Menyusul Rendang, Tempe Bakal Jadi Bagian Diplomasi Kuliner Indonesia

Oleh Dinny Mutiah pada 03 Jun 2021, 07:31 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 07:31 WIB
Menyusul Rendang, Tempe Bakal Jadi Bagian Diplomasi Kuliner Indonesia
Perbesar
Ilustrasi tempe. (dok. dyahahsina/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan pihaknya akan menjadikan tempe sebagai bagian dari promosi kuliner Indonesia di dunia internasional. Dengan kata lain, tempe bakal jadi bagian diplomasi kuliner Indonesia.

"Rendang sudah duluan, tempe menyusul," ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing di Jakarta, Rabu, 2 Juni 2021.

Sementara itu, pekerjaan rumah besar terkait pengusulan tempe sebagai warisan budaya takbenda UNESCO adalah suplai bahan baku. Untuk itu, Sandi berjanji akan terus berkoordinasi dengan kementerian maupun lembaga terkait, terutama Kementerian Perdagangan (Kemendag) terkait suplai kedelai.

"Hasil diskusi dengan Kemendag adalah kita akan memastikan, baik dari segi suplai maupun kualitas (tempe) di pasaran," imbuh Sandiaga.

Ia menyebut, proses mendapatkan pengakuan UNESCO butuh beberapa tahapan. Juga, mendukung penuh upaya tersebut, sekaligus mengusulkan untuk membawa tempe dalam setiap kegiatan roadshow promosi pariwisata dan kuliner internasional. Yang terdekat adalah event Dubai Expo 2021 pada Oktober 201.

Selain itu, ia juga mengajak unsur pentahelix, seperti UMKM atau pengusaha tempe, institusi pendidikan, serta teknologi digital dan media untuk membantu memasarkan tempe. "Tempe ini akan menjadi bagian gastrodiplomacy, yakni diplomasi berbasis makanan," ucapnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Superfood

Tempe
Perbesar
Tempe makanan asli milik bangsa Indonesia yang terdapat dalam Serat Centhini (dok.instagram/@widawinarno/https://www.instagram.com/p/B1lEa5plnHv/Komarudin)

Tempe saat ini sudah diakui sebagai warisan budaya nasional. Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemdikbud Ristek, Hilmar Farid, beberapa waktu lalu mengatakan bahwa tempe sudah pernah dibahas dalam sidang tingkat nasional untuk diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

Menurut Farid, usulan itu selalu dibuat komunitas pendukung. Nantinya, mereka presentasi di hadapan tim penilai yang terdiri dari para pakar.

Dengan didaftarkan sebagai warisan budaya takbenda, tempe yang awalnya dianggap makanan kelas dua akan jadi sesuatu yang keren. Apakagi, orang di luar negeri telah banyak yang mengakui tempe sebagai superfood.

"Kita masih harus melakukan edukasi pada masyarakat bahwa kita punya sesuatu yang keren, yang sehari-hari gampang ditemui," ujar pendiri Indonesia Tempe Movement, Wida Winarno.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Diplomasi Indonesia via Jalur Kuliner

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner
Perbesar
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓