Cerita Akhir Pekan: Tradisi Bersih-Bersih Jelang Ramadan

Oleh Komarudin pada 04 Apr 2021, 08:33 WIB
Diperbarui 04 Apr 2021, 08:33 WIB
Ilustrasi bersih-bersih
Perbesar
Ilustrasi bersih-bersih (dok.unsplash/ Volha Flaxeco)

Liputan6.com, Jakarta - Kebersihan sangat diutamakan dalam Islam, kebersihan sangat berkaitan kesehatan. Lingkungan yang bersih membuat orang hidup lebih sehat bahkan pentingnya kebersihan sudah ditanamkan pada anak sejak usia dini.

Bersih-bersih bahkan sudah menjadi tradisi. Namun, bersih-bersih yang paling tampak adalah menjelang bulan puasa atau Ramadan. Orang ramai membersihkan rumah, masjid, musala.

Tak sedikit mereka yang juga membersihkan makam keluarga atau orang-orang yang dikasihi. Tidak sekadar membersihkan, warga juga memanjatkan doa untuk ahli kubur.

"Dalam Islam tidak ada perintah bersih-bersih sebelum Ramadan. Tapi bukan berarti tradisi ini haram dilakukan. Sepanjang tata caranya tidak bertentangan dengan prinsip syariat, maka boleh saja dilakukan," ujar lulusan International Islamic University Islamabad, Pakistan, Firman Arifandi, Lc., MA., saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu, 3 April 2021.

Begitu juga dengan tradisi membersihkan makam atau kuburan keluarga atau orangtua. "Bagus itu. Sekalipun tidak ada aturan dalam Islam tentang keharusan bersih-bersih sebelum Ramadan, tidak lantas tradisi ini haram," kata Firman.

Tradisi bersih-bersih jelang Ramadan jadi pemandangan umum yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dalam studi yang dilakukan antropolog Clifford Geertz, jelang bulan puasa orang juga membersihkan dirinya dengan mandi keramas untuk menyucikan diri.

Kegiatan bersih-bersih ternyata merupakan menjaga tradisi gotong-royong di masyarakat. Sementara untuk berziarah kubur yang disertai pembersihan makam wujud bakti terhadap keluarga terhadap orang-orang yang dicintai telah meninggal.

2 dari 4 halaman

Tradisi Membersihkan Diri

padusan
Perbesar
Suasana kolam renang Semilir, Ngawen yang berada di dusun pun ikut merasakan berkah padusan, mandi menyambut ramadan. (foto: Liputan6.com/fahrudin/edhie prayitno ige)

Tradisi bersih-bersih juga berkaitan dengan bersih diri dengan cara mandi. Mandi tersebut tak semata membersihkan badan, tapi juga membersihkan hati.

Salah satu tradisi mandi jelang Ramadan adalah tradisi balimau di Minangkabau. Tradisi ini merupakan mandi dengan menggunakan jeruk nipis yang biasanya dilakukan di aliran sungai. Tradisi ini mirip dengan padusan di Jawa yang sudah dilakukan secara turun temurun.

Tradisi unik ini merupakan kegiatan mandi dengan niat membersihkan atau menyucikan diri sebelum datangnya Ramadan. Tradisi padusan ini biasanya dilakukan di tempat-tempat seperti pantai, sungai.

Tradisi mandi untuk membersihkan diri juga jelang bulan puasa adalah belangekhan atau belangiran di Lampung. Belangekhan sudah berlangsung secara turun temurun.

Air dapat menjadi sarana menyucikan diri. Tradisi penyucian diri yang dilakukan secara beramai-ramai. Hal itu juga bentuk dari kekompakan warga.

Tradisi bersih-bersih juga berkaitan dengan bersih diri dengan cara mandi. Mandi tersebut tak semata membersihkan badan, tapi juga membersihkan hati.

3 dari 4 halaman

Pesan Damai Ramadan

Infografis Pesan Damai Ramadan
Perbesar
Infografis Pesan Damai Ramadan (Liputan6.com/Triyasni)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓