Cerita 4 Perempuan Indonesia Bawa Perubahan Nyata bagi Sekelilingnya, dari Jenahara hingga Tety Sianipar

Oleh Henry pada 24 Apr 2021, 12:31 WIB
Diperbarui 24 Apr 2021, 12:31 WIB
teman perempuan
Perbesar
ilustrasi teman perempuan/Photo by Briana Tozour on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Kita baru saja merayakan Hari Kartini pada 21 April kemarin. Tanggal itu menjadi hari yang spesial bagi kaum perempuan Indonesia, karena memeringati hari kelahiran pahlawan emansipasi perempuan RA Kartini. Namun, sudah sejauh mana emansipasi perempuan di Indonesia?

Peran perempuan ternyata masih kerap terkungkung karena harus memenuhi ekspektasi dan tuntutan sosial. Padahal, seorang perempuan juga memiliki kekuatan dan potensi tak terbatas yang bisa membawanya menciptakan perubahan besar dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Hal itu terangkum dalam acara PechaKucha Jakarta Volume 43 bertema “Because She Cares”, yang diselenggarakan oleh konsultan komunikasi Maverick Indonesia. Acara yang digelar secara virtual pada Jumat, 23 April 2021, mengangkat kisah kemenangan dari kepedulian empat perempuan inspiratif dalam menghadapi tantangan masa kini.

Mereka adalah Jenahara Nasution, Tety Sianipar, Swietenia Puspa Lestari, dan Rahne Putri. Bagi perancang busana muslim yang juga seorang wirausaha, Jenahara Nasution, penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri demi mengenali potensi diri dan mendengar kata hati untuk bisa berkembang secara mandiri. Merek fesyen kenamaan Jenahara adalah bukti kerja keras dan dedikasinya untuk melestarikan warisan keluarga sebagai perancang busana hingga panggung internasional.

"Saya terkadang menyediakan waktu untuk diri sendiri, untuk bisa fokus pada diri saya. Karena biasanya kita sulit untuk fokus pada diri sendiri kalau banyak orang berada di sekitar kita. Bukan berarti saya menjauhi orang lain, hanya butuh waktu sejenak agar lebih fokus, dan dari situ bisa muncul berbagai inspirasi baru," ucap Jenahara.

Beda lagi dengan pengalaman Rahne Putri, seorang digital marketer (DM) yang juga berperan sebagai seorang ibu, istri, dan putri dari kedua orangtuanya. Bagi Rahne, perempuan mempunyai hak yang sama untuk menemukan kebahagiaan sebagai seorang individu.

Ia mengaku bangga dapat membahagiakan diri sendiri dan menjalankan peran yang diinginkan. Namun, Rahne harus melalui pergumulan batin yang panjang untuk menyadarinya.

"Saya merasakan kebahagiaan seutuhnya ketika saya akhirnya mau mengenali diri dan merangkul segala hal yang baik maupun buruk sebagai individu. Saya juga selalu berkaca pada diri sendiri saat menjalani pergolakan dalam hidup saya," terang Rahne.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pejuang Inklusivitas

Kreativitas 4 Perempuan Indonesia Membawa Perubahan bagi Masyarakat
Perbesar
Kreativitas 4 Perempuan Indonesia Membawa Perubahan bagi Masyarakat. (Liputan6.com/Henry)

Sementara itu, Swietenia Puspa Lestari telah berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional atas kontribusinya pada isu lingkungan. Pecinta scuba diving ini berhasil menghimpun ribuan relawan untuk bersama memerangi masalah sampah laut.

"Mulailah dari hal kecil yang kalian bisa dan suka lakukan. Dengan begitu, pintu menuju kesempatan yang lebih besar akan terbuka untuk meraih hal yang kalian anggap penting," terang Swietenia.

Keteguhan dan komitmen Tenia bersama Divers Clean Action (Yayasan Penyelam Lestari Indonesia) membawanya meraih berbagai penghargaan internasional, seperti Obama Leaders Asia-Pacific 2019, Top 100 Inspiring & Influential Woman BBC 2019, dan 30 Under 30 Forbes Social Enterprise Asia 2020.

Kisah inspiratif lainnya datang dari seorang pejuang inklusivitas, Tety Sianipar. Mantan programmer ini menyayangkan stigma masyarakat yang kerap mengidentikkan penyandang disabilitas dengan beberapa profesi tertentu. Berangkat dari kepedulian inilah, Tety Sianipar bersama kedua temannya mendirikan Kerjabilitas, layanan yang berperan untuk menghubungkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja yang layak.

"Sudah seharusnya kesempatan dan kesetaraan kaum difabel untuk penghidupan yang layak mendapatkan perhatian dari masyarakat. Namun, di saat opsi profesi seorang tuna netra hanya menjadi tukang pijat, atau tuna daksa menjadi pengemis, ini menjadi permasalahan besar yang perlu segera kita selesaikan," ujar Tety menceritakan kepeduliannya terhadap isu inklusivitas.

Kini, lebih dari 12.000 penyandang disabilitas pencari kerja memiliki kesempatan untuk menikmati kehidupan yang lebih sejahtera. Kerjabilitas berhasil menggaet hingga 2.500 perusahaan di Indonesia menjadi semakin peduli dengan potensi dan kemampuan yang ada di antara semua keterbatasan kaum difabel. Tety juga berhasil mengantongi beberapa penghargaan internasional, di antaranya adalah Women of the Year 2019 Her World Magazine, Awardee Jolkona Catalyst Programme, dan 99 Most Inspiring Women: Globe Asia Magazine.

Maverick Indonesia telah menggelar PechaKucha Night Jakarta sejak 2009, yang bertujuan untuk terus menjalankan peran sekaligus menginspirasi komunitas kreatif dari berbagai bidang, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Perempuan Arab Saudi Bebas dari Belenggu

Infografis Perempuan Arab Saudi Bebas dari Belenggu
Perbesar
Infografis Perempuan Arab Saudi Bebas dari Belenggu (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya