Galang Donasi Ponsel Pintar Layak Pakai untuk Pelajar Belajar Online

Oleh Komarudin pada 09 Okt 2020, 15:03 WIB
Diperbarui 09 Okt 2020, 15:03 WIB
Bodrex
Perbesar
Bodrex bekerja sama dengan Wakaf Salman ITB mengajak masyarakat untuk donasi smartphone untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) (Liputan6.com/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta - Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan sistem online, ternyata menimbulkan tantangan tersendiri. Tantangan tersebut terjadi karena tak semua siswa mempunyai ponsel pintar atau smartphone.

Kondisi itu yang membuat Bodrex terpanggil untuk memberikan donasi smartphone layak pakai pada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Bekerja sama dengan Wakaf Salman ITB, donasi tersebut akan diberikan kepada siswa SD dan SMP di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.

"Nantinya donasi tersebut akan diserahkan kepada penerima donasi melalui sekolah-sekolah yang telah masuk dalam list Jabar Quick Response dan lembaga One Ummah untuk area Jawa Barat, dan Gerak Bareng Community untuk area Jabodetabek sebagai lembaga dekat dan mengetahui kondisi masyarakat setempat," ujar Managing Director Brand Portfolio & Communication Cosmetics, Consumers and Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk, Aviaska D. Respati di acara Virtual Press Conference Bodrex Merah Putih X Garuda, Kamis, 8 Oktober 2020.

Aviaska menambahkan, kriteria ponsel pintar layak pakai, yang telah didukung jaringan 3G/4G dan dilengkapi dengan charger. Kondisi layar masih dalam keadaan baik, dapat dilihat dengan jelas, dan tidak retak atau pecah.

"Selain itu, smartphone yang didonasikan masih berfungsi dengan baik. Smartphone tersebut juga dapat mengunduh dan menjalankan aplikasi WhatsApp, Zoom, dan YouTube," imbuh Aviaska.

Donasi telepon pintar kepada siswa SD dan SMP ini merupakan program #BODREXMERAHPUTIHBERBAGI X GARUDA. Program ini, kata Aviaska, diluncurkan sebagai bagian dari rangkaian program kepedulian yang dilakukan dalam rangka ulang tahun ke-50 bodrex.  "Semoga kontribusi ini menjadi bentuk dukungan bodrex dalam mendorong pendidikan di masa pandemi agar lebih banyak anak Indonesia bisa belajar online, karena merekalah ini masa depan bangsa Indonesia,” ujar Aviaska.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dukungan Masyarakat

Ilustrasi belajar daring
Perbesar
Ilustrasi belajar daring

Dalam kesempatan itu, Corporate Secretary and Operational Manager Wakaf Salman ITB Ryan Faisal mengatakan, saat ini banyak anak sekolah yang tidak mempunyai fasilitas ponsel pintar yang layak untuk belajar online. Hal ini juga perlu dukungan dari masyarakat Indonesia untuk semakin peduli dengan dunia pendidikan.

"Program ini akan berlangsung dari Oktober hingga Desember 2020. Harapannya ingin menggerakkan semangat berbagi untuk sesama dalam proses penanganan pandemi khususnya di sektor pendidikan dan untuk mendorong munculnya program-program lain yang dapat mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)," ujar Ryan.

Hal senada juga disampaikan Brand Ambassador bodrex Diyon Wiyoko. Ia berharap banyak orang yang ikut berpartisipasi melalui program ini.

"Sebesar apapun andil mereka akan terkumpul menjadi hal yang berarti untuk pendidikan adik-adik kita yang sekarang masih mengalami kesulitan karena tidak memiliki fasilitas belajar online," harap Dion.

Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)
Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓