Alasan Orang Selingkuh dalam Hubungan, Menurut Sains

Oleh Liputan6.com pada 23 Mar 2021, 02:02 WIB
Diperbarui 23 Mar 2021, 02:02 WIB
Ilustrasi Pasangan
Perbesar
Ilustrasi pasangan (dok. Pixabay.com/pixel2013)

Liputan6.com, Jakarta - Tak sedikit orang yang selingkuh meski telah terikat hubungan asmara dan sudah membangun rumah tangga. Beberapa dari mereka yang selingkuh terus menjalin hubungan itu, walau telah ketahuan dan menghadapi konsekuensi yang buruk.

Hal tersebut tentu menimbulkan pertanyaan, mengapa orang-orang memilih selingkuh padahal sudah tahu risiko dari tindakan itu? Dilansir dari Independent, Senin (22/3/2021), para peneliti di University of Queensland yang mempelajari mengapa orang tidak setia, menemukan fakta bahwa ada beberapa faktor tertentu yang menunjukkan seseorang lebih mungkin untuk selingkuh.

Sebuah penelitian menyebutkan sebenarnya orang-orang yang memiliki banyak pasangan atau memiliki kecenderungan tindakan impulsif kerap terlibat perselingkuhan.

Menurut temuan yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology, orang yang impulsif atau kecenderungan bertindak tanpa memikirkan konsekuensinya saat berselingkuh memberikan ketidakadilan pada pasangannya. Pasalnya, mereka selingkuh berdasarkan emosi sesaat tanpa mempertimbangkan situasinya.

Para peneliti juga mengatakan, sebagian besar orang yang memiliki banyak pasangan pada masa lalu cenderung tidak setia dan mencari pasangan lain, karena telah mengembangkan keterampilan untuk memiliki banyak pasangan.

"Orang-orang yang telah mengalami keintiman seksual memiliki kecenderungan selingkuh yang tinggi, kecenderungan ini dikarenakan keterampilan individu tersebut dalam mengenali rayuan seksual dan ajakan seks dari pasangan," kata penulis penelitian.

Tak mengherankan alasan utama perselingkuhan adalah perasaan, terlepas dari pasangan dan kepuasan hubungan yang rendah. Peneliti juga menemukan fakta bahwa seberapa lama dan seberapa serius komitmen hubungan seseorang tidak memengaruhi kesetiaan seseorang dalam hubungan.

2 dari 4 halaman

Survei

Ilustrasi Pasangan
Perbesar
Ilustrasi pasangan (dok. Pixabay.com/StockSnap)

Untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan individu berselingkuh, peneliti mensurvei 123 orang heteroseksual berusia 17 hingga 25 tahun. Semua responden menjalin hubungan.

Terlepas dari masalah yang bersumber dari kepuasan dan kemampuan penyesuaian diri dalam hubungan, studi menemukan bahwa pria cenderung berhubungan seks jika mereka selingkuh, sedangkan perempuan akan berciuman dengan pasangan barunya.

Survei sebelumnya soal efek putus cinta menemukan bahwa perempuan yang diselingkuhi pada akhirnya tumbuh dari pengalaman itu. Mereka juga belajar memilih pasangan yang lebih baik di masa depan. (Dinda Rizky Amalia Siregar)

3 dari 4 halaman

7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel

Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel
Perbesar
Infografis 7 Gelagat Pria Ketika Selingkuh via Ponsel. (Liputan6.com/Lois Wilhelmina)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah:

Lanjutkan Membaca ↓