5 Peralatan dan Barang Dapur Ini Ternyata Berbahaya Bagi Imunitas Tubuh

Oleh Henry pada 17 Jun 2020, 04:04 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 22:31 WIB
teflon
Perbesar
ilustrasi teflon/Photo by freestocks.org on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Dapur mungkin menjadi tempat terakhir yang kita pikirkan bisa mengganggu kesehatan tubuh kita, umumnya terkait dengan imunitas atau kekebalan tubuh. Tapi ternyata, dapur bisa menjadi 'sarang' bakteri di berbagai tempat dan peralatan.

Mungkin juga bisa berasal dari peralatan yang kita pikir biasa saja, ternyata punya efek drastis pada imunitas tubuh kita. Di tengah masa pandemi sekarang ini kita harus lebih menjaga imunitas tubuh.

Oleh karena itu, jangan sampai kita lengah, apalagi di dalam rumah kita sendiri. Dilansir dari Times of India, ada lima peralatan di dapur berikut yang bisa 'mengusik' imunitas tubuh.

1. Wajan anti lengket

Mungkin hampir setiap rumah punya wajan anti lengket sebagai salah satu peralatan dapur mereka. Kualitas anti lengket berasal dari kimia yang disebut polytetrafluoroethylene, atau yang lebih dikenal dengan nama 'Teflon'. Zat kimia tersebut terbuat dari fluorine dan atom karbon.

Perfluorooctanoic acid (PFOA) digunakan untuk membuat Teflon dan ditemukan dalam darah 98 persen peserta dalam riset yang dilakukan pada 2000. Teflon yang terlalu panas juga dikaitkan dengan emisi uap beracun. Jadi, sebaiknya pastikan wajan anti lengket yang Anda gunakan bebas PFOA.

2. Peralatan aluminium

Makanan yang dimasak dalam peralatan berbahan aluminium bisa memiliki satu hingga 2 mg aluminium di dalamnya. Hal ini tentu berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Tak hanya menetralkan mineral dan vitamin dari makanan, namun inhalasi asap aluminium juga bisa menyebabkan paru-paru abnormal yang terlihat dalam X-ray dan saat batuk.

Selain itu, penumpukan aluminium dalam tubuh bisa menyebabkan orang-orang dengan masalah ginjal berisiko tinggi terkena gangguan otak dan tulang. Kaena itu, akumulasi aluminium bisa berdampak besar pada imunitas tubuh kita.

2 dari 4 halaman

3. Buah dan Sayuran dalam plastik

Potret Aktivitas Pedagang Pasar di New Delhi
Perbesar
Seorang pegadang memasukan lemon kedalam plastik saat dia menunggu pelanggan di pasar grosir buah dan sayuran di New Delhi, India (27/3). Dari pasar tradisional hingga mal megah modern, Delhi memiliki segalanya untuk ditawarkan kepada pelanggan. (AFP Photo/Noemi Cassanelli)

Kita sering membeli buah dan sayuran dan menaruhnya dalam tas plastik. Tak hanya mengandung BPA, tas plastik secara sintetis mengandung phthalates, yang jika terpapar pada makanan terlalu lama bisa terserap dalam makanan yang membuatnya bahaya untuk dikonsumsi.

Penggunaan tas plastik terkait dengan kerusakan generik, perubahan jaringan dan hormonal, serta pubertas dini pada anak-anak. Sebaiknya ganti tas plastik dengan kantung kertas sebagai alternatif yang lebih aman.

4. Wadah plastik BPA

Menaruh makanan dalam wadah plastik memang bukan ide yang bagus. Alasannya, banyak kimia yang ditambahkan dalam wadah plastik. Kalau berkontak pada makanan (terutama yang panas), bisphenol A atau BPA dapat terserap dalam makanan, bisa menyebabkan gangguan pada otak, kelenjar prostat, dan kesehatan secara keseluruhan.

Semua pabrik plastik kini harus memastikan agar jumlah BPA tidak berlebihan. Cek apakah wadah plastik yang Anda gunakan bebas BPA untuk melindungi imunitas tubuh Anda.

3 dari 4 halaman

5. Talenan

talenan
Perbesar
Tips memasak dengan talenan/copyright: unsplash/caroline attwood

Penggunaan talenan plastik maupun kayu bisa berdampak pada kesehatan kita. Hindari memakai talenan yang sama untuk memotong daging mentah, sayuran, dan buah.

Sebab cairan yang keluar dari daging mentah dapat menyebabkan talenan menjadi tempat bertumbuhnya bakteri, yang bisa tercampur pada sayuran saat memotongnya.Mengonsumsi makanan seperti ini bisa berisiko terhadap masalah kesehatan.

Jadi, gunakan talenan yang berbeda untuk tiap keperluan agar menjauhkan Anda dari risiko mengganggu imunitas tubuh Anda.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓