Pengantin yang Pura-Pura Kanker dan Menipu Ratusan Juta Akhirnya Dipenjara

Oleh Putu Elmira pada 24 Des 2020, 03:03 WIB
Diperbarui 24 Des 2020, 03:03 WIB
menikah
Perbesar
ilustrasi pengantin di hari pernikahan/copyright Unsplash/Alvin Mahmudov

Liputan6.com, Jakarta - Pada awal Desember lalu, seorang perempuan di Inggris sempat membuat heboh karena ketahuan pura-pura kanker demi dapat bantuan untuk pernikahannya. Pengantin itu bahkan menerima donasi sebesar 8.500 Pound sterling atau setara Rp162 juta.

Guna melancarkan aksinya, pengantin bernama Toni Standen itu pun sampai mencukur habis rambutnya dan berpura-pura mengidap kanker stadium akhir. Akibar perbuatannya, perempuan berusia 29 tahun ini akhirnya dipenjara, seperti dilansir dari The Sun, Rabu, 23 Desember 2020.

Standen menyebut "keinginan di tengah kondisi sekarat" untuk menikah dengan pasangannya James. Alasan itu membuat orang-orang terdekat dan orang lain berbaik hati untuk mengumpulkan donasi.

Pasangan ini mengumpulkan dana di platform GoFundMe pada Februari tahun lalu, setelah Standen mengklaim dirinya menderita kanker yang parah. Ia juga berupaya menarik simpati dengan menyebut ingin ayahnya yang sedang sekarat karena kanker untuk mengantarnya ke altar.

Namun ayah Standen meninggal dunia sebelum ia menikah. Rekaman video yang emosional diputar hingga membuat para tamu menangis.

Standen dan James menikah di Gereja Katolik St Bede, Widnes, musim panas lalu dan mengadakan resepsi di klub olahraga terdekat dengan sekitar 150 tamu. Pasangan itu lalu berbulan madu ke Turki dengan uang dari donasi.

Pada Januari lalu, pengantin itu menyebut hanya memiliki dua bulan untuk hidup dan organnya mulai rusak. Pada Februari, ia menyalahkan peretas yang menyebutnya telah meninggal dunia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kebohongan Terbongkar hingga Dipenjara

Ilustrasi penjara (AFP)
Perbesar
Ilustrasi penjara (AFP)

Sahabatnya Ashlea Rowson mengkonfrontasi Standen pada April 2020 hingga Stande akhirnya mengakui kebohongannya. Dalam penyataannya, Ashlea yang menjadi korban, mengatakan kecurigaannya muncul saat Standen mengklaim dirinya terpapar Covid-19.

"Meskipun fakta tidak lagi berlaku, pengalaman saya tetap nyata. Air mata saya nyata, kesedihan saya nyata dan masih ada. Saya percaya kerugian terbesar telah terjadi pada setiap orang yang telah berjuang atau sedang berjuang melawan penyakit ini. Ayah Toni adalah salah satunya," kata Ashlea.

Standen pun menerima ganjaran dari perbuatan tidak terpujinya. Ia dipenjara selama lima bulan di Chester Magistrates' Court setelah mengakui penipuan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya