Top 3 Berita Hari Ini: Peluang Promosi Wisata dari Perkembangan Kuliner Indonesia di Selandia Baru

Oleh Asnida Riani pada 04 Jun 2021, 23:01 WIB
Diperbarui 04 Jun 2021, 23:01 WIB
Resep mi goreng jawa udang
Perbesar
Resep mi goreng jawa udang. (dok. Kokiku TV/Vidio.com)

Liputan6.com, Jakarta - Topik berkembangnya kuliner Indonesia di Indonesia sehingga membuka peluang promosi wisata jadi salah satu yang masuk dalam Top 3 Berita Hari Ini. Duta Besar (Dubes) RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, menyebut dari semula tiga restoran Indonesia, sekarang sudah ada 14 restoran Indonesia dibuka di sana.

"Ada yang bentuknya permanen restoran fine dining, ada yang sifatnya kafetaria, food truck, ada yang bentuknya warung. Sebagian besar hasilnya baik, bukan hanya komunitas kita, tapi juga masyarakat lokal, orang-orang asing pada dasarnya menggemari masakan Indonesia," ujar Tantowi Yahya dalam virtual meeting bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Kamis, 3 Juni 2021.   

Ia menyebut hal itu merupakan peluang bagi kuliner Indonesia semakin membumi di Negeri Kiwi. Terlebih, tempat yang menjajakan makanan khas Indonesia tersebar di beberapa area dengan segmentasi pasar yang beragam.

Beranjak dari Selandia Baru, bahasan tentang seorang presenter BBC menarik perhatian setelah fotonya bercelana pendek saat membawakan berita langsung di televisi tersebar luas juga muncul sebagai artikel populer. Pria bernama Shaun Ley itu awalnya terlihat formal mengenakan jas, kemeja, dan dasi saat membawakan berita pada Rabu, 4 Mei 2021, pukul 11 malam, waktu Inggris.

Kala itu, ia memasang wajah serius ketika mengabari aturan baru perjalanan menyusul situasi COVID-19. Presenter BBC itu juga membahas soal krisis politik Israel. Tapi, penonton terlanjur salah fokus ketika kamera menyorotnya dari samping.

Juga, masuk dalam artikel populer adalah masalah sampah plastik yang masih jadi pekerjaan rumah bersama. Topik ini secara lebih gencar dimunculkan menjelang Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021 yang jatuh pada Sabtu, 5 Juni 2021.

Direktur Jenderal PLSB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rosa Vivien, menyebut ada tiga pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi isu tersebut, yaitu pendekatan zero waste melalui perubahan perilaku, pendekatan teknologi, dan pendekatan ekonomi sirkular.

Semua topik di atas terangkum dalam Top 3 Berita Hari Ini. Berikut potongan ulasannya.

Kuliner Indonesia Berkembang di Selandia Baru, Kemenparekraf Tangkap Peluang Promosi Wisata

Ilustrasi Nasi Goreng
Perbesar
Ilustrasi nasi goreng (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Burhan, pemilik Restoran Garuda di Selandia Baru, bercerita bahwa kini ia mengelola tiga food truck dan satu restoran di sana. Menurutnya, menu nasi goreng dan mi goreng yang bercita rasa Indonesia sangat diminati warga Selandia Baru.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelaku kuliner jadi garda terdepan dalam mempromosikan Indonesia pada masyarakat Selandia Baru secara langsung. Maka itu, ia antusias berkolaborasi dengan Kemenparekraf dalam memperkenalkan kuliner dan wisata Indonesia. Ia berharap pemerintah bisa membantu membuatkan materi promosi wisata Indonesia berupa flyer tentang destinasi wisata di Indonesia.

Selengkapnya...

Presenter BBC Ketahuan Pakai Celana Pendek Saat Bawakan Berita Langsung di Televisi

Presenter BBC Ketahuan Pakai Celana Pendek Saat Bawakan Berita Langsung di Televisi
Perbesar
Shaun Ley, presenter BBC yang ketahuan bercelana pendek saat membawakan berita langsung di televisi. (dok. Screenshoot BBC)

Shaun Ley merupakan presenter kelahiran Devon, Inggris yang bergabung dengan BBC tahun 1990, selepas lulus kuliah. Ia bekerja di Radio 4's World dan membawakan acara tentang Doctor Who.

Sebelum kejadian celana pendek, pada 2019, kejadian lucu lain juga sempat tercatat. Saat itu, laba-laba merayap di lensa kamera saat Ley mewawancarai seorang konselor Glasgow.

Selengkapnya...

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2021, Sampah Plastik Masih Jadi Pekerjaan Rumah Bersama

Ilustrasi sampah plastik
Perbesar
Ilustrasi sampah plastik (dok.unsplash/ Nick Fewings)

Awalnya, plastik dimaksudkan untuk membantu lingkungan karena eksploitasi bahan kertas sebagai pembungkus berdampak pada penebangan jutaan pohon. Dalam perkembangannya, solusi ini justru memicu masalah lingkungan yang "bertahan" ratusan tahun. Jutaan ton sampah plastik telah mencemari tanah, udara, dan laut, akibat penggunaannya secara tidak bijak.

Direktur Jenderal PLSB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rosa Vivien, menilai pendekatan ekonomi sirkular sebagai win-win solution. Pasalnya, sampah plastik diolah sedemikian rupa agar mendatangkan nilai ekonomi baru sekaligus mengurangi timbunan sampah yang akhirnya berdampak positif pada lingkungan. 

Selengkapnya...

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi

Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi
Perbesar
Infografis Timbulan Sampah Sebelum dan Sesudah Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓