Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Menjaga Kulit Bayi Tetap Sehat

Oleh Putu Elmira pada 22 Jan 2021, 06:03 WIB
Diperbarui 22 Jan 2021, 06:03 WIB
anak
Perbesar
ilustrasi ibu dan anak/Photo by Kenny Krosky on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kesehatan kulit bayi dan anak jadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh orangtua. Mengingat kulit bayi cenderung sensitif, perawatannya harus sedikit ekstra.

Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Armansjah Dara Sjahruddin, menyampaikan, karena kulit bayi terus berkembang dan cenderung tipis, tak jarang terjadi kondisi kulit yang mengganggu, seperti ruam popok, dermatitis atopik, hingga skabies. Adalah penting untuk mengenal jenis kulit bayi dan membuat kulit tetap lembap.

"Kulit bayi sebaiknya lembap, meski tinggal di negara tropis, minyak tak menguap dengan sendirinya, terkadang karena humit-nya bisa saja dari keringat bayi karena pakai diaper dan adanya atopik jadi trigger, akhirnya terjadi dermatitis diaper," kata Armansjah dalam bincang virtual, Kamis, 21 Januari 2021.

Ia menambahkan, memanfaatkan produk, baik lotion atau sabun, jadi upaya menjaga kesehatan kulit bayi. Produk tersebut juga harus memiliki kandungan alami dan bebas dari bahan kimia tambahan.

"Menghindari penggunaan bahan-bahan kimia, seperti paraben dan SLS. Apakah suatu produk aman untuk bayi atau tidak, kita hanya bisa lihat setelah menggunakannya dalam jangka waktu tertentu," jelas Armansjah.

"Sebenarnya yang harus kita selalu perhatikan, apakah komposisi pada saat kita sudah menggunakan produk ini tidak jadi masalah," tambahnya soal menjaga kulit bayi tetap sehat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Langkah Pencegahan

anak bayi
Perbesar
ilustrasi bayi tersenyum/Photo by The Honest Company on Unsplash

Di sisi lain, ada pula beberapa ciri yang dapat diketahui saat anak mengalami alergi. "Yang pertama bisa kita lihat adalah ruam merah. Misalnya sebelum terjadi reaksi alergi yang berlebihan sampai luka, awalnya pasti ada peradangan kulit," ungkap Armansjah.

"Kulit bayi mulai merah dan merahnya mungkin 1--2 hari tak hilang, bahkan sampai seterusnya, berarti sudah ada reaksi alergi," lanjutnya.

Dikatakan Armansjah, biasanya jika sekali terjadi, reaksi alergi akan menyebabkan reaksi alergi yang lain. "Meskipun tak selalu, tapi biasanya bisa," tuturnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19

Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 9 Panduan Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓