Kisah Pria 81 Tahun Tinggalkan Pulau Terpencil Italia Setelah Hidup Sendirian Selama 32 Tahun

Oleh Komarudin pada 27 Apr 2021, 08:32 WIB
Diperbarui 27 Apr 2021, 08:32 WIB
Pulau Budelli di Italia
Perbesar
Pulau Budelli di Italia (dok.instagram/@maurodabudelli/https://www.instagram.com/p/CIakARUpvBt/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta - Hidup sendirian di sebuah pulau dalam waktu sangat lama, tentu membuat seseorang muak. Tapi bukan itu yang dirasakan pria Italia bernama Mauro Morandi yang kini berusia 81 tahun.

Kepergiannya bukan karena tidak betah. Ia harus meninggalkan pulau yang terkenal dengan pantinya yang berwarna pink itu, tempat ia tinggal selama 32 tahun, karena mendapat tekanan dari pemilik pulau. Hal itu yang memaksanya pindah dari Budelli di lepas pantai Sardinia utara pada 1989, melansir dari laman BBC, Senin, 26 April 2021.

Morandi mengatakan, pemilik pulau menginginkan agar ia pindah. "Saya akan pergi dengan harapan bahwa di masa depan Budelli akan dilindungi karena saya telah melindunginya selama 32 tahun," tulisnya di Facebook, Minggu, 25 April 2021

Mantan guru pendidikan jasmani itu mengatakan bahwa dia "selalu sedikit memberontak". "Saya cukup muak dengan banyak hal tentang masyarakat kami: konsumerisme dan situasi politik di Italia," kata Morandi.

"Saya memutuskan untuk pindah ke pulau terpencil di Polinesia, jauh dari semua peradaban. Saya ingin memulai hidup baru yang dekat dengan alam," imbuhnya.

Awal Morandi tinggal di Budelli bermula  saat ia melakukan perjalanan melalui laut. Ia dan beberapa temannya mendarat di kepulauan La Maddalena, Italia. Mereka berencana untuk bekerja agar mendapatkan uang untuk mendanai sisa perjalanan mereka.

Tetapi setelah tiba di Budelli, ia bertemu dengan wali pulau, yang akan pensiun. Morandi lalu memutuskan untuk tinggal di sana. Sejak itu, ia menjaga pulau itu dan berbicara dengan turis.

2 dari 4 halaman

Ancaman Penggusuran

Mauro Morandi
Perbesar
Mauro Morandi (dok.instagram/@maurodabudelli/https://www.instagram.com/p/B3AUuySidcD/Komarudin)

Namun, sejak tinggal di sana, Morandi menghadapi berbagai ancaman penggusuran selama bertahun-tahun. Pada 2020, Presiden Taman Nasional La Maddalena, Fabrizio Fonnesu, mengatakan kepada CNN bahwa Morandi telah mengubah pondoknya secara ilegal, yakni bekas stasiun radio sejak Perang Dunia II.

Sebuah petisi yang meminta pemerintah Italia untuk mengizinkan Morandi tinggal di sana mengumpulkan lebih dari 70.000 tanda tangan. Tetapi pada Minggu, 25 April 2021, Morandi mengumumkan keputusannya untuk pergi.

Ia mengatakan kepada The Guardian bahwa dia akan pindah ke sebuah flat kecil di pulau terdekat La Maddalena. "Hidup saya tidak akan banyak berubah, saya masih akan melihat laut."

3 dari 4 halaman

Siklon Seroja Berlalu, Pulau dan Danau Muncul di NTT

Infografis Siklon Seroja Berlalu, Pulau dan Danau Muncul di NTT. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Siklon Seroja Berlalu, Pulau dan Danau Muncul di NTT. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓