Mengenal Gedung STOVIA yang Sekarang Jadi Museum Kebangkitan Nasional

Oleh Komarudin pada 20 Mei 2021, 14:02 WIB
Diperbarui 20 Mei 2021, 17:18 WIB
Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Pengunjung melihat buku-buku di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada tanggal 20 Mei merupakan refleksi mengenang masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 20 Mei, Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional. Di tanggal yang sama pada 1908 lalu, sebuah organisasi modern nasional Indonesia pertama lahir, yakni Budi Utomo.

Hari kelahiran Budi Utomo itulah yang kemudian dijadikan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Mereka yang mendeklarasikan berdirinya Budi Utomo adalah para pelajar STOVIA.

Berdirinya Budi Utomo itu juga lekat dengan isyarat kebangkitan Indonesia. Hal itu dijelaskan dalam buku Dari Kebangunan Nasional Sampai Proklamasi Kemerdekaan karya Ki Hadjar Dewantara.

"Beberapa dan pelbagai perhimpunan, baik yang bersifat kultureel dan sosial, maupun jang berdasarkan agama, politik dan ekonomi, segera menjusul berdiri di tengah-tengah masjarakat kita di segenap daerah-daerah tanah air kita," tulis Ki Hajar Dewantara, yang juga sempat menuntut ilmu di STOVIA.

Pada 1 Maret 1902, gedung, yang sekarang dialihfungsi sebagai Museum Kebangkitan Nasional, itu mulai resmi digunakan untuk School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA). Munculnya STOVIA pun menandai berakhirnya Sekolah Dokter Jawa.

Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Pengunjung mengamati diorama sejarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada tanggal 20 Mei merupakan refleksi mengenang masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

STOVIA merupakan penyempurnaan dari sistem pendidikan kedokteran Sekolah Dokter Jawa yang didirikan pada 1851 di Rumah Sakit Militer Weltevreeden, sekarang Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Hal itu diungkap Ika Yuni Purnama dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dalam Jurnal Senirupa Warna tahun 2019.

Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Pengunjung mengamati diorama sejarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati pada tanggal 20 Mei merupakan refleksi mengenang masa dimana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada 5 Juli 1920 secara resmi seluruh kegiatan pendidikan STOVIA dipindahkan ke Salemba, sedangkan STOVIA lama dipergunakan untuk asrama pelajar. Baru pada 1926, asrama pelajar pun hijrah ke wilayah Salemba.

Pemerintah kolonial Hindia Belanda kemudian memanfaatkan gedung STOVIA sebagai tempat pendidikan sekolah Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang berarti pendidikan dasar lebih luas atau setara SMP di masa sekarang.

 

Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Seorang wanita melihat lukisan di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Hari Kebangkitan Nasional juga merupakan refleksi kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada 20 Mei 1974, Gedung Kebangkitan Nasional diresmikan Presiden Soeharto sebagai Gedung Kebangkitan Nasional. Pada 27 September 1982 pengelolaan Gedung Kebangkitan Nasional dialihkan dari Pemerintah DKI Jakarta pada pemerintah pusat, dalam kasus ini Departeman Pendidikan dan Kebudayaan.

Mengunjungi Museum Kebangkitan Nasional
Perbesar
Pengunjung mengamati diorama sejarah di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Kamis (20/5/2021). Hari Kebangkitan Nasional juga merupakan refleksi kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kemudian, pada 12 Desember 1983, berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.030/0/1984, selain jadi cagar budaya, gedung ini juga dimanfaatkan sebagai museum untuk melestarikan sejarah kebudayaan masa lalu. Letak museum itu berada di Jalan Dr Abdul Rahman Saleh, Senen, Jakarta Pusat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Hari Museum Internasional

infografis hari museum internasional
Perbesar
Hari Museum Internasional
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya