Noiva do Cordeiro, Desa yang Hanya Mengizinkan Suami Pulang di Akhir Pekan

Oleh Komarudin pada 17 Mei 2020, 03:03 WIB
Diperbarui 17 Mei 2020, 03:03 WIB
Noiva do Cordeiro
Perbesar
Noiva do Cordeiro, sebuah desa di Brasil yang dihuni perempuan hanya mengizinkan suami pulang tiap akhir pekan (Dok.Instagram/@noivadocordeiro/https://www.instagram.com/p/B7968zoAWeb/Komarudin)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah desa di Noiva do Cordeiro yang terletak di Belo Vale, Brasil, terbilang unik. Bagaimana tidak, jika desa lain penghuninya beragam, di desa ini justru penduduknya semua perempuan.

Desa yang terletak 300 mil di utara Rio de Janeiro di Brasil tenggara, dengan lembah yang dipenuhi tanaman jeruk, pisang, pohon ipe, dan lain-lain, seperti dilansir dari National Post, Sabtu, 16 Mei 2020.

Desa itu bukan hanya menyuguhkan bentangan alamnya yang menarik perhatian, tapi juga penghuninya yang semua perempuan.

Kecantikan mereka diibaratkan secantik tanaman bugenvil yang mekar di lembah. Daerah Brasil ini terkenal karena menampilkan keindahannya. Lebih dari itu, banyak yang lajang yang mencari cinta di sana.

Lebih dari 600 perempuan tinggal di kota Noiva do Cordeiro. Kebanyakan dari mereka berusia antara 20 dan 35 tahun, seperti dilansir dari Daily Mail, Sabtu, 16 Mei 2020.

2 dari 3 halaman

Pulang Tiap Akhir Pekan

Noiva do Cordeiro
Perbesar
Noiva do Cordeiro, sebuah desa di Brasil yang dihuni perempuan hanya mengizinkan suami pulang tiap akhir pekan (Dok.Instagram/@noivadocordeiro/https://www.instagram.com/p/B4w8OP-gYAB/Komarudin)

Beberapa perempuan Noiva de Cordeiro sudah menikah dan memiliki keluarga. Uniknya, suami mereka dan anak laki-laki mereka yang berusia di atas 18 tahun harus bekerja jauh dari rumah dan hanya diizinkan pulang pada akhir pekan.

Di sana perempuan memiliki kekuasaan yang besar dalam masyarakat pedesaan. Perempuan bertanggung jawab dalam semua aspek kehidupan, mulai dari pertanian perencanaan desa, dan bahkan soal agama.

Para perempuan Noiva do Cordeiro mengakui bahwa mereka adalah kelompok yang tidak biasa. Tetapi banyak hal berubah dengan cepat di sana.

Mereka menilai desa mereka jauh lebih baik dengan peran perempuan yang besar. Desa lebih cantik, lebih rapi, dan kehidupan lebih harmonis dibanding dengan lelaki yang memegang kendali.

Saat ada masalah, mereka menyelesaikan dengan cara seorang perempuan. Mereka mencoba untuk mencari kesepakatan daripada konflik.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini :

Lanjutkan Membaca ↓