Upacara Yadnya Kasada 2021, Wisata Gunung Bromo Ditutup 24--26 Juni 2021

Oleh Putu Elmira pada 14 Jun 2021, 11:01 WIB
Diperbarui 14 Jun 2021, 11:01 WIB
Bromo
Perbesar
Wisawatan berada di puncak Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur, (29/7). Ratusan wisatawan berbagai daerah setiap harinya memadati kawasan Bromo untuk berwisata melihat terbitnya matahari dan juga kawah Gunung Bromo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Wisata Gunung Bromo kembali ditutup sementara. Kali ini, penutupan bertujuan untuk menyambut perayaan upacara Yadnya Kasada yang dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat Tengger.

Kabar ini tertuang dalam surat pengumuman yang dirilis Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tentang Penutupan Sementara Kegiatan Wisata Bromo Pada Hari Raya Yadnya Kasada Tahun 2021. Surat tersebut dikeluarkan di Malang pada 11 Juni 2021.

"Maka untuk sementara kegiatan Wisata Gunung Bromo DITUTUP SECARA TOTAL mulai hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 pukul 06.00 WIB sampai dengan hari Sabtu tanggal 26 Juni 2021 pukul 24.00 WIB," demikian bunyi keterangan surat tersebut.

Degan demikian, sejumlah jalur masuk ke Bromo ditutup. Jalur dari arah Probolinggo ditutup di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dari arah Pasuruan ditutup di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, sedangkan dari arah Malang dan Lumajang ditutup di Jemplang.

Kondisi ditutupnya wisata Bromo sama seperti dilakukan dengan tahun sebelumnya. Pelaksanaan Yadnya Kasada 2021 digelar secara tertutup untuk wisatawan.

"Selain untuk mencegah potensi penularan Covid-19, penutupan juga dilakukan agar Saudara kita lebih khidmat merayakan Yadnya Kasada dan merupakan implementasi salah satu dari 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi yaitu "penghormatan nilai budaya dan adat"," bunyi keterangan dalam unggahan Instagram resmi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada 12 Juni 2021.

Kegiatan wisata Gunung Bromo akan dibuka kembali pada Minggu, 27 Juni 2021, pukul 00.01 WIB. Kunjungan ini untuk wisatawan yang akan ke Bromo sekitarnya, seperti Penanjakan, Bukit Kedaluh, Bukit Cinta, Mentigen, Laut Pasir, dan Savana.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Persyaratan Kunjungan Wisata ke Bromo

Bromo
Perbesar
Wisatawan berada di kawasan Gunung Bromo, Malang, Jawa Timur, (29/7). Ratusan wisatawan berbagai daerah setiap harinya memadati kawasan Bromo untuk berwisata melihat terbitnya matahari dan juga kawah Gunung Bromo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelum berkunjung ke Gunung Bromo, ada beberapa syarat dan ketentuan yang perlu diketahui. Pertama, pengunjung dalam kondisi sehat dengan menunjukkan surat keterangan sehat yang resmi dari dokter atau hasil Rapid Test yang masih berlaku. Kedua, usia yang diperkenankan untuk memasuk Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) adalah di bawah 60 tahun.

Ketiga, ibu hamil dilarang masuk kawasan TNBTS. Keempat, menjaga jarak, tidak berkerumun dan selalu menjaga ketertiban. Kelima, wisatawan wajib memakai masker. Keenam, wisatawan membawa hand sanitizer dan atau sabun cair. Ketujuh, membawa kresek kecil berwarna kuning untuk membuang masker.

Diimbau pula, sebelum registrasi, bagi setiap individu atau kelompok yang ingin berwisata ke Bromo dan sekitarnya, wajib mencermati tata cara registrasi dengan saksama. SOP kunjungan wisata alam di TNBTS tetap harus dipedomani dan diterapkan secara ketat dan teratur. Peraturan dan larangan adalah hal yang harus ditaati oleh calon pengunjung.

Selain itu, jumlah pengunjung wisata Gunung Bromo mempertimbangkan daya dukung, daya tampung Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA), pengaturan physical distancing, dan protokol kesehatan bagi wisatawan.

Kuota pengunjung Site Bukit Cinta 56 orang per hari, Site Bukit Kedaluh 172 orang per hari, Site Penanjakan 339 orang per hari, Site Mentigen 200 orang per hari dan Site Savana Teletubies 867 orang per hari. Site Sunrise view point, terdiri atas Bukit Cinta, Pananjakan, Bukit Kedaluh, dan Mentigen. Satu karcis berlaku untuk satu Site Sunrise view point dan Site Savana.

Bagi pengunjung yang memilih Site Savana, hanya dapat ke Site Sunrise view point Gunung Bromo setelah pukul 06.00 WIB. Pengunjung wajib memperhatikan dan menaati pilihan site kunjungan sesuai dengan site pada karcis masuk yang telah dipesan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pembayaran

Bromo
Perbesar
Mobil Jeep membawa wisatawan melintas di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, (29/7). Ratusan wisatawan berbagai daerah setiap harinya memadati kawasan Bromo untuk berwisata melihat terbitnya matahari dan juga kawah Gunung Bromo. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pembelian karcis masuk hanya dapat dilakukan secara online melalui situs bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai dengan ketersediaan kuota. Pengelola tidak menerima pembelian langsung atau tunas di pintu masuk kawasan TNBTS.

Pembayaran hanya bisa dilakukan dengan virtual account. Nominal pembayaran harus sesuai dengan tarif nominal pada booking online.

Batas waktu pembayaran dua jam, setelah pendaftaran. Kode booking akan hangus jika setelah dua jam tidak membayar dan harus registrasi ulang.

Calon pengunjung tidak disarankan membayar pada pukul 23.00 WIB--01.00 WIB untuk mengantisipasi kesalahan atau error pada pembayaran. Pembayaran juga tidak bisa dilakukan melalui teller bank.

Pengelola mengingatkan bahwa tidak ada pengembalian pembayaran uang karcis. Pengunjung juga tidak dapat menjadwal ulang dan harus menunjukkan bukti booking online dengan scan QRcode di pintu masuk.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓