Kim Jong-un Larang Warga Korea Utara Pakai Skinny Jeans dan Bergaya Rambut Mullet

Oleh Putu Elmira pada 18 Mei 2021, 10:01 WIB
Diperbarui 18 Mei 2021, 10:01 WIB
Kim Jong-un
Perbesar
Gambar tak bertanggal yang dirilis pada 9 Oktober 2019, pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mengunjungi ladang pertanian No. 1116 dari KPA Unit 810 di lokasi yang dirahasiakan. Ini merupakan penampilan perdana Kim Jong-un sejak perundingan nuklir dengan AS tidak mencapai titik temu. (KCNA VIA KNS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Diktator Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan melarang pemakaian skinny jeans dan gaya rambut mullet bagi warganya. Hal ini dilakukan Kim Jong-un dalam upaya mengendalikan kaum muda.

Dilansir dari laman Mirror, Selasa (18/5/2021), Kim Jong-un disebutkan takut akan pengaruh Barat yang "menurunkan martabatnya" pada pemuda di Korea Utara, di tengah kekhawatiran hal tersebut dapat menyebabkan runtuhnya rezimnya.

Ripped dan skinny jeans, serta potongan rambut mewah, semuanya dipandang sebagai tanda "invasi gaya hidup kapitalistik", klaimnya. Kim, yang diyakini kian cemas akan digulingkan, sebelumnya telah memutuskan bahwa orang yang kedapatan mengikuti mode harus dikirim ke kamp kerja paksa.

Surat kabar negara The Rodong Sinmun, meluncurkan seruan baru agar barang-barang semacam itu dijauhkan karena takut membuat negara "runtuh seperti tembok lembap".

"Sejarah mengajarkan kita pelajaran penting bahwa sebuah negara bisa menjadi rentan dan akhirnya runtuh seperti tembok lembap terlepas dari kekuatan ekonomi dan pertahanannya jika kita tidak berpegang pada gaya hidup kita sendiri," demikian bunyi dalam editorial akhir pekan lalu.

"Kita harus waspada bahkan pada tanda sekecil apapun dari gaya hidup kapitalistik dan berjuang untuk menyingkirkannya," lanjut keterangan di surat kabar Korea Utara itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ragam Larangan

Ilustrasi celana jeans
Perbesar
Ilustrasi celana jeans (Photo by Jason Leung on Unsplash)

Menurut Kantor Berita Yonhap, rezim Kim telah memberlakukan hukuman yang lebih keras bagi mereka yang ditemukan memiliki video yang dibuat di Korea Selatan. Rambut yang diwarnai dan tindikan juga tidak dapat diterima, klaim laporan itu.

Dilansir dari laman Express, menurut Daily NK, Youth League provinsi merilis perintah tentang gaya rambut yang "pantas". Dokumen itu menyebut mullet dan gaya rambut tidak sah lainnya adalah "perilaku anti-sosialis" dan merupakan bagian dari "angin kuning kapitalisme".

Pejabat Pyongyang di Korea Utara juga menindak musik pop menyusul kesuksesan band K-pop Korea Selatan seperti BTS dan Blackpink. Salah satu situs propaganda rezim telah membandingkan musik pop dengan "perbudakan" dan menyebut orang terikat dengan "kontrak yang sangat tidak adil".

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓