Telinga Peri, Tren Operasi Plastik yang Kembali Digemari Anak Muda di China

Oleh Liputan6.com pada 13 Jun 2021, 11:30 WIB
Diperbarui 13 Jun 2021, 11:30 WIB
Telinga Peri, Tren Operasi Plastik yang Kembali Digemari Anak Muda di China
Perbesar
Tren telinga peri yang banyak diminati kaum muda di China. (dok. Instagram @madhousefxstudio / https://www.instagram.com/p/CO3YJM0D--1/?utm_medium=copy_link / Dinda Rizky)

Liputan6.com, Jakarta - Telinga peri mengingatkan pada karakter Tinkerbell di cerita Peter Pan. Meski terlihat unik, bentuk telinga ini tergolong sebagai cacat bawaan. Seseorang yang memiliki telinga seperti ini biasanya menjadi tidak percaya diri dan memilih untuk menutupinya. Namun, sekarang bentuk telinga peri menjadi tren operasi plastik di kalangan anak muda di China.

Tren mengubah telinga menjadi seperti telinga peri sebenarnya dimulai sejak awal 2000an di China. Namun, tren ini kembali diminati kaum muda China untuk membuat wajah mereka terlihat lebih muda dan lebih ramping.

Dilansir dari Asiaone, Jumat, 11 Juni 2021, media sosial di Cina dibanjiri dengan unggahan orang-orang yang antusias memamerkan bentuk wajah baru mereka setelah melalui prosedur bedah kecantika. Mereka lalu merekomendasikan kaum muda lain di Cina untuk melakukan prosedur yang sama.

"Ini adalah sihir! Saya belum mengubah apa pun di wajah saya, namun teman saya mengatakan bahwa saya terlihat berbeda dan jauh lebih cantik setelah memiliki telinga peri. Wajah saya terlihat lebih kecil, rahang saya pun terlihat lebih tirus," kata seorang pengguna media sosial tentang prosedur bedah telinga peri di platform berbagi gaya hidup, Xiaohongshu.

Mylike Medical Cosmetic yang berbasis di Shanghai, penyedia layanan bedah kecantikan utama di Cina mengaku bahwa permintaan telinga peri sangat tinggi. Bahkan, para pelanggan yang ingin mendapatkan prosedur ini harus mengantre dan menunggu dalam waktu yang cukup lama.

Yu Wenlin, seorang dokter spesialis otoplasti di Pusat Kosmetik Medis Gaoshang di Guangzhou, mengatakan bahwa dalam sehari ia bisa melakukan enam operasi telinga. Pasiennya terdiri dari berbagai usia mulai dari remaja awal hingga orang dewasa.

"Kebanyakan wanita setelah tahun 2000an mencari cara agar memiliki telinga runcing bak seorang peri. Pada saat itu, saya membantu seorang selebriti online untuk memiliki telinga berbentuk runcing sekitar awal tahun. Tak disangka, setelah itu banyak orang yang datang kepada saya untuk meminta hal yang sama," kata Yu.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Mengantre Lama

Telinga Peri, Tren Operasi Plastik yang Kembali Digemari Anak Muda di China
Perbesar
Tren telinga peri yang tengah populer di China. (dok. Instagram @aneta_von_cyborg/ https://www.instagram.com/p/COH8lVqhAVn/?utm_medium=copy_link/ Dinda Rizky)

Yu mengatakan bentuk telinga yang sekarang ini sedang populer adalah bentuk telinga yang secara medis disebut telinga Stahl. Ditandai dengan bentuk menonjol 2 sentimeter dari sisi kepala, masyarakat China menganggap bentuk ini sebagai sebuah simbol keberuntungan.

"Memiliki telinga yang lebih menonjol entah bagaimana bisa membuat seseorang terlihat seperti anak kecil. Jika melihat anak kecil yang usianya sekitar enam tahun, telinga mereka 90 persen seperti telinga orang dewasa, namun wajah mereka memiliki proporsi yang sempurna. Bentuk wajah seperti inilah yang ingin didapatkan anak muda di Cina sekarang," jelas Yu.

Yu mengungkap beberapa pasien yang ingin mengubah telinganya beralasan bahwa telinga mereka tidak terlihat jika dilihat dari depan. Akibatnya, wajah mereka terlihat lebih besar.

"Alasan lain karena mereka yang memiliki bentuk telinga kecil, kesulitan untuk menyelipkan rambut ke belakang telinga," tambahnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berisiko Kesehatan

Telinga Peri, Tren Operasi Plastik yang Makin Digemari Anak Muda di China
Perbesar
Tinkerbell. (dok. Disney Experience)

Terdapat dua cara untuk mendapatkan telinga peri. Pertama adalah dengan menambahkan bahan buatan atau tulang rawan dari tubuh bagian lagi ke belakang telinga. Cara lainnya yaitu menyuntikkan cairan asam hialuronat ke bagian telinga.

Wang Jiangyun, seorang ahli bedah kosmetik di The Third People's Hospital di Zhengzhou, di Provinsi Henan, China tengah, memperingatkan bahwa ada risiko infeksi, sikatriks, dan telinga yang berakhir asimetris saat menambahkan tulang rawan ekstra. Sedangkan, penggunaan cairan asam hialironat dapat menyebabkan nekrosis atau sel yang mati, infeksi, alergi, pembekuan pada bagian kulit serta darah.

Mengingat banyaknya efek samping yang akan didapatkan, para ahli bedah menyarankan agar orang-orang lebih rasional melihat tren ini. Mereka percaya setelah tren ini selesai, akan banyak orang-orang yang meminta bedah kecantikan lagi untuk mendapatkan bentuk telinga alami mereka. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Operasi Plastik yang Paling Diminati

Infografis operasi plastik
Perbesar
Infografis operasi plastik (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya