Cerita Wanita yang Ginjalnya Nyaris Rusak karena Berolahraga Terlalu Keras

Oleh Henry pada 08 Apr 2021, 03:02 WIB
Diperbarui 08 Apr 2021, 03:02 WIB
Ilustrasi Olahraga Lari (iStockphoto)
Perbesar
Ilustrasi berolahraga. (ilustrasi/iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu cara menjaga kebugaran tubuh adalah dengan olahraga. Meski begitu, harus diketahui juga bahwa sesuatu yang berlebihan, termasuk olahraga, bisa memberi dampak negatif.

Hal ini dialami seorang wanita asal Malaysia bernama Atrina Lau. Dilansir dari World of Buzz, Rabu, 7 April 2021, Atrina menceritakan pengalaman tersebut di akun Facebook-nya ketika menjalani olahraga mengayuh sepeda statis.

Saat itu, untuk pertama kali, Atrina merasa kakinya sangat lemas dan tidak bisa berjalan dengan baik. Namun, ia tidak begitu menghiraukannya dan berasumsi bahwa itu hanya nyeri otot biasa yang muncul setelah berolahraga.

Setelah tiga hari, rasa nyeri tersebut tak kunjung hilang, bahkan semakin parah karena ia tidak bisa jongkok atau duduk. Atrina juga semakin khawatir ketika melihat urinenya mulai berwarna cokelat. Ia berusaha mencari tahu kondisinya di dunia maya, tapi tidak menemukan jawaban pasti.

Ia kemudian memutuskan pergi ke UGD salah satu rumah sakit untuk mengecek darah dan urine pada malam hari. Sekitar pukul dua pagi, hasilnya keluar dan dokter mengatakan bahwa dirinya menderita Rhabdomyolysis atau cedera otot.

Penyebabnya adalah benturan terlalu keras sehingga jaringan otot mati. Karena penyakit itu, urine Atrina berubah warna jadi cokelat akibat meningkatnya Kreatinin kinase, yakni protein yang dilepaskan otot ketika rusak atau robek.

2 dari 4 halaman

Rutin Minum Air Putih

Cerita Wanita yang Ginjalnya Nyaris Rusak Karena Terlalu Keras Berolahraga
Perbesar
Cerita Wanita yang Ginjalnya Nyaris Rusak Karena Terlalu Keras Berolahraga. (dok.Facebook @Atrina Lau/https://web.facebook.com/photo?fbid=4363691473645430&set=pcb.4363775340303710/Henry)

Pada kasus Atrina, Kreatinin kinasenya sudah mencapai level tertinggi dan sangat berbahaya sehingga dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Ia pun harus diopname selama beberapa hari dan diinfus dengan cairan hidrasi. Atrina juga diminta untuk rutin mengonsumsi air mineral selama empat hari.

Dengan rutin meminum air, level Kreatinin kinase Atrina kembali menurun dan ia boleh kembali ke rumah. Meski begitu, dokter tetap memperingatinya untuk selalu rutin mengonsumsi air mineral agar tetap terhidrasi.

Di akhir tulisan, Atrina mengingatkan untuk tetap waspada ketika berolahraga. Kalau ingin rutin berolahraga, sebaiknya lakukan olahraga yang sesuai kapasitas tubuh.

"Pastikan tubuh selalu terhidrasi setelah melakukan olahraga yang intens. Kalau Anda mengalami gejala yang serupa, pastikan untuk segera mengeceknya ke dokter," terang Atrina.

3 dari 4 halaman

Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓