Top 3 Berita Hari Ini: Wisata Berkelanjutan Bisakah Jadi Wajah Masa Depan Pariwisata Indonesia?

Oleh Henry pada 01 Okt 2020, 23:00 WIB
Diperbarui 01 Okt 2020, 23:00 WIB
Pantai Pink
Perbesar
Pantai Pink di Lombok. (Liputan6.com/Sunariyah)

Liputan6.com, Jakarta -  Top 3 Berita Hari Ini tentang wisata berkelanjutan di Indonesia. Sektor pariwisata memang terpaksa tiarap di masa pandemi ini. Menurut Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nandang Prihadi, masa pemulihan pariwisata ini dinilai sebagai momen yang tepat untuk mengembangkan wisata berkelanjutan di alam.

Ia menambahkan, tren wisata berkelanjutan dalam masa adaptasi kebiasaan baru bakal berorientasi pada penerapan protokol Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Berita kedua yang banyak diminati adalah seputar Sydney yang bakal dibuka 24 jam.

Selama pandemi corona Covid-19, pemerintah Sydney berusaha membuat beberapa perubahan untuk kembali menarik minat para wisatawan. Sydney direncanakan menjadi kota yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Langkah ini diambil untuk memberikan pilihan bagi penduduk lokal dan pengunjung, sehingga dapat menikmati Sydney dalam strategi ekonomi yang baru. Berita ketiga yang banyak menarik perhatian adalah tentang perempuan Indonesia dan jerawat.

Hasil riset yang dilakukan Himalaya Since 1930, sebuah brand kecantikan asal India, menemukan setidaknya 83 persen dari seribu perempuan Indonesia menggunakan berbagai cara menyembunyikan jerawat mereka Masalah jerawat juga sering dibawa ke media sosial dan diangkat sebagai masalah yang serius.

Ketiga berita tersebut terangkum lengkap dalam Top 3 Berita Hari Ini. Untuk itu, kita simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.

Wisata Berkelanjutan Bisakah Jadi Wajah Masa Depan Pariwisata Indonesia?

Gili Lawa
Perbesar
Selain Pulau Rinca dan Pink Beach, Gili Lawa menjadi destinasi yang perlu dikunjungi saat berada di gugusan Pulau Komodo. Foto: Andi Jatmiko/ Liputan6.com.

Tak lagi dapat dipungkiri bahwa pandemi membuat sektor pariwisata terpaksa tiarap. Tak mau larut dalam nelangsa, berbagai upaya pun digalakkan demi mengembalikan geliat pariwisata dalam negeri yang berorientasi pada penerapan protokol kesehatan.

Menurut Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nandang Prihadi, masa pemulihan pariwisata ini dinilai sebagai momen yang tepat untuk mengembangkan wisata berkelanjutan di alam.

Selanjutnya…

Sydney Bakal Dibuka 24 Jam dan Kurangi Penjualan Alkohol

Pariwisata Virus Corona
Perbesar
Warga berjalan di sepanjang Sydney Harbour dengan latar belakang pemandangan Sydney Opera House di Sydney pada 30 Desember 2017 (atas) dan pada 8 Maret 2020. (Saeed KHAN/AFP)

Sydney bukanlah ibu kota Australia, tetapi ini adalah kota terbesar di negara tersebut, dan memiliki cuaca yang indah sepanjang tahun. Kota ini pun punya banyak daya tarik untuk dikunjungi wisatawan dari berbagai negara.

Selama pandemi corona Covid-19, pemerintah Sydney berusaha membuat beberapa perubahan untuk kembali menarik minat para wisatawan. Sydney direncanakan menjadi kota yang beroperasi selama 24 jam penuh. Artinya, kota ini tidak akan pernah tidur dengan segala kegiatan budaya, tempat rekreasi, dan diperluas untuk segala usia.

Selanjutnya…

83 Persen Perempuan Indonesia Berusaha Menyembunyikan Masalah Jerawat

83 Persen Perempuan Berusaha Menyembunyikan Masalah Jerawat
Perbesar
Ilustrasi masalah jerawat. (dok. Foto Alexandra Gorn/Unsplash.com)

Jerawat masih jadi masalah utama kulit wajah yang dihadapi perempuan. Selain mencoba mengobati, tak sedikit pula yang berusaha menyembunyikannya.

Hasil riset yang dilakukan Himalaya Since 1930, sebuah brand kecantikan asal India, menemukan setidaknya 83 persen dari seribu perempuan Indonesia menggunakan berbagai cara menyembunyikan jerawat mereka. Hal itu didorong rasa tak percaya diri.

Selanjutnya…

Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Pandemi Belum Berakhir, Gelombang II Covid-19 Mengancam. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓