Boneka Barbie dari Sampah Plastik Daur Ulang Meluncur ke Pasaran

Oleh Dinny Mutiah pada 11 Jun 2021, 11:02 WIB
Diperbarui 11 Jun 2021, 11:02 WIB
Barbie dari Daur Ulang Sampah Plastik Meluncur ke Pasaran
Perbesar
Koleksi Barbie Loves The Ocean. (dok. Barbie)

Liputan6.com, Jakarta - Mattel baru saja meluncurkan koleksi Barbie terbaru yang terbuat dari sampah plastik. Koleksi yang dinamai Barbie Loves The Ocean itu menghadirkan tiga boneka, set permainan pantai, dan set permainan pelengkap. 

Perusahaan produsen Barbie itu bermitra dengan perusahaan daur ulang plastik Envision Plastics, salah satu pendaur ulang produk HDPE besar. Material plastik yang digunakan akan diambil di area sekitar Semenanjung Baja, Meksiko. Tujuannya demi mencegah sampah plastik dibuang ke laut.

"Usaha keberlanjutan kami menunjukkan langkah berikutnya dari misi sosial dan evolusi Barbie," kata Lisa McKnight, Wakil Presiden Senior Mattel dan kepala perusahaan Barbie and Dolls global, dilansir dari CNN Business, Jumat (11/6/2021).

Ia menyatakan peluncuran koleksi itu juga untuk menunjukkan kepada generasi berikutnya bahwa mereka bisa menjadi apapun. Tapi sebelum itu, generasi masa kini harus berperan dalam melindungi Bumi.

"Menurunkan dampak lingkungan kami dan mempromosikan perilaku sehari-hari yang ramah lingkungan," ia menambahkan.

Setiap set boneka Barbie Loves the Ocean dihargai 10 dolar AS atau sekitar Rp142 ribu. Sementara, set permainan pantai dijual 20 dolar AS dan set permainan pelengkap lainnya dijual 10 dolar AS. 

 

 

 

 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Luncurkan Video Kampanye

Barbie dari Daur Ulang Sampah Plastik Meluncur ke Pasaran
Perbesar
Koleksi Barbie Loves The Ocean. (dok. Barbie)

Seiring peluncuran koleksi tersebut, Mattel juga melansir video baru berjudul Barbie Shares How We can All Protect the Planet. Video tersebut dirilis di Youtube sebagai bagian seri vlog Barbie.

Lini terbaru Barbie serta inisiatif yang diluncurkannya menjadi langkah terbaru Mattel untuk mencapai target keberlanjutan. Perusahaan mainan berusia 76 tahun itu sebelumnya berkomitmen menggunakan material plastik 100 persen daur ulang, yang bisa didaur ulang atau berbasis material biologis untuk seluruh produk dan kemasannya pada 2030.

Pada Mei 2021, perusahaan juga mengumumkan program yang bernama Mattel Playback. Program itu mendorong konsumen untuk mengirimkan boneka lama mereka kembali ke perusahaan, dan kemudian akan digunakan untuk membuat produk Mattel di masa depan.

Program diluncurkan bersama Barbie dan dua label Mattel lainnya, yakni Matchbox dan Mega. Jenama lain akan ditambahkan dalam program yang sedang berjalan.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Minat Meningkat

Astronot Perempuan Rusia Jadi Inspirasi Boneka Barbie Terbaru
Perbesar
Astronot Perempuan Rusia Jadi Inspirasi Boneka Barbie Terbaru. (dok.Instagram @trtworld/https://www.instagram.com/p/CMpNo9dKqpu/Henry)

Situasi pandemi menciptakan peningkatan permintaan untuk permainan yang tidak terduga sebelumnya. Hal tersebut imbas dari orangtua yang harus menghabiskan waktu lebih banyak dengan anak-anak mereka di rumah.

Mattel tidak sendiri dalam upaya mengatasi dampak ekologi. Banyak perusahaan mainan lain juga berusaha lebih ramah lingkungan setelah bertahun-tahun menggantungkan produksi produk dan kemasan pada plastik yang merusak lingkungan,

Menemukan material alternatif pengganti plastik sangat krusial untuk mengatasi masalah perubahan iklim. Begitu pula dengan mengadopsi cara pemasaran dan produk yang lebih ramah lingkungan oleh perusahaan penting dilakukan seiring meningkatnya kesadaran konsumen tentang bagaimana pilihan mereka berdampak pada kondisi Bumi.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi
Perbesar
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya