Peduli Petani Terdampak Pandemi, Bupati Tabanan Borong Sayur Hasil Panen

Oleh Liputan6.com pada 26 Mei 2020, 18:18 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 21:48 WIB
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Menghadiri Acara Panen Sayur, Sebuah Gerakan Untuk Membantu Masyarakat Tabanan yang Terkena Dampak Covid 19 di Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (27/5)

Liputan6.com, Jakarta Bupati Tabanan Bali, Ni Putu Eka Wiryastuti menghadiri hari panen raya di Desa Bengkel pada 27 Mei 2020. Pada acara tersebut Bupati Eka memborong 10 ton sayur sawi hijau. Gerakan ini dilakukan untuk membantu petani keluar dari kesulitan di tengah wabah corona.

Bupati Eka berkomitmen untuk melawan virus corona. "Bentuk perlawan terhadap corona bukan hanya dari aspek kesehatan, memastikan perputaran ekonomi tetap stabil pun sangat penting. Gerakan ini dilakukan untuk membantu para petani dari ancaman kerugian. Produksi sayur melimpah tapi daya beli masyarakat sedang menurun, hal tersebut membuat stok sayur melimpah dan tidak terserap sehingga membuat petani merugi”, tutur Bupati Eka.

Ia mengajak masyarakat membeli produk lokal. “Di desa ini saja ada 87 petani yang menghasilkan 80 ton sayur hijau siap panen, saya membeli 10 ton sayur tersebut dengan uang pribadi bukan anggaran pemerintah. Selain itu organisasi dompet peduli tabanan pun membeli total 30 Ton. Sejak sebulan lalu dompet peduli tabanan sudah terkumpul 300 juta. Banyak masyarakat yang empati dan berdonasi mulai dari ASN hingga pegawai swasta,” papar Bupati Eka.

Bupati Eka menjelaskan bahwa sayuran yang telah dibeli akan dibagikan gratis.

“10 ton sayur sawi hijau yang saya beli akan saya bagikan kembali kepada 8.000 kepala keluarga (KK) dan masing masing akan mendapatkan 5 kg gartis. Saya jamin pemberian bantuan sudah tepat sasaran karena 8.000 KK tersebut sebelumnya sudah kami survey. Hanya yang lolos rapid interview saja yang berhak mendapat bantuan dan mereka tersebar di 6 kecamatan masyarakat. Kriteria rapid interview sendiri adalah kondisi ekonomi melemah karena pandemi”, ungkap Bupati Eka.

Bupati Eka menjamin harga produknya terjangkau. “Biasanya sayur sawi hijau di Desa Bengkel dijual dengan harga 1.000 per kg tapi saya upgrade jadi 2.000 per kg, tujuannya agar para petani lebih sejahtera. Dengan tingginya harga dari petani para tengkulak tidak bisa mempermainkan harga seenaknya, karena kalau sudah masuk pasar harga normal untuk sayur sawi hijau adalah 3.000 per kg,” terangnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Menghadiri Acara Panen Sayur, Sebuah Gerakan Untuk Membantu Masyarakat Tabanan yang Terkena Dampak Covid 19 di Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (27/5)
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti Menghadiri Acara Panen Sayur, Sebuah Gerakan Untuk Membantu Masyarakat Tabanan yang Terkena Dampak Covid 19 di Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan, Bali, Rabu (27/5). foto: istimewa

Pada acara tersebut juga Bupati Eka pun telah membagikan bantuan masyarakat.

“Pada kesempatan ini pun saya membagikan 81 paket sembako kepada masyarakat miskin baru Desa Bengkel yang terdampak pandemi corona”. Ada pula bantuan berupa masker dan disinfektan yang siap dibagikan gratis kepada masyarakat. Saya berharap bisa selalu membantu yang membutuhkan. Mari bantu sesama apapun caranya, bisa dengan uang, tenaga atau isolasi mandiri di rumah saja juga sudah termasuk bantuan yang sangat berharga”, ungkap Bupati Eka.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tabanan Ida Bagus Wiratmaja menambahkan bahwa pembelian sayur akan dilakukan secara bertahap. “Panen raya sayur sawi hijau ini berlangsung selama 10 hari.

Petani boleh memilih mau menjual ke Bupati Eka seharga 2.000 per kg atau ke para tengkulak. Kuotanya pun dibatasi hanya 10 Ton, karena kita berasumsi jika sudah terjual 10 ton dengan harga 2.000 per kg maka keuangan para petani sudah dianggap stabil,: pungkas Wiratmaja.