Tenun Endek Bali Makin Mendunia Lewat Koleksi Spring Summer Dior 2021

Oleh Henry pada 27 Mar 2021, 20:04 WIB
Diperbarui 27 Mar 2021, 20:30 WIB
Dior Spring Summer 2021
Perbesar
Dior Book Tote Spring Summer 2021 dengan kain Endek Bali. (Foto: Adinda Tri Wardhani/ Fimela.com)

Liputan6.com, Jakarta - Di awal tahun ini, brand mewah Dior dari Prancis telah sepakat dengan pemerintah Bali untuk mempromosikan budaya Indonesia, khususnya Tenun Endek Bali. Produk budaya Bali itu akan masuk koleksi Spring/Summer 2021 Dior.

Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Senior Vice President General Counsel, Marie Champey sepakat mempromosikn ekspresi budaya tradisional Indonesia, khususnya pemanfaatan tenun ikat Endek Bali dalam produk Dior.

Penandatanganan Memorandum Saling Pengertian (MSP) terkait Pernyataan Kehendak antara pemerintah Provinsi Bali Republik Indonesia dan Christian Dior Couture ini berlangsung secara virtual pada 8 Januari 2021. Kesepakatan tersebut memiliki ruang lingkup antara lain untuk promosi pemanfaatan Tenun Endek Bali, pemberdayaan UMKM, serta kegiatan dan bidang lain untuk mendukung aktualisasi penggunaan Tenun Endek Bali.

Dari hasil kerja sama tersebut terdapat beberapa Tenun Endek Bali yang telah melewati proses uji standar dan dipilih Dior untuk selanjutnya digunakan sebagai koleksi untuk Spring/Summer 2021 yang diperkirakan tersedia di butik Dior seluruh dunia pada Maret 2021.

Dior kemudian mewujudkannya dalam koleksi 'Spring-Summer 2021 ready-to-wear' dengan kesegaran dan kekayaan budaya sebagai simbol kekuatan dari perempuan.  Kali ini, Maria Grazia Chiuri selaku direktur kreatif Dior, mengangkat dua teknik prestsius dalam koleksinya. Indonesia Ikat Endek Bali dan chiné, yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-16.

Dikutip dari laman Fimela.com, 26 Maret 2021, keduanya konsisten pada warna dan teknik membungkus jarum sebelum menyulamnya. Teknik yang berasal dari Asia ini mampu memberikan aksen pada kain sehingga lebih hidup dan variatif.

Selain itu, yang jadi favorit dari Maria Grazia Chiuri adalah grafis yang tercipta dan juga semangat budaya yang ditampilkan. Chiné tampil pada flared coat di tahun 1959, mengoptimalkan garis Trapeze yang diciptakan untuk Dior dan juga Yves Saint Laurent.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Aksi Solidaritas Dior dan Kerajinan Khas Indonesia

Ikat Endek Bali pada koleksi Dior
Perbesar
Ikat Endek Bali, kain khas Bali yang dipakai pda koleksi Dior Spring Summer 2021 Dior RTW. (Foto: Morgan Odonovan)

Dan kemarin, dengan jarum dan benang silk, maka deretan koleksi kembali dihadirkan disertai motif tradisional Ikat khas Indonesia yang dibuat di Bali. Sebuah karya yang menyuarakan afirmasi feminitas, dan filosofi, melalui koleksi perempuan dari Dior.

Hal ini juga sebagai aksi solidaritas antara Dior dan kerajinan khas Indonesia, merayakan kesempurnaan dan keunikan budaya dari seluruh dunia. Untuk itu, Dior berkomitmen untuk bekerja dengan perajin lokal dan seniman untuk menjaga aset budaya dan memastikan teknik yang digunakan akan terus berjaya.

Sementara itu, Endek Bali merupakan kain tenun yang merupakan hasil karya seni rupa terapan. Artinya, sebagai karya seni, Endek bisa diiterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Secara etimologi, Endek bermakna diam atau tetap, warnanya tidak berubah.

Kata tersebut berasal dari kata gendekan atau ngendek. Kain Endek Bali mengikuti perkembangan jaman dan kegunaannya dimodifikasi secara khusus untuk memadukan kesan traditional modern. Hasil modifikasi ini secara umum dibuat menjadi kebaya Endek, kemeja Endek, dan kebaya adat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut:

Lanjutkan Membaca ↓