Misi Mulia Petani Tanam 2 Juta Bunga Matahari di Masa Pandemi

Oleh Putu Elmira pada 08 Sep 2020, 10:01 WIB
Diperbarui 08 Sep 2020, 10:01 WIB
Ilustrasi Bunga Matahari
Perbesar
Ilustrasi bunga matahari (dok. Pixabay.com/Putu Elmira)

Liputan6.com, Jakarta - Beragam cerita inspiratif penuh makna lahir selama pandemi Covid-19. Kendati tengah berada di masa krisis kesehatan, banyak orang tak kehilangan asa, bahu-membahu, dan saling memberi semangat untuk terus bertahan.

Salah satunya seperti yang dilakukan seorang petani di Wisconsin, Amerika Serikat. Dilansir dari laman CNN, Selasa (8/9/2020), ia memutuskan menanam lebih dari dua juta bunga matahari di ladangnya. Keluarga Scott Thompson telah bertani di Kenosha County selama lebih dari 70 tahun.

Bedanya, ini jadi tahun pertama bunga matahari menghiasi lanskap. Biasanya, kebun ditanami stroberi di musim panas dan raspberry, serta labu pada musim gugur.

Thompson Strawberry Farm terletak hanya 16 kilometer dari Wisconsin di Bristol. Keberadaan kebun ini lantas mencuri atensi orang-orang yang hendak berpiknik, menjelajahi ladang bunga, dan membawa pulang bunga matahari.

Thompson dan sang istri berpikir dengan segala hal yang terjadi tahun ini, akan sangat tepat untuk menyebarkan sedikit kebahagiaan pada pelanggan mereka. "Kami baru saja melakukannya dan kami terus membangunnya," kata Thompson.

"Seiring berlalunya musim, pandemi belum juga pergi dan kami pikir orang-orang mungkin mencari sesuatu untuk dilakukan. Betapa hebatnya cara untuk menjaga jarak dan tersenyum," tambahnya.

 
2 dari 3 halaman

Respons Positif

Ilustrasi Bunga Matahari
Perbesar
Ilustrasi bunga matahari (dok. Unsplash.com/@breehambam)

Sang petani memiliki lebih dari 22 hektare ladang bunga, di mana tujuh di antaranya bahkan belum mekar. Hal tersebut membuat lebih dari dua juta bunga matahari akan mekar. Bunga ditanam di lebih dari 15 ladang untuk memberi jarak aman dan menyebar.

"Salah satu hal yang sangat keren soal ini adalah semua orang sangat bahagia. Kami mendapat semua komentar ini di Facebook, atau jika saya berada di lapangan, semua orang seperti, 'Terima kasih telah melakukan ini,' juga 'Ini yang saya butuhkan.' Orang-orang sangat senang berada di luar sana dan punya tempat untuk dituju," jelas Thompson.

Kabar soal ladang bunga matahari miliki Thompson pun kian tersebar. Ia menyampaikan, bahkan ada perempuan datang untuk menghindari protes dan kesuraman.

Selain bunga matahari, Thompson juga menanam zinnias, wildflowers, hingga bunga matahari Meksiko yang terkenal memikat kupu-kupu. Dikatakannya, di masa mendatang bunga matahari akan jadi hal biasa di kebun, bahkan tanpa pandemi.

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker
Perbesar
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓