Demi Gaya Hidup Mewah, Perempuan Turki Bohong Kuliah di Oxford University pada Ibunya

Oleh Komarudin pada 19 Mar 2021, 19:02 WIB
Diperbarui 19 Mar 2021, 19:02 WIB
Ilustrasi kuliah
Perbesar
Ilustrasi mahasiswa sedang membaca di perpustakaan (dok.unsplash/ Eliott Reyna)

Liputan6.com, Jakarta - Gaya hidup mewah tak jarang membuat orang berbohong. Salah satunya dilakukan perempuan asal Turki berusia 25 tahun, Merve Bozkurt, terhadap ibunya, Gulseren, yang berumur 57 tahun.

Melansir dari The Sun, Jumat (19/3/2021), perempuan itu mengatakan pada sang ibu bahwa ia sedang belajar di Oxford University, Inggris, untuk meraih cita-citanya. Sementara itu, ibunya sebagai penjual bunga selama beberapa tahun telah membiayai "gaya hidup rahasia" putrinya itu.

Pada ibunya, suatu kali Bozkurt mengatakan bahwa ia butuh bantuan uang ekstra untuk membayar tagihan sambil belajar untuk mendapat gelar di universitas bergengsi itu. Namun, perempuan yang bahkan tidak memiliki paspor itu belum benar-benar meninggalkan Turki. Ia  bekerja sebagai agen perumahan di Istanbul.

Aksi Bozkurt terungkap ketika sebuah stasiun TV lokal menampilkan figur ibunya yang pekerja keras dan pengorbanan luar biasa yang telah dicurahkan untuk keluarga. Dedikasi pada anak-anaknya dengan cepat jadi viral.

Tawaran donasi membanjiri ibunya, termasuk janji beasiswa untuk menutupi semua biaya sang putri saat ia "menyelesaikan tahun kuliah ke-5." Ini kemudian berujung pada penemuan bahwa tidak ada mahasiswa dengan nama anaknya di Oxford University, dan putrinya dipaksa mengakui kebenaran, lapor Sabah.

2 dari 4 halaman

Minta Maaf Secara Terbuka

Ilustrasi kata-kata, minta maaf
Perbesar
Ilustrasi kata-kata, minta maaf. (Photo by Brett Jordan on Unsplash)

Bozkurt kemudian dilaporkan meminta maaf secara terbuka. Ia mengatakan merasa sangat bersalah karena telah mengecewakan ibunya. "Saya mengarang cerita. Saya membuat semua orang percaya cerita ini, termasuk saya sendiri. Namun, saya sebenarnya bekerja di kantor real estat di Istanbul selama ini," ujarnya.'

Sementara, Gulseren mengatakan, ia telah mencari nafkah dengan menjual bunga di kota Antakya selama lebih dari satu dekade. Suaminya kadang-kadang datang membantu. Semua meraka lakukan untuk pendidikan anak-anak.

"Sangat menyenangkan menghabiskan uang yang saya hasilkan untuk anak-anak saya. Saya ingin setiap wanita bekerja dan berdiri di atas kedua kakinya sendiri. Bekerja seperti ini tidak memalukan," ujarnya.

Kata Bozkurt, ibunya menanam bunga sendiri, memetik, dan menjualnya. Terkadang, ia pergi ke gunung untuk memetik bunga. Kakaknya juga lulusan sebuah universitas, dan saat ini bekerja sebagai bintara di Hakkari. 

"Ibu kami sangat menyayangi kami. Kami adalah segalanya baginya, dan begitu juga ia untuk kami," ujar Bozkurt yang juga mengatakan tidak akan menyia-nyiakan upaya besar ibunya.

3 dari 4 halaman

Mekanisme Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Infografis Mekanisme Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Mekanisme Vaksinasi Covid-19 untuk Pendidik dan Tenaga Kependidikan. (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikanlah Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓