Baju Lebaran Supermodel Halima Aden, Impian Versus Realita

Oleh Asnida Riani pada 27 Mei 2020, 17:00 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 17:00 WIB
Halima Aden
Perbesar
Baju Lebaran impian Halima Aden, (Instagram @halima)

Liputan6.com, Jakarta - Aksentuasi tentang busana apa yang bakal dikenakan saat Lebaran nyatanya juga melanda model Halima Aden, bahkan sejak kecil.

"Tumbuh besar, saya ingat ibu saya pernah menyiapkan baju Lebaran saya sebulan sebelumnya. Ada satu waktu di mana saya bahkan tidur memakai baju Lebaran saya karena terlalu bersemangat menyambut hari raya," ungkapnya seperti dilansir dari laman Porter, Rabu (27/5/2020).

Halima mengaku sangat mengingat momen dirinya berusia delapan hingga 10 tahun berbelanja baju Lebaran bersama sang ibunda. "Lokasi saya tinggal di Minnesota, kami punya komunitas diaspora Somalia terbesar di Amerika Serikat. Jadi, ada banyak anak perempuan seusia saya yang juga merayakan hari raya," tutur Halima.

Berbicara baju Lebaran impian untuk tahun ini, Halima Aden mengatakan sudah memperlihatkannya di unggahan Instagram, beberapa waktu lalu. Pada foto tersebut, model hijab pertama yang mengenakan burkini di Sports Ilustrated ini mengenakan gaun putih keluaran Ellery.

"Itu sangat ekstra. Keluarga saya mungkin akan menertawakan saya yang keluar kamar mengenakan pakaian tersebut. Di Minnesota, kami punya 'aturan' cukup santai tentang fesyen," kata perempuan 22 tahun tersebut.

Dalam realita, Halima menyebut semata mengenakan gaun musim panas dilengkapi blazer, maupun dipadankan dengan rok motif. "Pakaian yang sederhana, tapi tetap terkesan classy," tuturnya.

"Tapi, di dalam mimpi Halima, saya akan memakai gaun putih sebagai baju Lebaran dengan hijab ditata seperti kuncir kuda yang jatuh ke salah satu bahu," tutur Halima Aden.

2 dari 3 halaman

Busana yang Tak Sekadar Pakaian

Halima Aden
Perbesar
Model Halima Aden merayakan Idulfitri bersama keluarga. (dok. Instagram @halima/https://www.instagram.com/p/CAk86uzBg2R/)

Halima Aden menyebut, kenangan tentang gambaran pertama fesyen, yakni berupa hijab berwarna-warni ibunya. "Saat itu saya menyadari bahwa model berbeda bisa membuat kita terlihat sangat cantik," ujarnya.

"Tumbuh besar, saya punya sangat banyak ikon fesyen dan orang yang saya kagumi, namun tak terlihat seperti saya. Tapi, di saat bersamaan, saya berharap ada orang yang memberitahu saya, 'Kamu bisa terlihat keren, edgy, muda, menyenangkan, dan tetap nyaman dengan pilihan busanamu'," sambung Halima.

Perempuan pertama yang mengenakan hijab saat mengikuti kontes kecantikan Miss Minnesota USA 2016 ini menuturkan bahwa ia selalu tahu hijab adalah bagian penting dalam identitasnya.

Selama perjalanan kariernya terhitung empat tahun lalu, Halima mengatakan bahwa perbincangan tentang busana, terutama bagi perempuan Muslim, mengalami pergeseran.

Halima mengatakan, busna sekarang bermakna lebih dalam dari sekadar pakaian, terlihat menarik, dan memperlihatkan apa yang sedang tren. Busana, dalam pandangan Halima, jadi punya pesan positif, lebih menyenangkan, dan hubungan lebih menarik dengan apa yang dikenakan.

"Saya mau terus menginspirasi perempuan, sehingga mereka mau keluar dan membuka jalan bagi generasi selajutnya. Akhirnya, kami butuh visibilitas lebih saat berbicara tentang perempuan Muslim," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓