Kisah Pria Thailand Turunkan Berat Badan hingga 80 Kg Selama Setahun

Oleh Komarudin pada 12 Jun 2021, 16:02 WIB
Diperbarui 12 Jun 2021, 16:02 WIB
Ilustrasi
Perbesar
Ilustrasi lari virtual. (dok. pexels/Andrea Piacquadio)

Liputan6.com, Jakarta - Obesitas jadi masalah global. Tak hanya terjadi di Indonesia, masalah berat badan berlebih juga bisa ditemui di Thailand. Salah satunya dialami oleh Nes Chetragull..

Sejak kecil, ia sudah berjuang melawan obesitas. Puncaknya, berat badan pria itu mencapai 156 kg dan sering kali tidak bisa tidur di malam hari. Dia juga sering jatuh saat berjalan.

Muak dengan obesitas yang dialaminya, ia menangani masalah kesehatannya sendiri dan memulai program penurunan berat badan. Setahun kemudian, berat badannya benar-benar berubah dari kondisi sebelumnya.

Dalam sebuah unggahannya di Facebook pada 6 Juni 2021, yang sejak itu menjadi viral, ia memamerkan fotonya saat berdiri di dalam kaki celana lamanya. "Setelah setahun, sekarang beratku 75kg," dia berbagi fotonya dengan gembira.

Unggahan lain menunjukkan dia berpose dengan jaket denim tua, sekarang setidaknya jaket itu dua kali lebih lebar darinya. Namun, jalan menuju hidup yang lebih sehat tidaklah mudah, tambahnya.

Dari Agustus 2019 hingga Juli 2020, dia memangkas semua makanan yang dia nikmati. Ia menekan keinginannya ngemil, seperti gorengan, camilan manis, makanan penutup tradisional Thailand, dan teh susu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Olahraga

Sepatu Olahraga Sepatu Lari
Perbesar
Ilustrasi Foto Sepatu Olahraga (iStockphoto)

Ia membatasi dirinya hanya pada porsi kecil makanan sehat. Salah satu foto menunjukkan sarapannya terdiri dari 150 gram nasi dan 300 gram dada ayam cincang dengan daun kemangi.

Dia juga mulai berolahraga. Ia mengawalinya dengan berjalan kaki selama satu atau dua jam sehari, selanjutnya ia bersepeda untuk olahraga.

"Saya sangat sungguh-sungguh menjalani penurunan berat badan ini," tulisnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Makanan Sehat

Ilustrasi diet
Perbesar
Ilustrasi diet (dok.unpslash/ Louis Hansel )

Dia menghentikan program penurunan berat badan yang ketat setelah 10 bulan. Namun, dia konsisten mempertahankan fisiknya dengan berolahraga secara teratur dan makan sehat.

Dia mendorong orang lain untuk memilihl bentuk olahraga yang "paling nyaman" untuk kehidupan sehari-hari mereka. Ia menekankan pentingnya membakar kelebihan kalori dan tidak lupa untuk "makan hanya makanan sehat".

"Saya berharap Anda semua sukses!" ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar

Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar
Perbesar
Infografis 5 Alasan Diet Tidak Berjalan Lancar. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓