Nasib 2 Pria yang Disewa Klien Layani Fantasi Seks Nyeleneh Usai Salah Masuk Rumah

Oleh Dinny Mutiah pada 29 Mei 2020, 09:06 WIB
Diperbarui 29 Mei 2020, 09:06 WIB
Ilustrasi Maling di Rumah Korban

Liputan6.com, Jakarta - Niatnya membantu mewujudkan fantasi seks kliennya, dua pria asal Australia malah harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, kedua pria menyusup masuk ke rumah yang salah.

Dilansir BBC, Jumat (29/5/2020), kedua pria itu diminta untuk memenuhi permintaan fantasi nyeleneh si klien, yakni diikat dengan pakaian dalamnya lalu dielus-elus dengan sapu. Alur drama diatur lewat Facebook oleh seorang pria yang tinggal di dekat Griffith, New South Wales.

"Ia akan membayar 5.000 dolar Australia bila layanannya 'sangat baik'," kata hakim yang menangani kasus tersebut. Sang hakim juga menyebut fakta kasus itu tak biasa.

Namun, si klien ternyata berpindah tempat tinggal, sekitar 50 kilometer dari alamat pertama, tanpa memberi tahu kedua pria sewaan tersebut. Maka itu, kedua orang itu memasuki rumah berdasarkan alamat yang ditunjukkan.

Saat masuk, si penghuni rumah menyangka kedua pria itu adalah temannya yang memang datang setiap hari untuk ngopi pagi. Sementara, si pria sewaan berusaha memanggil nama kliennya. Yang merasa dipanggil akhirnya menyalakan lampu.

Ia kaget melihat dua pria tak dikenal berdiri di atas kasurnya dengan membawa parang. Kedua pria sewaan itu segera menyadari kesalahan mereka. Salah satunya lalu berkata maaf sambil menjabat tangan penghuni rumah.

 

2 dari 3 halaman

Akhir Kasus

Ilustrasi Sapu
Ilustrasi sapu. (dok. foto Engin Akyurt/Unsplash)

Kedua pria sewaan itu lalu buru-buru mencari alamat yang benar dan menemukannya. Mereka segera memacu kendaraan ke rumah klien yang mengenal salah satu dari mereka lewat ciri-ciri yang disebutkan, yakni memiliki pisau besar di celana panjangnya.

Klien tersebut lalu memasak bacon, telur, dan mi. Tak berapa lama, polisi datang ke rumah itu dan menahan kedua pria sewaan. 

Hakim lalu menyatakan bahwa bukti yang dihadirkan menunjukkan bahwa aksi kedua pria itu tidak disengaja. "Mereka membawa parang mungkin untuk properti atau sesuatu yang digunakan untuk fantasi itu," kata hakim.

"Fantasinya memang tidak ada dalam naskah dan itu diskresi bagaimana fantasi itu dipenuhi," sambung dia lagi.

Pengacara untuk Terrence Leroy, salah satu terdakwa mengatakan, "Itu perjanjian komersial untuk mengikat dan mengelus-elus lelaki setengah telanjang dengan pakaian dalamnya menggunakan sapu. Tindakan masuk itu tidak bermaksud untuk mengintimidasi."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓