Penyebab Uang Pecahan 20 Dolar AS Berstiker Pisang Del Monte yang Dijual Rp1,7 M

Oleh Liputan6.com pada 02 Feb 2021, 07:03 WIB
Diperbarui 02 Feb 2021, 07:03 WIB
Uang dolar
Perbesar
Uang dolar yang dijual setara Rp1,7 miliar (Dok.Heritage Auction/HA.com)

Liputan6.com, Jakarta - Selembar uang kertas pecahan 20 dolar AS atau sekitar Rp281 ribu menjadi barang antik yang sangat langka dan diperebutkan oleh para kolektor. Uang kertas ini bahkan dilelang seharga 125 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,7 miliar.

Uang ini memiliki stiker pisang Del Monte yang secara tak sengaja tertempel secara permanen di atasnya. Dilansir Fox News, Jumat, 29 Januari 2021, dalam uang tersebut tertera tanda tangan Departemen Keuangan AS yang disertakan nomor seri tercetak di atasnya.

Uang yang dijuluki The Del Monte Note ini pertama kali ditemukan eorang mahasiswa dari Ohio pada 2004. Ia mendapatkan uang lembar kertas tersebut melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) saat sedang menarik uang tunai.

Stiker pisang terletak di sebelah kanan kepala Presiden Andrew Jackson saat pencetakan. Mahasiswa tersebut pertama kali melelang uang ini di eBay, di mana dijual seharga sekitar 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 140 juta.

Menurut siaran pers, pada 2006 uang pecahan 20 dolar AS itu dijual seharga 25.300 dolar AS  atau setara Rp356 juta. "Kolektor segera jatuh cinta pada uang itu," kata Dustin Johnston, Wakil Presiden Lelang Mata Uang di Heritage Auctions dalam sebuah pernyataan.

"Penempatan stiker pisang Del Monte Ecuador sangat ideal karena menutupi sebagian detail pencetakan dan dilapisi dengan bagian dari segel perbendaharaan dan nomor seri tagihan," lanjutnya.

2 dari 4 halaman

Dijual Rp1,7 Miliar

Uang dolar
Perbesar
Uang dolar yang dijual setara Rp1,7 miliar (Dok.Heritage Auction/HA.com)

Menurut Heritage Auctions, sudah ada sejumlah uang yang dikeluarkan dengan kasus serupa selama proses pencetakan, termasuk Band-Aid, serutan kayu dan potongan kertas. Heritage Auctions mengatakan, kasus stiker pisang yang tertempel itu terjadi selama proses pencetakan mata uang tiga bagian.

"Benda-benda yang kami lihat yang menghalangi tinta dalam proses pencetakan sebagian besar adalah puing-puing dari lantai pencetakan. Puing-puing ini jarang menempel di kertas, dan ini bukan puing; itu adalah benda asing yang seharusnya tidak pernah sampai ke lantai pencetakan," kata Johnston.

Uang pecahan tersebut mendapat penawaran seharga 125 ribu dolar AS atau Rp1,7 miliar hingga Jumat, sore. (Melia Setiawati)

3 dari 4 halaman

penukaran uang receh

infografis penukaran uang receh
Perbesar
Penukaran Uang Receh
4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓