Ketika Supermodel Ashley Graham Pamer Punggung Penuh Kerokan

Oleh Asnida Riani pada 13 Mar 2021, 17:30 WIB
Diperbarui 13 Mar 2021, 19:02 WIB
Tampilan Floral Ashley Graham di Runway Dolce & Gabbana
Perbesar
Ashley Graham di runway Dolce & Gabbana (instagram/theashleygraham)

Liputan6.com, Jakarta - Ada yang berbeda dari unggahan supermodel Ashley Graham, dan itu justru begitu dekat dengan kultur Indonesia. Model yang dikenal merepresentasi kepercayaan diri perempuan plus size ini memperlihatkan "hasil perawatan tubuh yang menyakitkan."

Pertengahan minggu ini, Ashley Graham berbagi banyak foto baru di akun Instagram-nya. Salah satunya adalah bidikan yang menunjukkan "pola memar merah seperti kupu-kupu di leher dan punggung."

Pola mirip memar itu segera saja memicu kekhawatiran di antara beberapa pengikut model tersebut. "Ya ampun... Apa yang terjadi dengan punggung (Graham)," yang satu bertanya, sementara yang lain menulis, "Ada apa dengan memarnya? Apakah Anda baik-baik saja?"

Di antara kegelisahan itu, beberapa warganet, termasuk dari Indonesia, mengidentifikasi bahwa memar tersebut tidak mengkhawatirkan. "Di Indonesia, itu disebut 'kerokan,'” tulis salah satu pengguna Instagram.

Page Six, seperti dilansir pada Jumat, 12 Maret 2021, menuliskan itu sebagai praktik pengobatan tradisional Tiongkok bernama gua sha. Secara pemahaman, itu serupa dengan praktik yang dikenal di Indonesia, yakni memar tersebut muncul karena penggosokan berulang alat bermata halus, seperti koin atau batu.

Praktisi percaya bahwa pengobatan tersebut merangsang aliran darah, yang akhirnya mendorong regenerasi dan perbaikan sel, serta meredakan nyeri atau otot kaku.

"Ini (kerokan) adalah salah satu cara termudah untuk meningkatkan sirkulasi mikro," facialist selebritias Ada Ooi, yang bekerja dengan Lady Gaga dan Ellie Goulding, mengatakan pada Post. "Lebih banyak darah yang beredar ke kulit berarti lebih banyak pengiriman oksigen, yang membuang racun dan cairan berlebih yang mungkin menciptakan beban tidak perlu."

2 dari 4 halaman

Wacana Jadi Produk Wisata

Ashley Graham
Perbesar
Supermodel Ashley Graham kedapatan kerokan. (dok. Instagram @ashleygraham/https://www.instagram.com/p/CMNVIWwL0Gi/)

November lalu, mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto sempat menawarkan kerokan sebagai produk wisata untuk dijual pada wisatawan mancanegara (wisman). Itu, tentu saja, bermaksud menarik perhatian wisman ketika perjalanan internasional kembali aman dilakukan.

Kerokan, kata Terawan, adalah "barang" unik kepunyaan bangsa Indonesia yang bisa dikembangkan guna meningkatkan devisa negara. Karenanya, bukan tidak mungkin kerokan nantinya jadi salah satu aspek wisata kesehatan yang akan direalisasikan.

Lebih lanjut Terawan mengatakan, orang Indonesia mungkin malu dan merasa kerokan tidak elit untuk jadi produk wisata. "Tidak elit menurut kita, tapi buat orang luar, kok itu bisa diwarna-warnai? Mereka carinya tato, ini tato sementara pakai kerokan," ujarnya.

Wisata kesehatan memang juga sudah sering disebut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno. Salah satu yang sudah diwujudkan Sandi dalam upaya ini adalah merilis International Batam Golf Championship, Januari lalu.

3 dari 4 halaman

Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan

Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan
Perbesar
Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan (Liputan6.com/Abdillah)
4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓