Upaya Hapus Kekerasan, Komnas Perempuan Luncurkan Situs Desain Baru

Oleh Komarudin pada 22 Okt 2020, 00:03 WIB
Diperbarui 22 Okt 2020, 00:03 WIB
Pelecehan Meningkat, Komnas Perempuan: Terbentur Budaya Tabu
Perbesar
Ilustrasi pencabulan. Foto: Ist/Kriminologi.id

Liputan6.com, Jakarta - Komnas Perempuan melangsungkan soft launching situs dengan desain baru. Peluncuran tersebut sebagai bagian dari ulang tahun Komnas Perempuan pada Oktober 2020 yang ke-22.

"Fungsi website Komnas Perempuan sebagai lembaga negara adalah sebagai sebuah rumah atau tempat tinggal dari berbagai informasi tentang apa yang kami lakukan," ujar Wakil Ketua Komnas Perempuan, Mariana Amiruddin, dalam acara soft launching situs desain baru secara virtual, Selasa, 20 Oktober 2020.

Mariana menambahkan, peluncuran tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan hubungan antara Komnas Perempuan dengan publik langsung secara interaktif. "Untuk transformasi pengetahuan sebagai lembaga yang bekerja untuk penghapusan terhadap kekerasan terhadap perempuan," imbuh Mariana.

Selain itu, kata Mariana, website tersebut juga untuk menampilkan kebutuhan publik, terkait informasi sebagai pintu komunikasi antarmasyarakat.

"Website ini juga memuat konten yang penting bagi komunitas korban, terutama perempuan, jurnalis, peneliti, dan publik umum. Dengan tampilan lebih ringan untuk kebutuhan masyarakat di wilayah-wilayah lain," tutur Mariana.

2 dari 3 halaman

Bermanfaat bagi Perempuan

Kekerasan terhadap perempuan
Perbesar
Ilustrasi Kekerasan terhadap perempuan/ Tumisu from Pixabay

Hal senada disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Bahrul Fuad yang menyebut website ini sebagai rumah bersama, terutama bagi para perempuan dan para pemerhati isu perempuan di Indonesia. Ia berharap informasi yang ada berguna bagi perempuan.

"Dengan website ini bagaimana kita bersama-sama bagaimana kita memikirkan website sebagai rumah bersama untuk dokumentasi dan informasi yang memberikan manfaat bagi perempuan," ujar Bahrul.

Bahrul menambahkan pihaknya sangat terbuka menerima masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan website desain baru ini, termasuk dari penyandang disabilitas. Menurut Bahrul, mereka juga sangat membutuhkan informasi terkait dengan hak-hak dan apa yang mereka harus lakukan ketika mengalami kekerasan.

"Website ini diharapkan dapat menjangkau ke seluruh pelosok negeri ini," kata Bahrul.

Infografis Baiq Nuril Korban Pelecehan Asusila Cari Keadilan
Perbesar
Infografis Baiq Nuril Korban Pelecehan Asusila Cari Keadilan. (Liputan6.com/Triyasni)
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓