Thailand Perkenalkan Visa Jangka Panjang, Siapa Saja yang Bisa Mendapatkannya?

Oleh Asnida Riani pada 28 Okt 2020, 07:02 WIB
Diperbarui 28 Okt 2020, 07:02 WIB
Wat Samphran, Kuil yang Dililit Naga Raksasa
Perbesar
Pemandangan udara pada 11 September 2020 menunjukkan kuil Budha Wat Samphran (Kuil Naga) di Nakhon Pathom, sekitar 40 km sebelah barat Bangkok. Kuil Buddha ini menjadi salah satu destinasi wisata di Thailand karena memiliki arsitektur menakjubkan. (Photo by Mladen ANTONOV / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah melaporkan sekitar 3,5 ribu infeksi dengan 59 kematian akibat COVID-19, Thailand dinilai lolos tanpa cedera parah dari pandemi. Perlahan, Negeri Gajah Putih membuka kembali perbatasan mereka dengan syarat ketat.

Penutupannya, dengan lebih dari 20 persen PDB berasal dari pariwisata, berdampak negatif pada ekonomi Thailand. Dalam upaya memulai geliat sektor pariwisata, pada pertengahan September 2020, pemerintah setempat mengumumkan akan kembali mengizinkan turis asing masuk.

Mengutip laman Lonely Planet, Selasa, 27 Oktober 2020, Visa Turis Khusus (STV), yang dimulai pada Oktober, dirancang untuk memungkinkan pelancong tertentu memasuki negara tersebut. Mereka yang menerima visa harus masuk dengan penerbangan charter.

Artinya, turis hanya bisa masuk dari tujuan tertentu. Menurut halaman informasi tentang visa, wisatawan dari negara berisiko rendah akan diizinkan masuk. Kedutaan Thailand di Finlandia dan Singapura sama-sama memuat instruksi di situs web mereka tentang cara mengajukan visa. Beberapa penerbangan dari Tiongkok pun telah tiba.

Dalam tahapnya, calon wisatawan melakukan pengajuan visa, dan jika disetujui, harus dikarantina selama 14 hari setelah kedatangan. Setelah itu, mereka bebas menjelajahi negara tetangga Vietnam tersebut.

Tapi, tak sesederhana itu. The Bangkok Post telah membuat diagram alur langkah-langkah yang terlibat dalam kebijakan visa jangka panjang tersebut. Termasuk di dalamnya pelancong harus menyewa layanan pihak ketiga untuk mengajukan visa.

Juga, membayar di muka penerbangan langsung pribadi atau sewaan ke Bangkok, akomodasi karantina di fasilitas yang disetujui negara dan semua akomodasi berikutnya, memberi bukti asuransi kesehatan yang mencakup hingga 100 ribu dolar (Rp1,5 miliar), serta keseluruhan dokumen yang mencakup pemeriksaan latar belakang kriminal.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 3 halaman

Bisa Diperpanjang

Wisata di Pattaya Sepi
Perbesar
Seorang turis menaiki zipline dari lantai 55 menara observasi Park Beach Resort di Pattaya, Thailand, Rabu (12/2/2020). Pattaya Park Beach Resort adalah salah satu primadona bagi wisatawan China di Pattaya yang kini berangsur sepi karena penyebaran virus corona covid-19. (Mladen ANTONOV / AFP)

Jika bersedia atau mampu melewati semua persyaratan, STV memberi masa tinggal selama 90 hari dan dapat diperpanjang dua kali, dengan total 270 hari di negara ini. Setelah karantina di Bangkok, wisatawan bebas menjelajahi bagian lain Thailand sesuai keinginan.

Kendati demikian, pemerintah telah mengindikasi bahwa pergerakan wisatawan dapat dipantau aplikasi atau gelang. Belum ada keterangan lebih lanjut tentang wacana tersebut.

Jika semuanya berjalan lancar, pemerintah mengatakan akan meningkatkan jumlah wisatawan di masa depan. Untuk mengetahui detailnya, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakitprakarn menyarankan untuk menghubungi Otoritas Pariwisata Thailand di negara masing-masing.

Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis 5 Tips Liburan Aman Saat Pandemi. (Liputan6.com/Trieyasni)
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓