Sosialiasi tentang CHSE dan Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata Masih Belum Merata

Oleh Komarudin pada 07 Jun 2021, 09:31 WIB
Diperbarui 07 Jun 2021, 09:31 WIB
Borobudur
Perbesar
Tiket.com membagikan rekomendasi jalur sepeda yang menanjak di kawasan Borobudur. | tiket.com

Liputan6.com, Jakarta - Sejak awal 2021, masyarakat mulai berani berjalan-jalan maupun berwisata ke berbagai tempat di Indonesia. Namun, saat Lebaran terjadi pembatasan demi menghindari penyebaran Covid-19.

"Saat itu, saya cukup yakin terjadi terjadi peningkatan untuk sektor pariwisata. Ternyata, justru setelah Lebaran orang malah semakin banyak untuk bepergian ke sana-sini dan lain-lain," kata Co-Founder and Chief Marketing Officer (CMO) tiket.com, Gaery Undarsa, dalam acara 'tiket.com's Multistakeholder Forum One Day Workshop' di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Resort and Spa, Sabtu, 5 Juni 2021.

Gaery sepakat dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk meningkatkan kesadaran terhadap CHSE mengenai protokol kesehatan di tempat wisata, baik di kota-kota wisata, hotel, dan lain-lain. Oleh karena itu, Gaery menilai perlu ada sosialisasi terhadap protokol kesehatan secara masif.

"Kita yang berada di industri pariwisata yang harus memberikan kepercayaan kepada customer agar mereka bisa datang ke tempat kita. Untuk itu mereka harus punya confidence yang tinggi dengan cara menjaga protokol kesehatan dengan baik," jelas Gaery.

Untuk itu, Gaery mengatakan perlu mengadopsi langkah yang dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno untuk memulihkan dunia pariwisata Indonesia. Langkah tersebut dengan istilah 'gaspol, gercep, dan geber' di semua tempat pariwisata yang ada yang terdampak dari pandemi Covid-19.

"Gaspol itu menggarap semua potensi yang ada, gercep itu gerak cepat, dan geber atau gerakan bersama. Jadi, saat ini kita harus saling bahu-membahu memulihkan industri pariwisata yang ada," kata Gaery.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Komitmen terhadap Protokol Kesehatan

Kampanye Indonesia Care Siap Pulihkan Pariwisata Nasional
Perbesar
Kolaborasi dalam kampanye IndDOnesia CARE dan membantu menyoroti 5 destinasi super prioritas merupakan bentuk dukungan tiket.com untuk gerak cepat memulihkan pariwisata nasional dan disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Dalam kesempatan itu, Area Manager East Indonesia tiket.com Rajasa Hadisoemarto mengatakan hingga saat ini pihaknya tetap komitmen untuk meningkatkan industri pariwisata. Caranya dengan konsisten menjalankan protokol kesehatan.

"Kita mendorong customer ataupun industri untuk melaksanakan protokol kesehatan. Salah satunya, pesan voucher dapat gratis voucher antigen," kata dia.

Rajasa menambahkan, pihaknya selalu menawarkan promosi yang berfungsi untuk mendapatkan pelanggan yang baru. Tujuannya agar mereka bertransaksi atau check-in di hotel-hotel partner dengan memberikan harga terbaik dengan berbagai promosi istimewa.

"Jadi, mereka akan senang, nyaman, membeli dengan harga yang lebih terjangkau dan kompetitif," imbuhnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Utamakan Pelanggan

Ilustrasi hotel
Perbesar
Ilustrasi hotel (dok.unsplash/ reisetopia)

Hal lain, tiket.com sebagai salah satu travel agent online yang mengutamakan pelanggan, yakni dengan memberikan layanan ataupun fitur ke pelanggan dengan baik. Seperti soal refund, menurut Rajasa, tak perlu repot karena sekarang soal refund tidak bisa dihindari dan pihaknya akan melayaninya dengan baik. Jika customer sudah booking kemudian ada peraturan pemerintah tertentu, mereka bisa refund atau reschedule.

"Atau juga ada customer sudah melakukan booking, tiba-tiba ada anggota keluarganya yang kurang sehat atau dirinya kurang sehat, berarti mereka harus melakukan refund atau reschedule. Kita sudah menyiapkan semua itu dengan cara yang cepat dan mudah," jelas Rajasa.

Tiket.com juga berkampanye dengan melibatkan hotel, objek wisata, hingga penerbangan. Saat ini, tiket.com meningkatkan kerja sama dengan lebih banyak hotel baru. Total partner tiket.com kini mencapai 23.000 hotel di Indonesia, sedangkan yang sudah tersertifikasi dengan standar tiketCLEAN baru 11.200 hotel.

"Target kita tahun ini adalah menambah partner menjadi 27.000 dengan sertifikasi standar protokol kesehatan 20.000 sehingga customer dapat memilih hotel dengan kuota yang lebih banyak," ucap Rajasa.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓