021, 16:01 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 16:01 WIB
Bandara Suvarnabhumi di Bangkok
Perbesar
Pelancong berjalan di ruang keberangkatan yang hampir kosong karena jumlah pengunjung menurun drastis di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Rabu (11/3/2020). Di Thailand sendiri lebih dari 50 orang terinfeksi virus corona COVID-19 yang telah menggemparkan seluruh dunia. (Mladen ANTONOV/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Negara-negara di seantero dunia menerapkan beragam kebijakan terkait perjalanan lintas batas di tengah pandemi Covid-19. Begitu pula dengan Thailand. Negeri Gajah Putih itu baru saja mewajibkan turis asing yang datang ke Thailand untuk membayar biaya karantina sendiri.

Dilansir Bangkok Post, Senin (14/6/2021), Otoritas Kesehatan Thailand berencana untuk menutup fasilitas karantina negara bagi orang-orang yang datang dari luar negeri melalui udara pada akhir Juni 2021. Mulai 1 Juli 2021, turis yang datang dengan transportasi udara harus membayar biaya karantina mereka di fasilitas alternatif. 

Meski begitu, pemerintah akan menanggung biaya medis mereka berdasarkan proposal, yang masih memerlukan persetujuan akhir. Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional dan kepala operasi Pusat Administrasi Situasi Covid-19 Jenderal Nattapon Nakpanich, menyebut pada Jumat, 11 Juni 2021, perubahan itu dibuat lantaran ditemukan penyalahgunaan.

Sejumlah orang diketahui memanfaatkan sistem karantina negara untuk kepentingan pribadi. Mereka bepergian berulang kali masuk dan keluar dari Thailand.

Beberapa orang telah bepergian sebanyak 10 perjalanan. Hal tersebut menambah beban keuangan yang tidak perlu pada negara ini.

Nattapon menyebut, Centre for Covid-19 Situation Administration (CCSA) tengah mencari fasilitas karantina negara alternatif (ASQ) dengan harga yang wajar untuk melayani kebutuhan turis. CCSA berencana untuk menerapkan langkah-langkah baru pada 1 Juli, tetapi masih membutuhkan persetujuan dari Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hotel Fasilitas Karantina

Ilustrasi Hotel
Perbesar
Ilustrasi tempat tidur hotel. (dok. Unsplash.com/Nik Lanús @niklanus)

Nattapon mengatakan penarikan fasilitas karantina negara hanya akan berlaku bagi mereka yang tiba melalui udara. Turis harus memilih fasilitas ASQ mereka.

Ia melanjutkan, untuk mengurangi biaya keuangan untuk kedatangan udara, pemerintah akan membayar tagihan medis dan kesehatan mereka. Turis hanya akan membayar akomodasi dan makanan selama karantina, dan itu akan menurunkan tingkat ASQ.

Beberapa hotel telah berfungsi sebagai fasilitas ASQ selama pandemi Covid-19. Hotel-hotel tersebut juga telah menjadi pilihan utama bagi para pendatang yang mampu menjangkaunya.

Dilanjutkannya, bagi orang-orang yang perjalanannya diperlukan, organisasi pemerintah yang mengawasi mereka akan membayar karantina mereka. Ia menegaskan, pendatang dari luar negeri masih harus dikarantina selama 14 hari.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Rencana Pembukaan Phuket

Bandara Suvarnabhumi di Bangkok
Perbesar
Pandangan umum ruang keberangkatan yang hampir kosong karena jumlah pengunjung menurun drastis di Bandara Suvarnabhumi di Bangkok, Rabu (11/3/2020). Di Thailand sendiri lebih dari 50 orang terinfeksi virus corona COVID-19 yang telah menggemparkan seluruh dunia. (Mladen ANTONOV/AFP)

Sebelumnya, Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) mengonfirmasi bahwa Phuket akan kembali menerima turis asing mulai 1 Juli 2021. Pejabat setempat mengatakan kebijakan tersebut memungkinkan turis yang telah divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah untuk terbang langsung ke sana tanpa dikarantina.

Kebijakan yang bakal berlaku tersebut merupakan bagian dari program percontohan Phuket Sandbox. Dikutip dari CNN, beberapa waktu lalu, Gubernur TAT Yuthasak Supasorn memperkirakan sekitar 129.000 pengunjung akan tiba di Phuket antara Juli hingga September tahun ini. Turis internasional yang masuk akan diizinkan untuk bepergian dengan bebas di pulau itu dan harus tinggal selama minimal tujuh hari sebelum diizinkan berpindah ke tempat lain di Thailand.

Namun, Yuthasak menyampaikan bahwa keputusan ini akan tunduk pada situasi Covid-19 secara keseluruhan di Thailand dan dapat berubah. Saat ditanya soal wisatawan muda yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, Yuthasak mengatakan mereka bisa terbang bersama orangtuanya.

"Untuk tahap awal, hanya wisatawan yang sudah divaksinasi lengkap yang boleh masuk, kecuali anak-anak di bawah enam tahun," katanya. Detail lebih lanjut, seperti negara mana yang memenuhi syarat sebagai berisiko rendah belum dikonfirmasi, tetapi TAT mengatakan akan memperbarui situs webnya secara teratur.

Rencana pembukaan kembali Phuket bergantung pada upaya untuk memvaksinasi 70 persen penduduk pulau itu. Upaya vaksinasi besar-besaran sekarang sedang dilakukan dan berdasarkan laporan media setempat, sekitar 50 persen dari populasi pulau itu telah divaksinasi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19

Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Yuk Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan untuk Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓