Rugi Besar, Qantas Airways Setop Penerbangan Internasional hingga Oktober 2021

Oleh Komarudin pada 26 Feb 2021, 11:04 WIB
Diperbarui 26 Feb 2021, 11:04 WIB
Ilustrasi Qantas
Perbesar
Ilustrasi Qantas (dok.unsplash/ Josh Withers)

Liputan6.com, Jakarta - Dunia penerbangan jadi salah satu yang sangat terdampak akibat pandemi corona Covid-19, salah satunya Qantas. Kerugian yang dialami akibat pandemi membuat maskapai penerbangan Australia itu menghentikan penerbangan internasional hingga Oktober 2021.

Qantas berencana membuka kembali semua penerbangan internasional pada akhir Oktober 2021. Maskapai itu akan mulai kembali terbang ke 22 dari 25 rute luar negeri, termasuk ke Los Angeles, London, Johannesburg. 

Sementara, armada berbiaya rendah Jetstar akan memulai kembali terbang ke 13 rute internasionalnya pada waktu yang bersamaan. Vaksinasi diyakini akan membantu menghidupkan kembali industri perjalanan dunia yang hancur akibat pandemi, melansir dari Bloomberg, Kamis, 25 Februari 2021.

"Vaksin mengubah segalanya," kata Chief Executive Officer Qantas Alan Joyce. "Dengan peluncuran vaksin yang sudah berlangsung, kami berada di jalur yang benar."

Seperti maskapai penerbangan lain di seluruh dunia, upaya Qantas untuk terbang dengan jadwal terbatas telah berulang kali terhalang oleh penutupan perbatasan yang mendadak, di dalam Australia dan luar negeri. Kata Joyce, kerugian pendapatan maskapai akibat pandemi pada 2020 sekitar 8,8 miliar dolar AS atau setara Rp124 triliun--lebih dari setengah penjualan tahunan normal.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Batalkan Rencana Berkali-kali

Maskapai Australia Qantas Memperingati Ulang Tahun ke-100
Perbesar
Sebuah pesawat Qantas yang dicat khusus melakukan penerbangan selama 100 menit di atas langit Sydney, pada 16 November 2020 dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100 maskapai tersebut. Maskapai nasional Australia, Qantas, telah memiliki tempat khusus di hati warga Australia. (Xinhua/Bai Xuefei)

Sebelumnya, harapan industri untuk pemulihan perjalanan yang diilhami oleh vaksin pupus pada akhir 2020 lalu karena munculnya varian virus corona yang sangat menular sehingga memicu karantina yang lebih ketat terhadap penumpang. Sejauh ini, proposal industri penerbangan untuk pengujian atau sertifikat vaksin untuk menggantikan isolasi wajib belum mendapat daya tarik yang luas dari pemerintah.

Qantas merencanakan "peningkatan materi" dalam penerbangan di koridor perjalanan Australia-Selandia Baru mulai Juli 2021. Namun, maskapai penerbangan tersebut membutuhkan pemerintah Australia untuk membuka sepenuhnya perbatasan internasional negara tersebut sebelum dapat terbang bebas ke lepas pantai.

Kapasitas awal pada penerbangan internasional pada Oktober 2021 akan dibatasi, dan pemulihan luar negeri secara penuh diperkirakan baru akan dilakukan pada 2024. Meski begitu, Joyce berharap bisa memicu kesibukan penjualan tiket dengan memberikan tanggal pasti untuk melanjutkan penerbangan. Ia mengatakan Oktober 2021 merupakan bulan yang tepat.

Penerbangan Murah di Terminal 2 Soekarno-Hatta

Infografis Penerbangan Murah di Terminal 2 Soekarno-Hatta
Perbesar
Infografis Penerbangan Murah di Terminal 2 Soekarno-Hatta (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓