Kontroversi Klaim Sandal Ramah Muslim Selebritas Malaysia

Oleh Asnida Riani pada 10 Apr 2021, 14:30 WIB
Diperbarui 10 Apr 2021, 14:30 WIB
Selebritas Malaysia
Perbesar
Sandal kolaborasi dengan selebritas Malaysia, Neelofa, jadi kontroversi karena diklaim ramah Muslim. (dok. Instagram @neelofa/https://www.instagram.com/p/CNV859FnbDr/)

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha, sekaligus selebritas Malaysia, Neelofa, tengah dilanda arus kritik setelah meluncurkan produk sandal baru. Pasalnya, item kolaborasi dengan merek alas kaki, Fibber, ini dipasarkan dengan klaim "ramah Muslim."

Beberapa menyebut klaim sandal itu sebagai strategi pemasaran yang gagal, bahkan menyindir untuk sekalian saja diberikan label halal. 

Melansir laman AsiaOne, Sabtu (10/4/2021), saat peluncuran awal pekan ini, pemilik nama asli Noor Neelofa Mohd Noor ini menampilkan "sandal ringan dengan perlindungan yang lembut dan 'ramah Muslim.'"

Dibanderol 79,90 ringgit Malaysia (Rp280 ribu), sandal yang dipasarkan dalam warna Magenta Violet, Pink Plum, dan Violet ini tercatat lebih tinggi ketimbang rangkaian item Fipper lain di situs web mereka.

Menanggapi kontroversi yang berlangsung, merek alas kaki Malaysia itu mengeluarkan pernyataan di akun media sosial mereka, mengatakan bahwa semua produk alas kaki sebelumnya tidak sesuai dengan citra wanita Muslim yang memakai kaus kaki.

Dijelaskan pula bahwa sandal tersebut cocok untuk wanita Muslimah yang memakai kaus kaki, tapi juga ingin memakai sandal dalam waktu bersamaan. Merek tersebut pun meminta maaf atas kebingungan yang ditimbulkan.

Atas penjelasan itu, beberapa warganet menyoroti gimmick pemasaran dari seluruh kolaborasi ini sebagai semata cara agar konsumen membeli sandal tersebut. "Bisa juga disebutkan ramah bagi pemakai kaus kaki. Orang lanjut usia yang bukan Muslim pun umumnya pakai kaus kaki," tulis salah satu pengguna Facebook.

2 dari 4 halaman

Memanfaatkan Kontroversi

Selebritas Malaysia
Perbesar
Sandal kolaborasi dengan selebritas Malaysia, Neelofa, jadi kontroversi karena diklaim ramah Muslim. (dok. tangkapan layar Instagram @fipperhq)

Kontroversi sandal ramah Muslim ini segera saja dimanfaatkan pelaku bisnis lintas sektor untuk turut serta meramaikan trending topic "Muslim Friendly." Salah satunya dilakukan merek burger, juga asal Malaysia, myBurgerLab.

Di salah satu unggahan media sosialnya, mereka mengunggah meme yang menuliskan bahwa produk mereka sudah "ramah Muslim sejak tahun 2012."

Sebagaimana dilaporkan Advertising + Marketing, salah satu pendiri MyBurgerLab, Chin Renyi, mengatakan bahwa timnya menganggap lucu untuk "menggoda" klaim sepatu itu.

3 dari 4 halaman

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar COVID-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓