6 Fakta Menarik tentang Samarinda yang Punya Masjid Termegah Kedua di Asia Tenggara

Oleh Liputan6.com pada 05 Mei 2021, 08:03 WIB
Diperbarui 05 Mei 2021, 08:41 WIB
Masjid Islamic Center Samarinda
Perbesar
Suasana Salat Jumat di Masjid Islamic Center Samarinda.

Liputan6.com, Jakarta - Selain ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda juga menjadi kota dengan penduduk terbanyak di Pulau Kalimantan, yakni sekitar 900 ribu jiwa. Samarinda memiliki luas wilayah sebesar 718 kilometer persegi yang terdiri dari 10 kecamatan dan 59 desa/kelurahan.

Luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Kalimantan Timur, menjadikan kota ini sebagai wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Balikpapan. Sebelum dikenal dengan nama Samarinda, wilayah ini termasuk ke dalam Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri pada 1300 M.

Nama Samarinda berasal dari bahasa Banjar, yakni gabungan kata 'sama' dan 'rinda' yang berarti permukaan tanah yang tetap rendah serta tidak bergerak. Sejarah lain juga menyebut bahwa penamaan Samarinda berdasarkan persamaan ukuran tinggi rumah rakit atau rumah apung yang dimiliki suku Bugis Wajo di Samarinda.

Dahulu, rumah apung sengaja dibuat dengan tinggi yang sama. Maka dari itu disebut dengan istilah 'sama-rendah', yang kemudian menjadi Samarinda. Tak hanya itu, terdapat beberapa fakta menarik lainnya dari Kota Samarinda, seperti dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Masjid Terbesar Kedua di Asia Tenggara

Kemegahan bangunan berkubah besar dan menara yang menjulang tinggi menjadikan Masjid Islamic Center sebagai masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal. Tampilan yang megah ini bergaya arsitektur khas Turki dengan mengombinasikan unsur Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia.

Bangunan ini memiliki tujuh menara dengan menara utama setinggi 99 meter yang menandakan jumlah asmaul husna. Sedangkan, enam menara lainnya adalah simbolis rukun iman. Bangunan utama masjid tersebut memiliki 33 anak tangga yang dimaknai sebagai jumlah tasbih. Setelah melewati anak tangga tersebut, menara utama akan menyajikan beduk raksasa yang terletak di tengah ruangan masjid.

2. Makanan Khas Daging Masak Bumi Hangus

Daging Masak Bumi Hangus adalah makanan khas Samarinda dengan bahan utama daging. Daging sapi yang digunakan untuk makanan ini dimasak dalam waktu yang cukup lama dengan bumbu kecap hingga berwarna hitam.

Warna hitam dari kecap itulah yang membuat makanan ini bernama Daging Masak Bumi Hangus. Hitam yang legam dan aroma kuat dari bumbu-bumbu menyerap ketika dimasak menjadi ciri khas dari makanan khas Samarinda tersebut.

 
 
2 dari 5 halaman

3. Jembatan Penghubung Dua Wilayah

Sungai Mahakam
Perbesar
Pemandangan antrean batu bara terlihat di Sungai Mahakam, persisnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sudah sepekan terakhir puluhan kapal tongkang batu bara berjajar di sepanjang aliran sungai. (Liputan6.com/ Abdul Jalil)

Jembatan Mahakam adalah jembatan yang berfungsi sebagai penghubung sekaligus jalur transportasi bagi masyarakat. Jembatan ini menghubungkan kota Samarinda dengan Samarinda Seberang yang dipisahkan oleh Sungai Mahakam.

Jambatan ini memiliki panjang 400 meter yang dibagi menjadi beberapa bentang dengan ditopang oleh lima pilar. Pembangunan jembatan menjadi salah satu proyek kebanggaan Presiden Soeharto dan konstruksi jembatan menggunakan rangka baja sistem Hollandia Kloos yang berasal dari Belanda.

4. Rumah Adat yang Dihuni Puluhan Orang

Rumah Lamin adalah rumah adat suku Dayak yang menjadi rumah adat Kalimantan Timur pertama. Rumah ini berbentuk rumah panggung yang panjang dan sambung menyambung terdiri dari banyak kamar. Panjang rumah ini mencapai 300 meter dengan lebar 15 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter.

Rumah Lamin biasanya terbuat dari kayu ulin dan kayu besi yang cukup kuat serta tahan lama. Rumah ini menjadi identitas bagi masyarakat Suku Dayak. Ukuran rumah yang memanjang membuat rumah tersebut dapat dihuni oleh 25 hingga 30 kepala keluarga dan mampu menampung sekitar 100 orang.

3 dari 5 halaman

5. Mamalia Lambang Kota Samarinda

Pesut Mahakam
Perbesar
Pesut Mahakam adalah mamalia yang biasa disebut dengan lumba-lumba air tawar dan hidup di Sungai Mahakam.

Pesut sudah tak asing lagi di Samarinda, karena mamalia air tersebut menjadi lambang dari kota Samarinda. Dua ekor pesut yang saling berhadapan melambangkan kerja sama serta koordinasi yang baik antara legislatif dan eksekutif dalam membangun kota Samarinda.

Hewan ini juga dijadikan sebagai monumen yang ada di dekat kantor Gubernur Kalimantan Timur. Ikan pesut merupakan mamalia yang hanya bisa ditemukan di beberapa daerah, termasuk Kalimantan Timur. Dahulu, pesut dapat ditemukan di bantaran Sungai Mahakam dan di Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara.

6. Wisata Air Terjun Tanah Merah

Air terjun tanah merah menjadi salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 15 meter. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, air terjun ini memiliki air dengan warna cokelat kemerahan.

Ketika air tersebut meluncur ke bawah akan terlihat bening dan bersih. Namun, ketika berada di kolam akan berubah warna menjadi cokelat kemerahan. Hal tersebut dikarenakan dasar kolam air terjun memiliki komposisi tanah gambut. Akibatnya, ketika air masuk ke dalam kolam akan berubah warna sehingga tidak dapat digunakan untuk berenang. Tetapi, para pengunjung dapat menikmati keindahan perkampungan yang masih alami dengan pohon-pohon yang rindang. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

4 dari 5 halaman

Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja

Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Daripada Jemput Virus Corona, Mendingan Liburan di Rumah Saja. (Liputan6.com/Abdillah)
5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓