Dokter Bertato Terbanyak di Dunia Ikut Protes Larangan Memakai Bikini

Oleh Henry pada 02 Agu 2020, 21:01 WIB
Diperbarui 02 Agu 2020, 21:01 WIB
Dokter dengan Tato Terbanyak, Protes Dilarang Pakai Bikini
Perbesar
Dokter dengan Tato Terbanyak, Protes Dilarang Pakai Bikini. (dok.Instagram @rosesarered_23/https://www.instagram.com/p/CA-LJGxnwEt/Henry)

Liputan6.com, Jakarta -  Nama Sarah Jane Gray mengemuka setelah disebut-sebut sebagai dokter dengan tato terbanyak di dunia. Ia telah membuktikan bahwa kebebasan berekspresi yang ia lakukan terhadap tubuhnya tidak menghentikan potensi dalam dirinya untuk menjadi seorang dokter yang baik.

Baru-baru ini, ia kembali menarik perhatian. Dokter wanita ini mengecam penelitian kontroversial yang diterbitkan dalam Journal of Vascular Surgery.

Dokter Sarah Jane mengaku tidak menyukai karya tulis yang mengklaim bahwa "tidak pantas" bagi staf medis perempuan untuk mengenakan pakaian renang dan baju mewah. Sarah Jane merupakan satu dari sejumlah perempuan yang mengecam penelitian tersebut di media sosial. 

Dalam sebuah pesan kepada 100.000 pengikutnya, ia menuliskan: "Newsflash, dokter perempuan dapat mengenakan apa pun yang mereka inginkan! Dokter bedah wanita, dokter, perawat, semua profesional kesehatan, kita semua bisa memakai bikini, gaun, atau kita bisa memakai scrub".

Ia melanjutkan, "ini tidak mengubah seberapa baik kita menjadi penyedia layanan kesehatan. Kami bisa memakai apa pun yang kami inginkan di waktu luang kami, dan masih menyelamatkan hidup Anda".

Dilansir dari laman Daily Star, 27 Juli 2020, Sarah Jane mengatakan "seksisme dalam kedokteran masih hidup dan sehat" namun dia "tidak akan membiarkannya berhenti".

Dokter dari Adelaide, Australia ini bergabung dengan profesional medis perempuan lainnya yang telah berbagi foto bikini sebagai tanda protes. Dia mendorong perempuan lain untuk melakukan hal yang sama.

2 dari 2 halaman

Tubuhku Adalah Urusanku

Dokter dengan Tato Terbanyak, Protes Dilarang Pakai Bikini
Perbesar
Dokter dengan Tato Terbanyak, Protes Dilarang Pakai Bikini. (dok.Instagram @rosesarered_23/https://www.instagram.com/p/CDC5PXIHet4/Henry)

"Kita harus menghilangkan seksisme dalam dunia kedokteran dan membuatnya tetap bergerak. Ini tahun 2020, seksisme tidak boleh ada lagi! Kenakan apa yang kamu inginkan, kita semua berhak memiliki kehidupan di luar obat-obatan & apa yang saya pilih untuk pakai atau lakukan dengan tubuh saya adalah @mybody___mybusiness (tubuhku adalah urusanku)," tulisnya lagi.

Unggahan Dr Sarah Jane pada 25 Juli 2020 itu sudah mendapat 6.600 likes di halaman Instagram-nya. Banyak pengikutnya merespons dengan memberikan pesan dukungan.

"Amin! Saya seorang dokter perempuan dan saya memakai apa pun yang saya inginkan," komentar seorang warganet.

"Anda cerdas dengan apa yang Anda lakukan dan kami bersyukur memiliki dokter seperti Anda menyelamatkan nyawa," tulis warganet lainnya memberi dukungan pada dokter Sarah Jane Gray.

Lanjutkan Membaca ↓