Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Diluncurkan, Cari Talenta Ekonomi Kreatif di 20 Kota/Kabupaten untuk Dibina

Oleh Dinny Mutiah pada 30 Mei 2021, 16:02 WIB
Diperbarui 30 Mei 2021, 16:02 WIB
Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Diluncurkan, Cari Talenta Ekonomi Kreatif di 20 Kota/Kabupaten untuk Dibina
Perbesar
Peluncuran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (dok. Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) resmi meluncurkan Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 pada Jumat, 28 Mei 2021. Ajang tersebut merupakan program pendampingan kepada para pelaku ekonomi kreatif di 20 kota/kabupaten di Indonesia melalui bootcamp dan pameran di akhir tahun.

Subsektor ekonomi kreatif yang dicari meliputi kuliner, kriya, fesyen, musik, film, animasi, aplikasi, dan permainan. Panitia akan memilih 20 proposal yang masuk dari masing-masing kota untuk mengikuti pelatihan. Materinya meliputi bisnis model, hak kekayaan intelektual, promosi digital, perencanaan keuangan dan investasi, serta kreativitas.

"Ini untuk pertama adalah membangkitkan semangat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif, yang akibat pandemi Covid-19 memberi banyak pembatasan. APKI malam ini untuk bangkitkan semangat kita," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam peluncuran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Balairung Soesilo Soedarman, Jakarta.

Menparekraf berharap program tersebut dapat membantu mengangkat kembali potensi, semangat, dan pendapatan pelaku ekraf yang terdampak pandemi Covid-19. Terlebih, ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia masa depan untuk meningkatkan PDB dan ekonomi masyarakat, khususnya di era industri 4.0.

"Melalui Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 diharapkan muncul sosok dan produk baru penggerak ekonomi kreatif yang bisa membanggakan Indonesia di mata dunia dengan menstimulasi ide, gagasan, kreasi, perluasan jejaring kerja," kata Sandiaga.

Setelah peluncuran, kegiatan akan dilanjutkan dengan proses registrasi melalui laman www.apresiasikreasiindonesia.com. Peserta yang memenuhi syarat akan dikurasi menjadi 20 peserta per masing-masing kota untuk mengikuti pameran dan bootcamp. Ke-20 kabupaten/kota tersebut adalah Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Semarang, Surakarta, Wonosobo, Jepara, Banyumas, Pekalongan, Banyuwangi, Blitar, Surabaya, Malang, Denpasar, Lombok, Medan, Palembang, Lampung, Makassar, dan Balikpapan.

"Nantinya acara akan dikemas dalam talkshow kreatif dan workshop di mana peserta dapat hadir secara luring dan daring melalui platform digital, festival film, music live performance dan acara puncaknya yaitu Pekan Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 yang akan dilaksanakan pada bulan Desember 2021," ujar Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Muhammad Neil El Himam.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saatnya Kolaborasi

Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 Diluncurkan, Cari Talenta Ekonomi Kreatif di 20 Kota/Kabupaten untuk Dibina
Perbesar
Pengisi acara dalam peluncuran Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 pada Jumat malam, 28 Mei 2021. (dok. Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenparekraf)

Menparekraf juga mengingatkan pentingnya AKI 2021 sebagai medium para pelaku ekonomi kreatif untuk berkolaborasi. Banyak hal yang bisa dicapai bila saling mengisi. Pengalaman itu juga dirasakan oleh Magdalena, food vlogger yang meluncurkan tagar Gara-Gara Magda untuk membantu para pengusaha kuliner kecil-kecilan.

"Aku masih kasih awareness ke anak muda lain bahwa dunia itu lebih besar dari dunia kalian sendiri. Ternyata, UMKM banyak butuh bantuan hingga akhirnya keluarlah video itu. Aku angkat dari sisi story dan makanannya juga aku bedah," ujarnya.

Usahanya membuahkan hasil. Berkat tagar itu, banyak makanan yang viral hingga membantu pengembangan usaha. Gerakan yang dimulai pada Juni 2020 lalu yang hanya seputar Jabodetabek kini sudah meluas hingga enam kota di Jawa-Bali.

Sementara, sutradara Lola Amaria selaku perwakilan ekraf dari subsektor film menilai potensi yang tinggi dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia yang sangat selaras untuk diangkat secara bersama. Ia menceritakan pada 2016 pernah membuat film di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dengan judul “Labuan Hati” yang mampu mengangkat keindahan wisata yang terkenal dengan Taman Nasional Komodo tersebut.

"“Pariwisata, film dan ekonomi kreatif itu adalah tiga hal yang sangat berkaitan. Film 'Labuan Hati' tersebut saya bawa ke beberapa negara di Eropa sekaligus untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia, agar tidak hanya Bali saja yang terkenal di sana. Saya belajar dari film-film Amerika yang selalu mencantumkan nama kotanya sebagai salah satu upaya promosi seperti ‘Leaving Las Vegas’, ‘New York, I Love You’. Saya harap dengan mencantumkan nama kota di Indonesia juga sebagai upaya promosi wisata di Tanah Air," katanya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ketimpangan Ekonomi Global

Infografis Ketimpangan Ekonomi Global
Perbesar
Hampir 99 persen kekayaan dunia dimiliki, hanya oleh 1 persen kelompok tertentu (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓