Kata Menparekraf soal Gaet Influencer untuk Genjot Pariwisata Nusantara

Oleh Putu Elmira pada 19 Nov 2020, 11:07 WIB
Diperbarui 19 Nov 2020, 11:07 WIB
Wishnutama Terima Kunjungan Emtek dan SCM Group di Kemenpar
Perbesar
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama saat menerima kunjungan jajaran Emtek dan SCM Group di Kantor Kemenpar, Jakarta, Jumat (8/11/2019). Kunjungan tersebut untuk membahas kerja sama di sektor media. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng para influencer dalam mempromosikan wisata Nusantara sempat mengundang polemik di masyarakat. Kondisi ini terjadi mengingat pariwisata adalah salah satu sektor terdampak pandemi Covid-19.

Menparekraf Wishnutama Kusubandio berbicara terkait hal tersebut ketika hadir di Deddy Corbuzier Podcast yang diunggah melalui kanal YouTube Deddy Corbuzier. Dalam video berdurasi satu jam dua menit dan 42 detik itu, upaya membangkitkan pariwisata lokal turut jadi sorotan.

"Influencer ini salahnya di mana? Saya tahu, kok, sekali pun yang memasalahkan hal ini tahu, saya yakin tahu, khususnya buat pariwisata ya, mempromosikan pariwisata menggunakan influencer itu yang paling efektif dan berbagai macam riset mengatakan demikian," kata Wishnutama dalam video tersebut.

Ia juga menyebut, langkah promosi saat ini tak dapat menggunakan cara-cara lama. Komentar ini lantas ditanggapi Deddy dengan salah satu cara, yakni memasang promosi lewat billboard.

"Masa mau pasang billboard sih, bro? Hari gini, please deh, masa cuma mau pasang iklan di majalah, kan nggak bisa. Bekerja sama dengan influencer itu nggak ada salahnya dan kasih tahu saya di mana salahnya?" tanya Menparekraf. "Menghabiskan duit negara," jawab Deddy lugas.

"Ya nggak lah. Kan dengan promosi, misal, Deddy saya hire mempromosikan protokol kesehatan atau sebuah restoran," kata Wishnutama. "Saya minta, misalnya, Rp300 juta Anda berarti ngeluarin duit negara Rp300 juta?" timpal Deddy.

"Ya, tapi akhirnya dampak ekonominya pada masyarakat di situ, pada saat mereka mau berkunjung ke sana," tambah Menparekraf Wishnutama.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Dinilai Efektif

Menteri Siti Nurbaya hingga Wishnutama Bahas Transformasi Ekonomi II
Perbesar
Menparekraf Wishnutama saat diskusi panel VII Rakornas Indonesia Maju antara Pemerintah Pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019). Panel VII membahas transformasi ekonomi II. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Menparekraf kembali menegaskan, menggunakan jasa influencer untuk promosi pariwisata sangat efektif. Baik dalam menggenjot pergerakan sektor kuliner, hotel, hingga destinasi, yang dinilai ampuh membangkitkan geliat pariwisata Nusantara.

"Kita lihat seluruh dunia melakukan yang sama bro dan sangat agresif. Kita lihat Dubai, influencer-nya dari influencer paling mahal di dunia juga dimanfaatkan. Bahkan, Korea sekarang memanfaatkan BTS untuk mempromosikan Seoul, misalnya," jelas Wishnutama.

Ia menyampaikan, jutaan pekerja pariwisata di Tanah Air membutuhkan dukungan. Hal ini mengingat mereka, para pelaku wisata saat ini, berada di tahap sulit karena pandemi.

"Masa sih kita nggak boleh bantu mereka dengan membantu bahwa destinasinya sudah aman, protokol kesehatannya sudah berjalan dengan baik, akhirnya ada income buat mereka," tambahnya.

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya