Setop Begadang Minimal Seminggu Sebelum Vaksinasi Covid-19, Begini Alasannya

Oleh Dinny Mutiah pada 27 Mar 2021, 17:03 WIB
Diperbarui 27 Mar 2021, 17:03 WIB
FOTO: Layanan Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit di RSUI Depok
Perbesar
Petugas medis menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada lansia secara drive thru di RSUI, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/3/2021). XL Axiata bekerja sama dengan RSUI yang didukung Kemenkes dan Pemkot Depok menggelar program Sentra Vaksinasi Indonesia Bangkit untuk lansia. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Anda sudah mendapat jadwal vaksinasi Covid-19? Sebaiknya persiapkan diri sebaik-baiknya dengan tidur yang cukup, setidaknya seminggu sebelum divaksinasi.

dr. Andreas Prasadja, RSPGT, menyarankan kebiasaan begadang dihentikan setidaknya seminggu sebelum vaksinasi Covid-19. Apa alasannya?

"Kalau kurang tidur, antibodinya akan muncul lamban, jumlahnya juga kurang dari mereka yang tidurnya cukup," kata Andreas dalam jumpa pers virtual Tokopedia: Wellness From Home, Jumat, 26 Maret 2021.

Pendapatnya itu berbasis pada penelitian yang mengobservasi mereka yang divaksinasi flu. Hasilnya, tubuh mereka yang tidurnya cukup memiliki kemampuan lebih cepat mengidentifikasi zat-zat asing yang disuntikkan lewat vaksinasi. Setelah itu, tubuh akan meresponnya dengan membuat antibodi lebih cepat.

"Beda dengan yang kurang tidur. Kenalnya lama, antibodinya lebih sedikit," terang Andreas.

Tanda seorang memiliki tidur yang cukup bisa mudah dikenali. "Bila saat bangun terasa segar, siangnya segar, tidak mengantuk, tidak lemas tanpa perlu kafein atau nikotin, berarti tidurnya sudah cukup," tutur dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Triumvirat Kesehatan

Ilustrasi orang tidur.
Perbesar
Ilustrasi orang tidur. (dok. Kinga Cichewicz/Unsplash/ Tri Ayu Lutfiani)

Andreas kembali mengingatkan bahwa tidur adalah bagian dari triumvirat kesehatan, bersama nutrisi yang cukup dan olahraga. Namun, tanpa tidur yang cukup, olahraga sebaik apapun atau nutrisi semahal apapun akan percuma.

"Daya tahan tubuh itu bekerja optimal saat tidur. Olahraga tanpa istirahat yang baik malah jadi petaka. Bahkan di luar negeri, para atlet itu selain didampingi nutrisionis dan dokter olahraga, ada sleep coach yang juga mendampingi," jelas dia.

Ada tiga dampak buruk dari kurang tidur, yakni kesehatan yang buruk, penurunan produktivitas, dan membahayakan keselamatan. Kesehatan dari ujung kepala sampai kaku akan terganggu, termasuk juga peningkatan berat badan yang tidak terkontrol dan impotensi pada lelaki.

Sementara, penurunan produktivitas bisa terjadi karena tidur yang buruk karena kemampuan otak, ketelitian, konsentrasi, dan emosional itu dibangun saat tidur. Soal keselamatan, mereka yang mengantuk memiliki risiko membahayakan diri sendiri dan orang lain lebih tinggi.

"Makanya, mengendara dalam kondisi mengantuk sama bahayanya dengan mabuk," kata Andreas.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

3 Manfaat Tidur Cukup

Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis 3 Manfaat Tidur Cukup Cegah Risiko Penularan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya