Tempat Wisata Saat Libur Lebaran Bisa Picu Klaster Covid-19, Apa Jaminan Kemenparekraf?

Oleh Henry pada 10 Mei 2021, 21:02 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 21:02 WIB
Kawasan Wisata Kota Tua Mulai Ramai
Perbesar
Wisatawan menaiki sepeda di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, Minggu (28/6/2020). Para pedagang, delman, dan jasa penyewaan sepeda pun terlihat kembali meramaikan suasana di sekitar Kali Besar. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah secara resmi melarang masyarakat untuk mudik Lebaran di tahun ini pada 6--17 Mei 2021. Di sisi lain, tempat wisata dan rekreasi boleh buka dan beroperasi.

Tujuan utama larangan mudik tentunya untuk mencegah penularan Covid-19 di seluruh Indonesia. Namun dibukanya tempat wisata di masa libur Lebaran juga dianggap sejumlah pihak berpotensi menambah kasus baru dan bahkan klaster baru Covid-19. Apalagi, banyak masyarakat yang tidak mudik dan bisa saja lebih memilih untuk mendatangi sejumlah tempat wisata.

Lalu, bagaimana pemerintah pusat, terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mencegah sekaligus menjamin hal itu tak akan terjadi?

"Tempat wisata memang tetap buka tapi protokol kesehatan juga dijalankan dengan ketat oleh pengelola wisata dan harus dipatuhi pengunjung. Kalau semua dijalankan sesuai aturan, kecil kemungkinan terjadi hal-hal yang tak diinginkan," ucap Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (10/5/2021).

Sandi menambahkan, di beberapa tempat wisata sudah dipasang semacam alat yang bisa menandai berapa jumlah pengunjungnya. Kalau kapasitasnya sudah maksimal alat itu bisa berbunyi atau ada semacam alarm untuk peringatan.

"Untuk jumlah pengunjung maksimal, di DKI Jakarta menerapkan kebijakan 30 persen, tapi di daerah lain bisa berbeda karena itu tergantung dari kebijakan masing-masing Pemda," terang Sandiaga Uno.

Agar ketentuan dan aturan yang sudah dibuat dijalankan dengan baik, pemerintah akan menurunkan tim untuk mengawasi tempat-tempat wsiata, mulai dari petugas Satpol PP, kepolisian dan aparat keamanan lainnya.

2 dari 4 halaman

Mengingatkan dan Menindak

Menparekraf Sandiaga Uno di Weekly Press Briefing
Perbesar
Menparekraf Sandiaga Uno di Weekly Press Briefing. (Liputan6.com/Henry)

Sandi juga meminta masyarakat terutama mereka yang akan pergi ke destinasi wisata saat Lebaran tetap mematuhi protokol kesehatan. Maklum saja, saat ke tempat wisata di masa liburan panjang, pihak Satgas Covid-19 mengungkapkan banyak pengunjung tempat wisata yang tidak mematuhi prokes karena rasa euforia bisa jalan-jalan lagi.

"Iya saya setuju itu, jangan sampai lupa pakai masker, jaga jarak. Kadang kita suka lupa kalau lagi berwisata, apalagi kalau lagi foto-foto suka lepas masker. Jadi, kita mengimbau dan mohon kerjasama masyarakat agat tetap menjalankan prokes di tempat wisata," tutur Sandiaga Uno.

"Kita harap semua pihak, baik pengelola tempat wisata, masyarakat dan petugas semua bisa patuh dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik. Kita tidak mau tempat wisata dan sentra ekonomi jadi klaster baru," sambungnya.

Sandi menambahkan, pihaknya akan terus mengimbau dan mengingatkan untuk tetap disiplin dan konsisten menerapkan protokol kesehatan. Kalau sudah beberapa kali diingatkan tapi tidak ada perubahan, nanti akan ada penindakan. Namun, Sandiaga Uno belum bersedia menyebutkan penindakan atau hukuman seperti apa yang akan dilakukan.

3 dari 4 halaman

Tren Hantaran Lebaran Kekinian

Infografis Tren Hantaran Lebaran Kekinian
Perbesar
Infografis Tren Hantaran Lebaran Kekinian (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓