Profesor di Malaysia Tuai Kecaman Usai Komentar Perempuan Lambat Dapat Jodoh

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2021, 20:02 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 20:02 WIB
Ilustrasi pernikahan
Perbesar
Ilustrasi pernikahan (Dok.Unsplash/ Jeremy Wong Weddings)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang profesor asal Malaysia menjadi sorotan masyarakat luas lantaran unggahan videonya di sosial media. Prof Datuk Dr Muhaya Mohamad mengungkapkan pendapatnya tentang alasan seorang wanita sulit mendapat jodoh.

Dilansir dari AsiaOne, Jumat, 11 Juni 2021, video unggahan tersebut telah di dihapus dan dibagikan ulang oleh salah satu pengguna Twitter pada Selasa, 8 Juni 2021. Dokter mata terkenal dan tokoh media itu dikecam warganet karena pernyataannya yang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh terlalu pintar untuk menarik pasangan.

Muhaya juga mengatakan bahwa keberhasilan seorang wanita dalam mendapatkan pasangan didasari oleh tingkat hormon mereka. Dia menyarankan kepada seluruh wanita untuk berhenti berusaha menjadi setara dengan pria.

Menurut Muhaya, salah satu kunci seorang wanita dapat mengakhiri masa lajangnya dengan cara berbohong agar pria tersebut menyukai wanita. Apabila tidak melakukan kebohongan, Muhaya mengatakan wanita tersebut akan menikah dengan jangka waktu yang lama.

Berhubungan dengan agama, pembicara motivasi tersebut memberikan contoh bahwa perempuan harus selalu melihat seorang pria sebagai pemimpin, terlepas dari status dan jabatan mereka di tempat kerja. Muhaya mengatakan, semua imam adalah seorang pria. Bahkan, nabi pun juga seorang pria.

“Sebagai contoh, katakanlah di kantor kita bekerja didominasi oleh kaum pria dan seorang CEO wanita. Ketika sedang berdoa dan melaksanakan ibadah, pria yang menjadi pegawai ini tetap menjadi seorang pemimpin apa pun yang terjadi,” ujar Muhaya dalam unggahan video yang dibagikan ulang oleh akun @emptyshadoww di Twitter.

Pendapat yang diutarakan oleh Muhaya ini dinilai sebagai perbuatan seksis dan misoginis oleh segelintir warga Malaysia. Seksis merupakan prasangka seseorang yang didasarkan pada gender atau penilaian negatif terhadap seseorang lantaran orang tersebut wanita. Sedangkan misoginis sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang membenci atau tidak suka terhadap wanita secara ekstrem.

Wanita yang terlalu mandiri akan memiliki hormon yang tinggi? Kalau seperti itu, saya lebih suka melajang dari pada pasangan saya di masa depan tertarik oleh saya karena kebodohan yang saya miliki,” tulis caption dalam unggahan video tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengutuk Muhaya

Tokoh Malaysia
Perbesar
Video Dr Muhaya yang diunggah ulang oleh salah satu pengguna Twitter (dok. Twitter @emptyshadoww / https://twitter.com/emptyshadoww/status/1402258832601014286 / Dinda Rizky)

Video yang diunggah kembali oleh salah satu pengguna Twitter yaitu Farrah, telah menarik perhatian lebih dari 1,5 juta pengguna di Twitter. Mayoritas masyarakat yang menanggapi video tersebut mengutuk Muhaya atas apa yang telah dikatakannya.

Terkait hal tersebut, Farrah melakukan wawancara dengan World of Buzz. Ketika melakukan wawancara tersebut, Farrah mengungkapkan bahwa dirinya merasa terhina oleh perkataan Muhaya yang mengatakan wanita harus menurunkan harga dirinya hanya untuk memenuhi ego pria.

Namun, ada juga beberapa warganet yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Muhaya merupakan pola pikir boomers yang cenderung memegang teguh adat istiadat sehingga cenderung kolot. Pendapat segelintir orang ini justru tidak disetujui oleh beberapa warganet.

Tak hanya warganet, salah satu dokter ternama di Malaysia, Dr Amalina yang baru saja menikah juga turut memberikan tanggapannya. Dr Amalina mengaku bahwa ibunya sendiri tidak pernah membesarkan dirinya untuk bertindak bodoh demi menemukan pasangan untuk menikah.

“Video tersebut mengirimkan pesan yang salah kepada para gadis dan juga remaja putri. Perempuan jelas tidak boleh menurunkan tingkat intelektualnya hanya untuk menarik perhatian laki-laki,” kata Dr Amalina.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berhenti Minum Obat

minum obat
Perbesar
Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Have a nice day Photo

“Itu penghinaan bagi perempuan dan laki-laki. Jadilah versi terbaik dari diri Anda sendiri. Biarkan wanita menjadi apa yang mereka inginkan. Cukup dengan pola pikir Anda yang harus tunduk ini jika Anda ingin menikah. Tolong berhenti merendahkan wanita,” tambahnya.

Bahkan, pendapat yang dilontarkan Muhaya tersebut membuat sejumlah warga Twitter mempopularkan sebuah utas #bodohbodohsikit. Para pria pun ikut menyuarakan ketidaksetujuan mereka terhadap pendapat Muhaya.

Sebelumnya, Muhaya juga telah terlibat dengan kontroversi yang ada. Dia mendapat kecaman pada Januari tahun ini lantaran telah mendesak beberapa orang untuk berhenti minum obat berdasarkan resep yang diberikan.

Pada Maret lalu, isu seksisme di Malaysia juga marak. Saat itu, terdapat sebuah badan pemerintahan yang mengunggah serangkaian poster kebahagiaan rumah tangga. Namun, unggahan tersebut dikritik lantaran dianggap seksis. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 3 Wanita di Pusaran Kasus Suap Edhy Prabowo

Infografis 3 Wanita di Pusaran Kasus Suap Edhy Prabowo. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 3 Wanita di Pusaran Kasus Suap Edhy Prabowo. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya