Berkah Pandemi, Lumba-Lumba Merah Muda Langka Muncul Kembali di Perairan Hong Kong

Oleh Putu Elmira pada 20 Okt 2020, 13:01 WIB
Diperbarui 20 Okt 2020, 13:01 WIB
Lumba-Lumba Merah Muda
Perbesar
Foto yang diambil pada 20 September 2020 ini menunjukkan lumba-lumba putih China, yang juga dikenal secara lokal sebagai 'lumba-lumba merah muda', berenang di perairan lepas pantai Hong Kong. (MAY JAMES / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Masa pandemi corona Covid-19 mendorong adanya pembatasan wilayah dan perjalanan di berbagai negara. Kondisi tersebut juga menghadirkan fenomena tak biasa dan baru-baru ini menjadi sorotan banyak pasang mata.

Dilansir dari laman India Times, Selasa (20/10/2020), efek terhentinya ragam aktivitas air dan feri terlihat di perairan antara Hong Kong dan Makau. Di sana, lumba-lumba merah muda yang langka kembali muncul. Namun kelangsungan hidup mamalia ini dalam jangka panjang masih menjadi perhatian para ilmuwan.

Mengingat, lumba-lumba merah muda hidup di salah satu jalur laut tersibuk di dunia. Ahli konservasi Naomi Brennan secara rutin naik perahu di Pearl River Delta untuk mendokumentasikan bagaimana mamalia ini bepergian.

"Hari ini kami menjumpai tiga kelompok lumba-lumba yang berbeda, enam dewasa dan dua pra-dewasa. Mereka terlibat dalam berbagai perilaku, mulai dari memberi makan hingga bepergian dan bersosialisasi," katanya seperti dilansir AFP.

Dilaporkan, populasi lumba-lumba pink turun 70--80 persen dalam 15 tahun terakhir di di salah satu muara itu. Berkat pandemi di 2020, jumlah mereka tampaknya telah bertambah.

Sejak Februari, feri antara Hong Kong dan Makau telah ditangguhkan, memberi kesempatan kepada ilmuwan kelautan lokal untuk mempelajari bagaimana lumba-lumba merah muda telah beradaptasi dengan "ketenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya".

2 dari 3 halaman

Level Paling Minimal

Lumba-Lumba Merah Muda
Perbesar
Foto yang diambil pada 20 September 2020 ini menunjukkan lumba-lumba putih China, yang juga dikenal secara lokal sebagai 'lumba-lumba merah muda', berenang di perairan lepas pantai Hong Kong. (MAY JAMES / AFP)

"Kami melihat ukuran kelompok yang jauh lebih besar serta lebih banyak perilaku bersosialisasi dan kawin, yang tidak benar-benar kami lihat selama lima tahun terakhir ini," kata Dr. Lindsay Porter, seorang ilmuwan kelautan yang tinggal di Hong Kong kepada AFP.

Menurut tim peneliti Porter, jumlah lumba-lumba merah muda telah meningkat sekitar sepertiga di perairan tersebut sejak Maret. Habitat lumba-lumba juga mengalami perkembangan skala besar seperti pembangunan bandara Hong Kong di atas tanah reklamasi dan jembatan laut terpanjang di dunia yang menghubungkan pusat keuangan ke Makau dan Zhuhai.

Menurut WWF, hanya ada sekitar 2.000 lumba-lumba merah muda yang tersisa di Pearl River Delta. Ini adalah jumlah minimum yang menurut para konservasionis diperlukan untuk mempertahankan spesies tersebut.

Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat
Perbesar
Infografis Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat. (Liputan6.com/Triyasni)
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓