Upaya Reaktivasi Sektor Parekraf dan Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali untuk Turis Asing

Oleh Henry pada 11 Jun 2021, 21:01 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 21:01 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkunjunga ke Bali. (Istimewa)
Perbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berkunjunga ke Bali. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai usaha dilakukan untuk membangkitkan kembali pariwisata Indonesia, terutama di Bali. Untuk itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabarekraf) Sandiaga Uno, kembali melakukan pertemuan dengan Gubernur Provinsi Bali, I Wayan Koster, di Gedung Jaya Sabha, Denpasar, Bali, Kamis malam, 10 Juni 2021.

Keduanya membahas langkah-langkah yang dilakukan untuk mereaktivasi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di provinsi Bali. Usai melakukan pertemuan, Menparekraf mengungkapkan tiga strategi.

Pertama, percepatan program vaksinasi bagi masyarakat Bali. Rencananya, 70 persen penduduk Bali bisa mendapatkan vaksinasi, yaitu sebanyak tiga juta orang, dari jumlah penduduk Bali yang mencapai 4,3 juta orang.

"Kami terus menyiapkan pemulihan pariwisata di Bali. Bagi kami, penanganan COVID-19 sudah jauh lebih baik, dan vaksinasi ini kami apresiasi, bahwa Bali sebagai provinsi yang mendapatkan presentase vaksinasi tertinggi dari targeted group. Sesuai arahan Presiden, vaksinasi itu harus sudah diselesaikan pada Juli ini," jelas Menparekraf dalam rilis yang diterima Liputan6.com, Jumat (11/6/2021).

Selain program vaksinasi, kepatuhan terhadap protokol kesehatan juga akan diperketat.  Beberapa program Kemenparekraf untuk membantu hal tersebut di antaranya melalui Gerakan BISA yang masih digulirkan di destinasi wisata yang ada di Bali dan juga daerah lainnya di Indonesia. Jumlah sertifikasi CHSE juga terus ditingkatkan.

"Dari segi jumlah destinasi wisata, hotel dan restoran yang tersertifikasi, Bali yang tertinggi dari segi kepatuhannya terhadap CHSE. Mulai bulan Juli, kita bakal memulai program CHSE dan Bali kita targetkan dua kali lipat dari tahun lalu, menjadi 1.200 destinasi wisata, hotel, dan restoran yang akan tersertifikasi CHSE," harap Sandiaga Uno.

Terakhir, untuk jangka menengah panjang, penyiapan dari reaktivasi Bali dan diversifikasi ekonomi Bali. "Kita harapkan akan mempercepat pemulihan pariwisata di Bali sesuai dengan pengendalian COVID-19 yang lebih baik lagi kedepannya," ucapnya lagi.

Rencana jangka menengah panjang tersebut meliputi infrastruktur transportasi darat, laut, dan udara, menyiapkan fasilitas pariwisata seperti kegiatan MICE, dan lainnya. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Program Tepat Manfaat

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dewi/Liputan6.com)
Perbesar
Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (Dewi/Liputan6.com)

Kemenparekraf juga membantu pemulihan ekonomi Bali dengan beragam program tepat manfaat, tepat sasaran, tepat waktu, dan tentunya berkeadilan. Contohnya, program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) yang dianggarkan sebesar Rp60 miliar dan pendaftarannya sudah dibuka pada 4 Juni 2021.

Ada juga Dana Hibah Pariwisata yang tahun ini akan diperluas dan diperbesar jumlahnya menjadi Rp3,7 triliun. Selain itu ada sejumlah kegiatan seperti Arabian Travel Market (ATM) Dubai 2021, dan Bali & Beyond Travel Fair 2021 yang berlangsung di Nusa Dua pada 8 – 12 Juni 2021.

Yang terbaru, Kemenparekraf sedang merampungkan Tahap Akhir Pra Kondisi, Kawasan SUN (Sanur-Ubud-Nusa Dua) Bali yang rencananya akan dibuka kembali bagi wisatawan asing pada Juni-Juli 2021 mendatang. Kabar baik itu disampaikan Sandiaga Uno usai menggelar rapat koordinasi persiapan pembukaan pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Badung, Bali pada Jumat (11/6/2021).

"Hari ini kita membuka rapat koordinasi persiapan pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan asing dan ini mengawali tahap-tahap akhir dari penyiapan kita yang terus kita persiapkan dalam beberapa bulan terakhir," terang Sandiaga Uno.

Rapat yang dihadiri Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Kementerian Luar Negeri Republik hingga Satgas Covid-19 itu menyepakati sejumlah pra kondisi. Di antaranya pengendalian kasus Covid-19, vaksinasi, penyiapan travel corridor arrangement (TCA), dan peningkatan kepatuhan protokol kesehatan. Beberapa prakondisi yang menjadi barometer penyiapan pembukaan pariwisata Bali itu katanya akan dievaluasi secara terus-menerus.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Persiapan Sudah 90 persen

Petugas Semprot Disinfektan di Kawasan Wisata Sanur
Perbesar
Seorang petugas kesehatan menyemprotkan disinfektan di kawasan wisata di Sanur, Bali, Senin (16/3/2020). Penyemprotan dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus Corona COVID-19 di kawasan pariwisata tersebut. (SONNY TUMBELAKA/AFP)

Peninjauan pun akan dilakukan di kawasan SUN. Sandi berharap kasus Covid-19 bisa terus ditekan dan secara global juga kondusif, sehingga bisa mencapai target yang sudah ditetapkan.

Mengenai persiapan pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara diungkapkannya sudah mencapai lebih dari 90 persen. Namun situasinya bergerak terus, bisa turun-bisa naik, tergantung keseriusan semua pihak untuk menghadirkan prakondisi-prakondisi tersebut.

"Yang terpenting untuk kita garis bawahi adalah situasi Covid-19 di Provinsi Bali sendiri," ujarnya.  Kondisi tersebut ditegaskan Sandiaga Uno sangat penting, mengingat perekonomian, khususnya sektor parekraf Bali sangat terpuruk sejak pandemi melanda Indonesia pada awal 2020 lalu.

Kehadiran wisatawan mancanegara diyakini Sandiaga Uno dapat kembali membuka peluang usaha serta lapangan kerja seluas-luasnya bagi masyarakat Bali ke depannya.

"Ini adalah satu proses yang panjang, yang melibatkan begitu banyak pihak dan semuanya optimis dan merasakan motivasi yang besar. Karena sudah lima kuartal Bali ini ekonominya terkontraksi luar biasa, dan ada peluang terbuka karena angka Covid-19 di Bali berhasil ditekan dan proses vaksinasi bisa terus digencarkan," pungkas Sandiaga Uno.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk

Infografis .Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Perbesar
Infografis . Setahun Pandemi Covid-19, Pariwisata Dunia dan Indonesia Terpuruk
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓